JawaPos.com - Bulan suci Ramadhan adalah momen terbaik untuk memperbanyak ibadah, termasuk membaca atau mengkhatamkan Al-Qur’an.
Nilai pahala yang didapat dari membaca Al-Qur'an di bulan Ramadhan tentu saja berbeda dari hari-hari biasa. Di bulan penuh berkah dan ampunan ini, pahala mengaji akan dilipatgandakan seperti halnya amalan kebaikan lainnya.
Bulan Ramadhan juga dikenal sebagai bulan Al-Qur'an. Pasalnya, di bulan spesial ini, Allah menurunkan Al-Qur'an pertama kalinya kepada Nabi Muhammad.
Banyak orang menargetkan khatam minimal satu kali selama Ramadhan, tapi sering kali gagal karena kurangnya perencanaan, waktu yang tidak konsisten, atau sudah terlanjur lelah dengan aktivitas seharian.
Mengharamkan Al-Qur'an sebenarnya cukup mudah apabila mengetahui cara untuk menyiasatinya. Dengan strategi yang tepat, target khatam Al-Qur’an selama Ramadhan bisa tercapai tanpa harus merasa terbebani.
Berikut 9 tips mengkhatamkan Al-Qur’an yang bisa dipraktikkan selama bulan suci Ramadhan:
1. Tentukan Target Khatam Sejak Awal Ramadhan
Al-Qur’an terdiri dari 30 juz. Karena Ramadhan juga 30 hari, kamu bisa menargetkan 1 juz per hari. Agar tidak terlalu memberatkan, ini bisa dibagi setengah juz setelah Subuh dan setengah juz setelah Maghrib. Jika dibaca 1 juz sekaligus juga oke membutuhkan kurang lebih setengah jam.
Yang perlu diingat, target kecil tapi konsisten jauh lebih efektif daripada target besar tapi sering bolong.
2. Bagi Waktu Membaca di Antara Waktu Sholat
Mengaitkan tilawah dengan sholat juga bikin kamu lebih disiplin. Dengan pola ini, 1 juz per hari terasa ringan dan tidak akan terasa melelahkan.
Misalnya baca Al-Qur'an 2 halaman setelah Subuh, 4 halaman setelah Dzuhur, 4 halaman setelah Ashar, 4 halaman setelah Maghribz dan 2 halaman setelah Isya/Tarawih.
3. Pilih Waktu yang Paling Merasa Tenang dan Nyaman
Setiap orang punya “jam emas” untuk fokus. Biasanya waktu terbaik membaca Al-Qur’an saat Ramadhan adalah setelah Subuh karena pikiran masih segar. Bisa juga membaca Al-Qur'an saat menunggu waktu berbuka, atau mungkin setelah Tarawih.
Disesuaikan dengan waktu paling nyaman buat masing-masing dari kalian. Karena setiap orang memiliki waktu emas berbeda-beda sesuai dengan kegiatan dan kesibukan masing-masing. Cari waktu di mana kamu merasa paling tenang dan nyaman.
4. Gunakan Metode Sedikit Tapi Rutin
Membaca Al-Qur'an tidak perlu langsung baca lama. Kunci khatam Al-Qur’an adalah istiqamah. Lebih baik baca 4 halaman tapi setiap hari, daripada 1 juz tapi cuma 2 hari sekali.
Misalkan lagi capek, cukup baca 1–2 halaman dulu. Yang penting jangan sampai berhenti total.
5. Manfaatkan Momen di Masjid
Kalau kamu sering ke masjid, manfaatkan sejumlah waktu untuk membaca Al-Qur'anm Misalnya sebelum adzan, menunggu iqamah, atau setelah sholat berjamaah.
Membaca Al-Qur’an di masjid juga bikin hati lebih tenang karena suasananya lebih khusyuk, apalagi di bulan Ramadhan saat suasana ibadah terasa lebih hidup.
6. Baca Terjemahan agar Lebih Bermakna
Target khatam bukan cuma soal jumlah halaman, tapi juga kualitas interaksi dengan Al-Qur’an. Kalau punya waktu lebih, sebaiknya juga membaca terjemahan atau tafsir singkat dari ayat Al-Qur'an yang dibaca agar lebih paham isi ayat, lebih termotivasi lanjut membaca, dan akan bikin hati lebih tersentuh.
7. Pasang Pengingat
Gunakan alarm di handphone sebagai pengingat apakah sudah mengaji Al-Qur'an hari ini. Jika sudah mengaji, dapat mencentang target harian. Namun jika belum, sebaiknya mencari waktu paling tepat untuk mengaji.
Ada sasa puas saat kita mencentang target harian dan itu akan bikin ketagihan dan lebih produktif.
8. Jangan Terlalu Keras pada Diri Sendiri
Kalau suatu hari kamu bolong membaca Al-Qur’an karena capek, kerjaan, atau haid (bagi perempuan), jangan lantas merasa gagal.
Perlu diingat bahwa Ramadhan bukan lomba, tapi perjalanan. Yang penting adalah kembali melanjutkan, bukan berhenti selamanya.
9. Niatkan Karena Allah, Bukan Sekadar Target
Niat yang lurus bikin ibadah jadi lebih ringan. Seandainya target mengkhatamkan Al-Qur'an tidak tercapai di Ramadhan tahun ini tidak masalah. Yang paling penting ada peningkatan dari Ramadhan tahun lalu, ada kedekatan kita dengan Al-Qur’an, dan ada usaha yang konsisten.