JawaPos.com - Pernahkah mengalami ponsel atau smartphone cepat panas? Masalah itu biasanya disebabkan beberapa hal. Untuk itu, cepat ketahui penyebabnya.
Keadaan ponsel yang terlalu panas sangat tidak nyaman bagi penguna dan berbahaya. Umumnya, tidak sedikit kejadian ponsel meledak ketika sedang di-charging. Umumnya diawali dengan ponsel itu panas.
Dikutip dari sejumlah sumber, dalam kondisi normal, suhu ponsel tidak lebih dari 45 derajat celcius. Kemudian, sering bermain game bisa menyebabkan suhu ponsel jadi panas drastis.
Selain itu, ada beberapa alasan yang menyebabkan ponsel cepat panas. Berikut ini penyebab sekaligus solusinya yang dilansir JawaPos.com dari laman resmi Avast.
1. Terkena Sinar Matahari secara Langsung
Penyebab pertama, ponsel terkena sinar matahari secara langsung. Hal ini meningkatkan suhu secara signifikan untuk smartphone-nya. Perangkat yang terbuat dari berbagai komponen metal, menyerap panasnya sinar matahari.
Umumnya, orang yang mengalami masalah ini adalah mereka yang bekerja outdoor. Solusinya dengan memindahkan Ponsel agar tidak terkena sinar matahari dalam waktu lama.
2. CPU Menanggung Beban Berlebihan
Secara garis besar, orang yang bermain game online, pekerjaan multitasking, atau ponsel yang digunakan dalam jangka waktu lama berasal dari penyebab ini. Kinerja perangkat seperti chipset, RAM, dan yang lain menjadi lebih berat daripada saat standby.
Apalagi kalau spesifikasi perangkat ponsel tidak mumpuni (spesifikasi kentang), jika dipaksa untuk mengerjakan tugas berat bisa dipastikan suhunya akan meningkat drastis.
Untuk mengatasi masalah ponsel cepat panas dari penyebab ini, pastikan tidak menggunakan ponsel untuk sesuatu di luar kemampuannya. Selain itu, pengguna dapat mencoba menghapus beberapa aplikasi yang berjalan di latar belakang.
3. Masalah di Charger atau Baterai
Sebagai sumber daya smartphone, baterai yang rusak dapat memberi risiko untuk penggunanya. Apalagi kalau charger dan baterai keduanya sudah rusak, ini merupakan PR penting agar tidak terjadi kasus ponsel meledak.
Jika penyebabnya adalah baterai atau charger, lebih baik melakukan maintenance penggantian agar aman. Tandanya yang paling umum terjadi ponsel terasa sangat panas saat di-charge.
Saran lainnya adalah tidak menggunakan kepala charger dan kabel USB bukan asli. Sesuaikan juga kapasitas kecepatan pengisian berdasarkan daya yang bisa ditampung oleh ponsel. Kepala charger 260 W tidak cocok untuk ponsel dengan maksimal pengisian 18 W.
4. Pengaturan Internal Ponsel yang Memberatkan Perangkat
Beberapa pengaturan tersebut antara lain kecerahan, widget, dan wallpaper 3D. Mengaktifkan semua tampilan memang bagus untuk dipandang, tetapi pada waktu bersamaan membuat kinerja perangkat lebih berat.
Pengguna dapat menghapus beberapa widget di homepage yang tidak digunakan, mengganti dengan wallpaper biasa, atau mengatur kontras dengan kecerahan secukupnya.
5. Kurang Pendingin sebagai Perangkat Pendukung Ponsel
Sebagaimana sebuah komputer yang membutuhkan pendingin tambahan, apalagi untuk kinerja berat seperti bermain gim, desain grafis, atau rendering video. Ponsel juga demikian, oleh karenanya menambah perangkat pendukung seperti pendingin (cooler) akan mencegah ponsel overheat.
Di zaman sekarang, ada banyak produk cooler ponsel universal, jadi bisa dipasang untuk semua merek dan tipe. Menambah cooler bukan ide yang buruk jika pengguna memakai ponsel untuk kerja berat.
6. Streaming Konten Video dalam Jangka Waktu Lama
Menonton film atau video secara streaming, memaksa koneksi internet terus berjalan di latar belakang ponsel. Jika menggunakan paket data untuk streaming, ada baiknya mengalihkan pakai WiFi.
Pasalnya, ponsel yang menggunakan WiFi akan lebih irit daya serta tidak cepat panas alih-alih menggunakan paket data untuk streaming dalam jangka waktu lama.
7. Pembaruan Perangkat Lunak Otomatis
Software ponsel biasanya akan diperbarui secara otomatis jika terhubung ke koneksi WiFi. Proses pembaruan memang berada di latar belakang, ini dapat membuat HP cepat panas, apalagi ditambah untuk bermain gim sambil dicas.
Pengguna dapat mematikan pembaruan perangkat lunak dan aplikasi otomatis, mengaturnya manual saat ponsel tidak sedang digunakan. Cara ini terbilang efektif untuk mencegah peningkatan suhu yang signifikan.
8. Serangan Malware atau Virus
Tanda terkena serangan malware dan virus secara umum adalah ponsel menjadi lemot serta cepat panas. Namun, untuk memastikannya pengguna bisa memasang antivirus, mengecek aplikasi yang terpasang, dan memberhentikan sistem yang tidak dikenali.
Risiko ponsel terkena virus bukan hanya mengurangi performanya, melainkan juga bisa berakibat buruk untuk keamanan dan privasi data.
Virus dalam bentuk aplikasi yang dikirim melalui WhatsApp menjadi pembicaraan belakangan ini. Itu dapat mencuri data serta memberi kerugian materi untuk penggunanya.
Penanganan ponsel cepat panas akan lebih efektif jika mengetahui penyebabnya. Sehingga pengguna bisa langsung menyelesaikan permasalahan saat itu juga.