JawaPos.com - Hari kedua Ramadan 1447 Hijriah menjadi kesempatan berharga bagi umat Muslim di Malang untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah. Bulan suci ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, serta mendekatkan hati kepada Allah SWT.
Agar ibadah puasa berjalan dengan baik dan tepat waktu, umat Islam perlu memperhatikan jadwal imsakiyah sebagai pedoman sahur, berbuka, dan pelaksanaan salat lima waktu. Ketepatan mengikuti waktu-waktu ini mencerminkan ketaatan sekaligus melatih kedisiplinan spiritual selama Ramadan.
Dilansir dari laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, berikut jadwal imsakiyah untuk wilayah Malang pada Jumat, 20 Februari 2026.
Imsak: 04.07 WIB
Subuh: 04.17 WIB
Terbit: 05.30 WIB
Duha: 05.58 WIB
Zuhur: 11.47 WIB
Asar: 14.54 WIB
Magrib (Buka Puasa): 17.56 WIB
Isya’: 19.06 WIB
Waktu Magrib merupakan saat yang dinantikan karena menjadi tanda berbuka puasa. Dalam sunnah Rasulullah SAW, umat Islam dianjurkan untuk menyegerakan berbuka sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Allah SWT telah menetapkan puasa sebagai ibadah wajib yang memiliki tujuan mulia, sebagaimana firman-Nya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menegaskan bahwa puasa adalah sarana pembinaan jiwa. Dengan berpuasa, seseorang belajar menahan hawa nafsu, menjaga perilaku, serta meningkatkan kesadaran spiritual dalam setiap aktivitas.
Puasa memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa adalah perisai.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Makna perisai dalam hadis ini menunjukkan bahwa puasa melindungi manusia dari perbuatan dosa sekaligus menjadi benteng dari api neraka.
Dalam hadis lainnya disebutkan:
“Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Kebahagiaan tersebut bukan hanya bersifat fisik saat berbuka, tetapi juga kebahagiaan batin karena telah menjalankan perintah Allah dengan penuh keikhlasan.