← Beranda
Puasa Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker? Fakta Ilmiah, Mekanisme dalam Tubuh, dan Sumber Protein yang Aman untuk Penderita Kanker
Sukma AyuMinggu, 2 Maret 2025 | 11.26 WIB
Ilustrasi bulan Ramadhan segera. (Freepik)

JawaPos.com–Puasa bukan sekadar ibadah yang penuh keberkahan, tetapi juga memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh. Banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat membantu meningkatkan sistem imun dan mencegah berbagai penyakit kronis, termasuk kanker.

Dalam dunia medis, konsep ini semakin banyak diperbincangkan, terutama karena puasa diyakini mampu mengaktifkan proses autophagy, mekanisme alami tubuh dalam membersihkan sel-sel rusak, termasuk sel kanker. Namun, bagaimana sebenarnya mekanisme tubuh dalam melawan sel kanker saat berpuasa?

Dilansir dari laman YouTube dr. Zaidul Akbar Official, puasa berperan dalam meningkatkan body defense system, atau sistem pertahanan tubuh. Salah satu cara kerja puasa dalam menghambat pertumbuhan sel kanker adalah dengan memicu respons sistem imun. Termasuk aktivasi makrofag, neutrofil, dan limfosit, yang berfungsi memakan atau mengeliminasi sel kanker.

Selain itu, puasa juga membantu mengurangi inflamasi dalam tubuh, yang sering menjadi pemicu berkembangnya sel kanker. Bahkan, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa puasa mampu menurunkan kadar gula dalam darah, sementara sel kanker diketahui sangat bergantung pada gula sebagai sumber energinya.

Namun, bagi penderita kanker, pemilihan makanan saat puasa menjadi sangat krusial, terutama dalam hal konsumsi protein. Ada anggapan bahwa protein hewani dapat memperburuk kondisi kanker, sementara di sisi lain tubuh tetap membutuhkan protein untuk mempertahankan massa otot dan mendukung pemulihan.

Lantas, bagaimana cara mendapatkan asupan protein yang aman bagi penderita kanker? Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai mekanisme puasa dalam melawan sel kanker serta jenis protein yang baik untuk dikonsumsi oleh penderita kanker.

  1. Bagaimana Puasa Dapat Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker?

Dalam tubuh manusia, terdapat dua jenis sistem imun, yaitu sistem imun bawaan (innate immune system) dan sistem imun adaptif (adaptive immune system). Kedua sistem ini bekerja sama untuk melindungi tubuh dari berbagai ancaman, termasuk sel kanker.

Saat seseorang berpuasa, tubuh akan memasuki fase yang dikenal sebagai autophagy, yaitu proses di mana sel-sel yang sudah tua, rusak, atau abnormal (termasuk sel kanker) dihancurkan dan didaur ulang menjadi energi baru. Selain itu, puasa juga menurunkan kadar insulin dan gula darah, yang merupakan sumber utama energi bagi sel kanker.

Sel kanker sangat menyukai gula, sehingga dengan membatasi asupan gula selama puasa, pertumbuhannya bisa ditekan. Lebih lanjut, puasa juga dapat mengurangi peradangan dalam tubuh, yang sering kali menjadi pemicu berkembangnya sel kanker.

Beberapa manfaat puasa dalam melawan kanker meliputi:

- Mengaktifkan autofagi untuk menghancurkan sel-sel rusak dan abnormal

- Meningkatkan respons sistem imun dalam mengenali dan menyerang sel kanker

- Menurunkan kadar insulin yang berperan dalam pertumbuhan sel kanker

- Mengurangi peradangan, yang sering menjadi faktor utama penyebaran kanker

  1. Makanan yang Dapat Memicu atau Menghambat Kanker

Saat berbicara tentang kanker, penting untuk memahami bahwa sel kanker memiliki makanan favorit yang mempercepat pertumbuhannya. Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari penderita kanker meliputi.

