← Beranda

Sering Bau Mulut Saat Puasa? Ini 7 Cara Ampuh yang Dapat Meminimalisir Bau Mulut saat Puasa

Natania ValentineSabtu, 16 Maret 2024 | 19.40 WIB
Ilustrasi bau mulut. (Sumber: freepik/azerbaijan_stockers)

JawaPos.com - Puasa menghadirkan kebahagiaan bagi umat Muslim. Selain dapat memaksimalkan pahala, puasa juga memberikan manfaat bagi kesehatan jasmani.

Sayangnya, masalah yang kerap kali dijumpai dan mengganggu dalam menjalani puasa adalah bau mulut.

Dikutip dari upk.kemenkes.co.id, bau mulut dipicu oleh beberapa hal, diantaranya adalah terkait dengan makanan yang kita konsumsi saat santap sahur yang cenderung berbau menyengat, sehingga menyebabkan bakteri berkembang biak dengan cepat.

Dikutip dari siloamhospital.com (9/10), faktor lain yang menyebabkan bau mulut adalah kurangnya menjaga kebersihan mulut dan gaya hidup yang tidak sehat. Tentunya, bau mulut yang dialami oleh seseorang cenderung dapat mengurangi rasa percaya dirinya.

Maka dari itu, penderita sering kali mencari cara untuk mengatasi bau mulut tersebut, baik secara alami maupun dengan bantuan ahli medis.

Cara Menghilangkan Bau Mulut

1. Hindari makanan penyebab bau mulut

Cara utama untuk menghindari bau mulut adalah dengan menghindari konsumsi makanan tertentu yang menyebabkannya, seperti petai, bawang putih, jengkol, durian dan lainnya.

Makanan-makanan ini mengandung senyawa yang dapat menghasilkan senyawa sulfur saat dicerna yang kemudian menyebabkan bau mulut.

Oleh karena itu, disarankan untuk membatasi konsumsi makanan tersebut atau menyikat gigi setelah mengonsumsinya untuk menghilangkan bau mulut.

2. Minum air putih 2-3 liter perhari ketika sahur dan berbuka puasa

Baca Juga: Han So Hee Akui Berkencan dengan Ryu Jun Yeol, Ungkap akan Minta Maaf Kepada Hyeri

Mulut yang kering dalam jangka waktu yang panjang cenderung menghasilkan aroma yang tidak menyenangkan. Biasanya, kekeringan mulut disebabkan oleh kurangnya produksi air liur.

Untuk mengatasi ini, Anda dapat secara teratur minum setidaknya 2 liter air putih setiap harinya. Minum air putih juga dapat membersihkan sisa-sisa makanan dari rongga mulut Anda yang dapat menjadi penyebab bau mulut.

3. Menggosok gigi dan lidah dengan sempurna

Salah satu cara alami untuk mengatasi bau mulut adalah dengan menjaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi dan lidah.

Rongga mulut yang bersih dan sehat akan menghindari berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah bau mulut.

Oleh karena itu, disarankan untuk rutin menyikat gigi dua kali sehari, yaitu sesudah berbuka dan sesudah sahur.

4. Menghindari merokok saat berbuka dan sahur

Perokok seringkali memiliki nafas yang sangat beraroma dan menyebabkan bau mulut yang tidak sedap.

Langkah terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok.

Selain membantu menghilangkan bau mulut, berhenti merokok juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan secara keseluruhan.

5. Hindari tidur terlalu lama

Bau mulut saat bangun tidur merupakan kondisi umum akibat berkurangnya produksi air liur saat tidur sehingga mulut menjadi relatif lebih kering daripada biasanya.

Saat berpuasa, hindari tidur terlalu lama. Atur pola tidur yang baik untuk menghindari bau mulut saat bangun dari tidur.

6. Flossing gigi

Membersihkan sela-sela gigi dengan benang khusus, yang disebut flossing adalah metode untuk menghilangkan bau mulut.

Tetapi, perlu dilakukan dengan hati-hati, hindari menggesek benang terlalu keras karena dapat menyebabkan gusi berdarah.

7. Gunakan obat kumur

Menggunakan obat kumur merupakan metode yang cukup efektif untuk mengatasi bau mulut. Biasanya, bau mulut disebabkan oleh keberadaan bakteri di dalam mulut.

Namun, penting untuk diingat bahwa berkumur dengan obat kumur, terutama yang mengandung alkohol, sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering karena dapat menyebabkan kekeringan mulut.

Selain itu, disarankan untuk tidak menggunakan obat kumur secara bersamaan dengan menyikat gigi karena obat kumur dan pasta gigi biasanya mengandung bahan aktif yang sama.

Dengan menerapkan 7 tips yang bisa mengurangi bau mulut selama puasa, diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri saat berinteraksi sosial dan beribadah selama bulan Ramadhan.

EDITOR: Hanny Suwindari