JawaPos.com - Hari Raya Idul Fitri kian dekat. Jumlah pengunjung kawasan wisata religi Ampel melonjak pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Selain berdoa, masyarakat datang untuk iktikaf di Masjid Agung Sunan Ampel dan berbelanja kebutuhan Ramadan.
Keramaian kawasan Ampel terpantau Sabtu (23/4) malam. Pengunjung memadati sejumlah lokasi. Mulai pintu masuk, area masjid, hingga makam dan pusat perbelanjaan.
Kepadatan peziarah juga terlihat dari banyaknya kendaraan yang parkir. Terjadi kemacetan di Jalan Pegirian dan Jalan Nyamplungan. Kendaraan peziarah memadati dua jalur utama Ampel tersebut.
Adanya lonjakan peziarah membawa berkah bagi para pedagang. Pendapatan mereka naik tiga kali lipat. ”Alhamdulillah. Ini lebih banyak dibanding tahun lalu,” kata Rofii, penjual roti maryam.
Pria tersebut menjelaskan bahwa lonjakan pengunjung terjadi pada malam ganjil. Selain dari Surabaya, banyak peziarah yang datang dari luar kota. Banyak pula yang rela menginap demi merasakan malam Laitul Qadar di Ampel.
Camat Semampir Yongki Kuspriyanto mengatakan bahwa kenaikan pengunjung Ampel sudah diantisipasi. Pengamanan dilakukan selama 24 jam. ”Sudah dilakukan pembagian sif untuk petugas satpol PP,” kata Yongki.
Menurut dia, keamanan peziarah menjadi prioritas utama. Satpol PP mendapat bantuan dari Polri dan TNI. Personel disebar ke sejumlah titik untuk mengawasi peziarah.
Ada lima titik posko keamanan yang dibentuk. Yakni, di area makam, masjid, akses utama, parkir, dan toilet umum. Seluruh personel gabungan disebar untuk mengawasi protokol kesehatan.
Yongki mengatakan bahwa saat ini memang ada sejumlah hal yang menjadi perhatian bersama. Salah satunya terkait dengan masalah parkir. Penumpukan kendaraan berpotensi mendorong kemacetan.
Solusinya, ada petugas dinas perhubungan (dishub) yang disiagakan di Jalan Nyamplungan dan Pegirian. Tidak hanya mengatur parkir. Petugas juga memastikan tidak terjadi kemacetan di jalan raya.