← Beranda

Rahasia Buka Puasa Manis Aman untuk Diabetes, Bisa Dicoba

Tazkia Royyan HikmatiarJumat, 20 Februari 2026 | 20.59 WIB
ilustrasi diabetes

JawaPos.com - Penderita diabetes tetap bisa menikmati menu berbuka puasa yang manis tanpa takut gula darah melonjak. Kuncinya ada pada pemilihan makanan, porsi, dan urutan berbuka puasa agar tubuh stabil setelah berpuasa seharian.

Dokter spesialis gizi klinik, Raphael Kosasih, MGizi, SpGK, membagikan panduan praktis bagi penderita diabetes agar tetap sehat selama Ramadhan. Panduan ini memungkinkan tetap menikmati rasa manis tanpa harus menghindarinya sepenuhnya.

Berikut panduan lengkapnya:

Awali dengan Cairan yang Tepat

"Nah, kalau berbuka puasa, saya sarankan untuk minum satu gelas air, atau Teman Sehat mGanik kalau misalnya mau diganti dengan satu gelas air kelapa murni, ya, tanpa tambahan gula," ujar dr. Raphael dikutip dari TikTok mganiknutrition, Jumat (20/2).

Memulai berbuka dengan cairan yang tepat membantu tubuh beradaptasi setelah puasa. Air putih atau air kelapa murni jadi pilihan aman karena tidak memicu lonjakan gula darah drastis.

Takjil Manis Tetap Aman

Jika ingin mengonsumsi makanan manis saat berbuka, dr. Raphael menyarankan buah-buahan manis yang tinggi serat. Contohnya seperti kurma, apel, pir, buah naga, atau jambu.

Buah ini mengandung gula alami yang lebih aman karena disertai serat. Ini membantu memperlambat penyerapan gula darah dibandingkan makanan manis olahan.

"Nah, apabila ingin mengonsumsi buah yang agak manis, saya sarankan untuk menambah kombinasinya dengan buah-buah lain yang lebih tawar atau yang seratnya banyak, seperti alpukat kemudian salak, supaya dapat menetralisir lonjakan gula darahnya," saran dr. Raphael.

Kombinasi ini penting untuk menjaga keseimbangan gula darah agar tidak naik terlalu cepat setelah berbuka.

Makan Malam Tetap Seimbang

Setelah makan buah, dr. Raphael menyarankan makan malam dengan sumber karbohidrat, protein, dan serat. Asupan gizi seimbang sangat penting.

Setelah takjil, tubuh butuh asupan utama lengkap. Karbohidrat kompleks, protein, dan sayuran dianjurkan agar energi stabil dan tidak cepat lapar kembali.

"Apabila setelah salat Tarawih masih ingin cemilan, maka saya sarankan untuk mengonsumsi buah atau protein nabati," ungkapnya.

Contohnya seperti kacang hijau, biji-bijian, kacang-kacangan, hingga edamame.

Camilan ini jadi pilihan sehat bagi penderita diabetes karena tidak menyebabkan lonjakan gula darah signifikan.

"Cemilan malam ini sebaiknya dikonsumsi sekitar 1–2 jam sebelum tidur. Jadi misalnya kalau Teman Sehat mGanik mau tidur jam 10.00 malam, maka terakhir kali konsumsi cemilan ini yaitu sekitar pukul 8.00 atau pukul 9.00 malam," tegas dr. Raphael.

Waktu makan juga penting agar metabolisme tubuh terjaga selama puasa Ramadhan.

Dengan mengikuti panduan ini, penderita diabetes tetap bisa menikmati buka puasa dengan nyaman. Termasuk juga menyantap makanan manis yang lebih sehat dan aman bagi tubuh.

 

EDITOR: Ilham Safutra