← Beranda

5 Fakta Tentang Hercules Penabrak Gunung di Papua yang harus Anda Ketahui

Thomas KukuhSenin, 19 Desember 2016 | 16.12 WIB
Tim Evakuasi saat melakukan evakuasi terhadap jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules A1344 di Perbukitan Lisuwa, Kampung Minimo Distrik Asolokobal, Kabupaten Jayawijaya, Minggu (18/12).

JawaPos.com - Peristiwa jatuhnya pesawat  Hercules A-1334 TNI AU di bukit di sekitar Bandara Wamena, Minggu (18/12) menambah daftar panjang kecelakan alutsista milik TNI yang memakan prajurit terbaiknya. Ya, akibat peristiwa itu, 13 orang, 12 di antaranya prajurit gugur. 



Pesawat Hercules jenis C-130 itu hancur di Gunung Lisuwa, Distrik Minimo, Kabupaten Jayawijaya. Pesawat dinyatakan hilang kontak pukul 06.09 WIT. Setelah satu menit sebelumnya masih berputar di angkasa bersiap-siap mendarat. 



Kejadian itu menambah panjang nasib tragis armada Hercules milik TNI-AU. Tahun lalu pesawat jenis yang sama jatuh ke permukiman beberapa saat setelah lepas landas di Medan. Sekitar 140 nyawa melayang saat itu. Dua Hercules tersebut berasal dari Skuadron 32 yang bermarkas di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. 



 



Berikut 5 fakta tentang Hercules C-130:  



- Dioperasikan sejak 1980 oleh Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF).



- Dihibahkan kepada TNI-AU pada Februari 2016.



- Merupakan satu di antara lima jenis pesawat Hercules C-130 yang diperoleh melalui proses hibah dan dibeli dari Angkatan Udara Australia.



- Rencananya, TNI-AU memperoleh 9 pesawat Hercules C-130 dari Australia, 5 unit di antaranya didapatkan dengan membeli dan 4 lainnya diperoleh melalui proses hibah



- Menyisakan 69 jam dari 1.000 jam terbang untuk menuju waktu pemeliharaan rutin pesawat. 



(mia/jun/tyo/jpg/ang)



 

EDITOR: Thomas Kukuh