← Beranda

Bukan Sekadar 8 Gelas Per Hari: Dokter Ungkap Waktu Minum Air yang Paling Efektif Selama Ramadhan

Vindi Rayinda AyudyaSenin, 23 Februari 2026 | 15.50 WIB
Ilustrasi kebutuhan cairan saat puasa Ramadhan. (pexels/Engin Akyurt)

JawaPos.com - Ramadhan selalu menghadirkan ritme hidup yang berbeda. Mulai dari pola tidur berubah, jadwal makan bergeser, dan tubuh dipaksa beradaptasi dengan kondisi tanpa asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam. 

Selama bulan Ramadhan, biasanya banyak orang hanya fokus pada menu sahur dan berbuka, tetapi lupa satu hal yang jauh lebih mendasar yakni manajemen cairan tubuh.

Padahal, menurut para dokter dan pakar kesehatan, rasa lemas, pusing, hingga sulit konsentrasi saat puasa sering kali bukan semata-mata karena kurang makan, melainkan karena kurang cairan. 

Dehidrasi ringan saja sudah cukup memengaruhi tekanan darah, aliran oksigen ke otak, hingga performa metabolisme tubuh.

Lalu, kapan sebenarnya waktu minum air yang paling efektif selama Ramadhan? Apakah cukup memenuhi 8 gelas sehari? Atau ada strategi tertentu agar cairan benar-benar terserap optimal?

Mari kita bahas secara lengkap dan mendalam. Dirangkum dari Halodoc dan Alodokter, cara agar tidak haus saat puasa penting diketahui agar Anda bisa menjalani puasa dengan nyaman dan tetap bertenaga. 

Rasa haus saat berpuasa memang wajar, terutama ketika asupan cairan berkurang atau cuaca panas. 

Namun, jika tidak disiasati dengan baik, kondisi ini dapat membuat tubuh lemas, sulit berkonsentrasi, dan berisiko menyebabkan dehidrasi ringan.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara agar tidak dehidrasi saat puasa Ramadhan dan agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik sepanjang hari.

Baca Juga: Jangan Asal Makan! 9 Menu Ini Ternyata Membuat Badan Lebih Cepat Lemas Saat Puasa

Berbagai Cara agar Tidak Haus Saat Puasa

Menjaga tubuh tetap segar dan tidak mudah haus selama puasa dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut yang bisa Anda terapkan saat berbuka maupun sahur:

1. Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Memenuhi kebutuhan cairan merupakan langkah utama dalam menerapkan cara agar tidak haus saat puasa. 

Pastikan Anda mencukupi asupan air sejak waktu berbuka hingga sahur dengan membaginya secara bertahap, misalnya dengan menerapkan pola 2–4–2, yaitu 2 gelas saat berbuka, 4 gelas setelah makan malam hingga sebelum tidur, dan 2 gelas saat sahur.

Cara ini membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih optimal dan menjaga keseimbangan cairan selama berpuasa.

2. Konsumsi makanan yang mengandung elektrolit alami

Selain air putih, tubuh juga memerlukan elektrolit, seperti kalium dan natrium, dalam jumlah seimbang untuk menjaga kestabilan cairan. 

Asupan ini bisa diperoleh dari buah-buahan, seperti pisang dan jeruk, serta dari sayuran berkuah saat sahur atau berbuka. 

Elektrolit berperan membantu tubuh mempertahankan cairan lebih lama sehingga rasa haus tidak cepat muncul selama puasa.

3. Konsumsi makanan tinggi serat

Makanan tinggi serat, seperti sayuran, buah, oatmeal, dan roti gandum, dapat membantu tubuh mempertahankan cairan lebih lama. 

Serat memperlambat proses pencernaan sehingga cairan dari makanan dilepaskan secara bertahap, membuat tubuh tidak cepat merasa haus. 

Selain itu, mengonsumsi buah dengan kandungan air tinggi, seperti semangka atau melon, juga ikut mendukung hidrasi selama puasa.

Baca Juga: 7 Amalan Ringan yang Pahalanya Besar di Bulan Ramadhan, Tilawah Al-Qur’an hingga Shalat Dhuha

4. Hindari konsumsi kafein

Mengurangi minuman berkafein, seperti kopi atau teh pekat, menjadi salah satu cara agar tidak haus saat puasa. 

Kafein bersifat diuretik ringan, yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga cairan tubuh cepat berkurang. 

Bagi yang terbiasa mengonsumsi kafein, sebaiknya batasi jumlahnya dan pastikan tetap mengimbangi dengan cukup air putih pada malam hari untuk menjaga hidrasi tubuh.

5. Hindari konsumsi makanan asin atau pedas

Makanan yang terlalu asin dapat meningkatkan rasa haus karena kadar garam yang tinggi mengganggu keseimbangan cairan tubuh. 

Sementara itu, makanan yang sangat pedas bisa memicu keringat berlebih dan membuat lambung terasa tidak nyaman, sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan. 

Memilih makanan dengan bumbu lebih ringan saat sahur dapat membantu menjaga kenyamanan tubuh dan mencegah rasa haus berlebihan selama berpuasa.

6. Cukupi waktu istirahat

Salah satu cara agar tidak haus saat puasa adalah dengan mencukupi waktu istirahat. 

Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan haus. 

Dengan tidur yang cukup, metabolisme tubuh bekerja lebih optimal, daya tahan selama puasa meningkat, dan rasa lelah yang seringkali disalahartikan sebagai haus dapat berkurang.

Menerapkan berbagai cara agar tidak haus saat puasa secara konsisten dapat membantu tubuh tetap segar dan fokus menjalani aktivitas harian. 

Mulai dari mencukupi cairan, memilih makanan yang tepat, hingga mengatur aktivitas, semuanya berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh selama berpuasa.

Apakah Benar Harus 8 Gelas?

Angka 8 gelas atau sekitar 2 liter per hari adalah rekomendasi umum untuk orang dewasa sehat. Namun kebutuhan cairan sebenarnya dipengaruhi oleh:

  • Berat badan
  • Tingkat aktivitas
  • Kondisi kesehatan
  • Suhu dan kelembapan lingkungan

Orang yang bekerja di luar ruangan tentu membutuhkan cairan lebih banyak dibanding yang beraktivitas di ruang ber-AC.

Cara paling mudah mengevaluasi hidrasi adalah melihat warna urin. Jika berwarna kuning muda atau hampir jernih, itu tanda tubuh cukup cairan. Jika kuning pekat atau berbau tajam, kemungkinan tubuh masih kekurangan air.

Kesalahan Umum yang Membuat Tubuh Tetap Dehidrasi

  • Beberapa kebiasaan yang sering dilakukan tanpa sadar:
  • Minum sekaligus 4–5 gelas saat berbuka
  • Mengganti air putih dengan minuman manis
  • Tidak minum saat sahur
  • Terlalu banyak kopi

Minum berlebihan sekaligus tidak membuat cairan tersimpan lebih lama. Tubuh hanya akan membuang kelebihan cairan melalui urin.

 

***

 

EDITOR: Novia Tri Astuti