← Beranda

Penjelasan Soal Sunnah Berangkat-Pulang Salat Id Gunakan Jalan Berbeda

Bintang PradewoSenin, 2 Mei 2022 | 15.05 WIB
Suasana malam takbiran dan salat Idul Fitri di Masjid Agung Demak Kabupaten Demak Jawa Tengah.
JawaPos.com - Rasulullah SAW melaksanakan salat Idul Fitri dari mulai berangkat dan pulang menggunakan jalan berbeda. Berangkat dari apa yang telah dilakukan Baginda Nabi tersebut, umat Islam pun sunnah hukumnya melakukan hal yang sama.

Dosen Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur’an (PTIQ), Dr. Abdul Muid Nawawi mengatakan, ulama memiliki penafsiran berbeda beda dalam memberikan penjelasan tentang hal ini. Perbedaan penafsiran tersebut tentu dikontekstualisasikan dengan hadits Nabi lain dan menjadikannya sebagai penjelas. Posisi hadits dalam Islam selain bisa menjelaskan Alquran, tapi juga bisa menjelaskan hadits lain dengan pemahaman teks pada konteks.

Ada yang menafsirkan sunnah menggunakan jalan berbeda saat berangkat dan pulang dari melaksanakan salat Idul Fitri menggunakan jalan berbeda supaya langkahnya jadi lebih panjang. Karena dalam setiap langkah bisa menghapus dosa dosa. Ada juga yang menafsirkan supaya pahala yang didapatkan jadi semakin banyak.

Bagi Abdul Muid Nawawi, memilih jalan berbeda saat melaksanakan salat Idul Fitri dan ketika pulang ke rumah supaya bisa menjalin silaturahmi dan bermaaf-maafan dengan lebih banyak orang.

"Filosofinya, orang kan di momen lebaran ada tradisi bermaaf-maafan. Maksudnya gini, kalau kita jalan dengan jalan yang sama, maka kita aka bersilaturhami dengan orang yang sama. Tapi kalau lewat jalan berbeda, kita silaturahmi dengan orang berbeda. Jadi lebih banyak orang yang kita ajak silaturahmi," katanya kepada JawaPos.com.

Bagi lelaki yang juga dosen Universitas Paramadina itu, hadits Nabi tentang memilih jalan berbeda saat berangkat dan pulang dari melaksanakan salat Idul Fitri lebih masuk akal dengan penjelasan soal silaturahmi.

"Hadits itu ingin mengarah ke sana sesungguhnya walaupun disimbolkan dengan menghapus dosa atau mendapat pahala lebih banyak," tuturnya lebih lanjut.
EDITOR: Bintang Pradewo