- Gula Pasir & Karbohidrat Olahan – Sel kanker sangat bergantung pada gula sebagai sumber energi utama.

- Lemak Trans & Minyak Goreng Olahan – Lemak trans dapat menyebabkan peradangan kronis yang mempercepat pertumbuhan kanker.

- Makanan Olahan & Berbahan Sintetis – Bahan kimia dalam makanan olahan dapat memperparah kondisi kanker.

Sebaliknya, ada pula makanan yang bersifat anti-kanker dan membantu memperkuat sistem imun, seperti:

- Sayuran Hijau & Brokoli – Mengandung sulforaphane yang dapat melawan sel kanker.

- Habbatussauda – Memiliki efek anti-inflamasi dan dapat mendukung sistem imun tubuh.

- Makanan Kaya Antioksidan – Seperti alpukat, teh hijau, dan buah beri untuk menangkal radikal bebas.

  1. Bagaimana dengan Protein? Mana yang Aman untuk Penderita Kanker?

Salah satu dilema terbesar bagi penderita kanker adalah asupan protein. Di satu sisi, tubuh membutuhkan protein untuk regenerasi sel dan memperkuat daya tahan tubuh. Namun, ada beberapa jenis protein, terutama protein hewani, yang jika tidak dikonsumsi dengan benar dapat memicu peradangan dalam tubuh.

Protein Hewani: Boleh atau Tidak?

Menurut dr. Zaidul Akbar, penderita kanker sebaiknya menghindari protein hewani selama 3 bulan pertama pasca-diagnosis. Hal ini karena protein hewani yang dikonsumsi tanpa serat dan cukup air dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh. Namun, ada pengecualian, yaitu ikan yang tidak terpapar logam berat seperti.

- Ikan Gabus – Mengandung albumin yang membantu regenerasi sel

- Ikan Lele Liar – Bukan hasil budidaya dengan pakan buatan

- Ikan Toman – Mengandung nutrisi yang baik untuk penyembuhan

Alternatif Protein Nabati yang Aman

Bagi penderita kanker yang ingin tetap mendapatkan asupan protein tanpa risiko peradangan, beberapa sumber protein nabati yang baik meliputi.

- Alpukat – Kaya akan protein dan lemak sehat

- Habbatussauda – Mengandung protein serta antioksidan alami

- Brokoli – Mengandung banyak protein serta senyawa anti-kanker

  1. Pola Makan Sehat Saat Puasa untuk Mencegah dan Mengatasi Kanker

Agar manfaat puasa dalam melawan kanker bisa lebih optimal, berikut adalah beberapa tips pola makan yang bisa diterapkan.

  1. Saat Sahur

Konsumsi makanan tinggi serat dan protein nabati, seperti brokoli, alpukat, dan kacang-kacangan. Hindari karbohidrat olahan dan gula yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker.

  1. Saat Berbuka

Mulai berbuka dengan kurma dan air putih untuk mengembalikan energi secara alami. Hindari makanan berminyak dan olahan yang bisa menyebabkan inflamasi.

  1. Perbanyak Air dan Herbal

Minum cukup air untuk membantu proses detoksifikasi tubuh. Konsumsi herbal seperti habbatussauda dan teh hijau untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Puasa bukan hanya ibadah yang mendatangkan pahala, tetapi juga memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh, terutama dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Melalui mekanisme autofagi, peningkatan sistem imun, dan pengurangan kadar gula darah, puasa dapat menjadi terapi alami yang membantu tubuh melawan sel kanker secara efektif.

Bagi penderita kanker, penting untuk memperhatikan asupan makanan selama puasa, terutama dalam memilih sumber protein yang aman. Dengan menghindari makanan yang memicu pertumbuhan sel kanker dan menggantinya dengan makanan bergizi tinggi, puasa bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang mendukung kesembuhan dan kualitas hidup yang lebih baik.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah