JawaPos.com – Mual merupakan gejala suatu kondisi saat perut terasa tak nyaman dan ingin mengeluarkan isinya atau dikenal sebagai muntah.
Meski tak selamanya mual berujung pada muntah, mual bisa terjadi dengan atau tanpa gejala misalnya pusing dan kram perut.
Mual kerap dianggap sepele dan bisa terjadi kepada siapapun, nyatanya mual dapat menandakan masalah kesehatan seseorang.
Dikutip JawaPos.com dari Real Simple, Jumat (10/11), ada beberapa penyebab mual yang bersifat ringan dan bisa membaik dengan sendirinya, serta bersifat serius yang memerlukan bantuan ahli medis.
Lalu, apa penyebabnya? Mari simak 10 penyebab paling umum perut mual, dari kondisi pencernaan hingga makan terlalu banyak di bawah ini.
- Kondisi pencernaan
Seseorang yang merasa mual mungkin mengindikasikan adanya masalah perut misal GERD dan asam lambung naik ke kerongkongan menyebabkan perut terasa tidak nyaman, kata pendiri sekaligus direktur medis Case Integrative Health, Casey Kelley.
Penyebab lainnya ialah tukak lambung atau luka di perut atau usus kecil. Tukak lambung menyebabkan peradangan dan nyeri, mendorong reseptor ke area tersebut untuk memperingatkan otak akan adanya gangguan usus, sehingga tubuh merespons lewat rasa mual.
Gangguan pada sistem pencernaan termasuk mulut, kerongkongan, lambung, dan usus juga bisa menyebabkan mual. Contohnya penyakit crohn dan gastroparesis, suatu kondisi yang memperlambat pengosongan lambung.
Kelley menyebut jika seseorang mengalami mual berkepanjangan dengan gejala kembung, diare, atau sembelit harus mengunjungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.
- Rasa sakit yang luar biasa
Kondisi yang menyebabkan rasa sakit parah seperti cedera fisik atau operasi dapat menyebabkan rasa mual. Hal ini karena rasa sakit melepaskan hormon adrenalin yang mengaktifkan reseptor seluler di usus dan otak.
Mual juga bisa terjadi setelah operasi, saat obat bius habis dan sensasi nyeri bertambah, nantinya muncul rasa mual.
- Pengobatan
Dokter sekaligus penulis buku Eat to Beat Disease: The new Science of How Your Body Can Heal Itself, William W. Li mengatakan mual menjadi efek samping dari pengobatan misal obat kemoterapi merupakan penyebab mual paling terkenal, namun antibiotik dan pereda nyeri bisa juga memicu sakit perut dan mual.
Li menambahkan obat-obatan dapat memicu reseptor di usus yang memberi tahu tubuh bahwa ada zat yang berpotensi berbahaya di dalam darah, nantinya tubuh akan merespons dengan mual dan muntah sebagai mekanisme pertahanan untuk membuang zat asing.
- Infeksi
Salah satu kondisinya ialah flu perut, biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus yang menimbulkan iritasi dan peradangan usus menyebabkan mual atau muntah.
Kelly mengatakan beberapa jenis infeksi memicu mual terutama yang disebabkan keracunan makanan saat mengonsumsi kandungan patogen berbahaya misal E. coli atau Salmonella. Infeksi virus seperti norovirus dan rotavirus juga bisa menyebabkan mual, muntah, diare, dan sakit perut.
Lebih lanjut Kelly mengatakan keracunan makanan dan infeksi virus bisa hilang dengan sendirinya asal tetap terhidrasi dan banyak istirahat. Jika gejala terjadi lebih dari tiga hari, disarankan meminta bantuan ahli medis.
- Mabuk
Mabuk perjalanan dan mabuk laut bisa menjadi penyebab umum mual. Kelly menjelaskan awalnya gerakan dirasakan melalui jalur sistem saraf yang berbeda, saat tubuh bergerak misal berjalan, jalur ini berfungsi secara terkoordinasi.
Saat tubuh bergerak cepat dan melihat sesuatu yang diam, sistem saraf menerima sinyal bertentangan timbulkan sensasi tak nyaman dikenal sebagai mabuk perjalanan. Berlaku juga untuk cybersickness, ketika seseorang melihat layar handphone terus-menerus saat berkendara menyebabkan mual dan pusing.
- Migrain
Kondisi ini menyebabkan sakit kepala yang berulang kali dan berdenyut, bagi beberapa penderita migrain hal ini memicu rasa mual disertai pusing dan masih banyak lagi. Faktanya, mual jadi salah satu dari beberapa gejala yang membedakan migrain dengan sekedar sakit kepala.
- Stres
Otak dan saluran pencernaan memiliki hubungan erat secara fisik dan kimia atau dikenal dengan istilah brain gut axis. Hal ini menjadi alasan mengapa stres seperti serangan panik, fobia, dan gangguan stres pascatrauma memicu gejala fisik.
Baca Juga: Pantangan Minuman yang Perlu Dihindari Bagi Penderita Asam Urat, Menjaga Kesehatan dengan Bijak
Li menjelaskan salah satu contoh yang terjadi yakni saat seseorang cemas atau stres, tubuh akan memproduksi hormon tertentu secara berlebihan. Hormon ini menyebabkan pelepasan neurotransmitter yang mengaktifkan bagian otak yang terlibat dalam rasa mual.
- Kehamilan
Beberapa wanita hamil mengalami mual dan muntah selama trimester pertama, kadang juga pada trimester kedua dan ketiga. Biasanya mual dirasakan saat pagi hari dan menyerang kapan saja.
Penyebab mual di pagi hari ialah perubahan hormon yang terjadi secara tiba-tiba khususnya progesterone dan estrogen. Hormon pemicu mual lainnya ialah Human Chorionic Gonadotropin (HCG), yang produksinya meningkat setelah pembuahan.
- Gangguan tiroid
Kelenjar tiroid yang terlalu aktif maupun kurang aktif mengontrol hormon metabolisme tubuh dapat menyebabkan mual. Buruknya dokter seringkali mengobati kondisi ini dengan obat-obatan yang juga memicu mual sebagai efek sampingnya.
- Makan terlalu banyak
Kelley menyebut makan dalam porsi banyak bisa memicu rasa mual terutama jika menyangkut makanan pedas atau tinggi lemak. Hal ini juga bisa menyebabkan peradangan pada lapisan lambung atau dikenal maag.
Berdasarkan 10 penyebab umum mual di atas, terdapat cara mengatasi rasa mual menggunakan obat alami yang mudah ditemukan di sekitar yakni jahe dan peppermint.
Kelly menjelaskan saat seseorang mual, bisa mengonsumsi teh jahe atau lebih mudahnya permen rasa jahe yang bisa dimakan sembari bepergian. Dapat juga minum teh peppermint atau menghirup aroma peppermint oil, jangan lupa oleskan ke pergelangan tangan dan leher.
Ada pula mengatasi mual non-makanan dengan menempelkan kompres dingin ke bagian belakang leher. Li menyebut ambil napas dalam-dalam dan rileks bisa membantu menenangkan sinyal otak yang sebabkan mual