← Beranda

BPNT dan PKH Belum Cair? Ini Penjelasan Resmi Kemensos Terbaru

Ryandi ZahdomoSelasa, 11 November 2025 | 15.53 WIB
Ilustrasi Bansos PKH dan BPNT cair. (Pexels)

 

JawaPos.com - Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bertanya-tanya mengapa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap keempat tahun 2025 belum cair hingga pertengahan November.

Diketahui, Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) sepakat memperkuat kerja sama untuk memastikan bantuan sosial (bansos) tersalurkan tepat sasaran. Hal ini disampaikan saat pertemuan di Kantor Kemensos, Jakarta, Jumat (7/11), guna membahas pemutakhiran data penerima bansos secara berkala.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menuturkan, data penerima manfaat harus selalu diperbarui karena kondisi sosial ekonomi masyarakat terus berubah. 

"Tentu dengan adanya pertemuan rutin seperti ini, kami dengan BPS, kita bisa mengikuti perkembangan-perkembangan yang terjadi di lapangan dan sekaligus kalau ada hal-hal yang meragukan, kita akan coba cek ulang sekali lagi, agar data kita makin hari makin akurat,"
kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan, jumlah total Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Desil 1 sampai 4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tercatat sebanyak 35,04 juta keluarga.

Dari total tersebut, terdapat 16,3 juta KPM penerima bansos reguler dan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) yang telah diverifikasi dan validasi datanya.

"Untuk yang KPM bansos reguler dan otomatis nanti juga akan menerima BLTS, dari desil 1 sampai 4, telah selesai dilakukan verifikasi dan validasi. Hasilnya tadi sudah saya singgung 16,3 juta KPM ini sudah clear, ini sudah mulai juga disalurkan secara bertahap," ujarnya.

Selain penerima reguler, terdapat 18,7 juta penerima baru BLTS. Dari jumlah tersebut, 16,8 juta KPM telah diverifikasi, dengan hasil 12,6 juta dinyatakan layak dan 4,2 juta dinyatakan tidak layak menerima bantuan. Sementara itu, 1,9 juta KPM lainnya masih dalam proses verifikasi.

Proses Penyaluran Masih Berjalan

Berdasarkan informasi dari kanal Diary Bansos, bansos PKH, BPNT, dan BLT Kesejahteraan (Kesra) Rp900.000 sebenarnya sudah mulai disalurkan sejak awal November 2025.

Namun, sebagian besar KPM baru menerima bantuan, sementara sebagian lainnya masih menunggu pencairan karena proses administrasi di perbankan.

"Terutama mereka yang baru mendapatkan kartu KKS baru, yaitu KPM peralihan dari PT Pos Indonesia," ungkapnya.

Tanda-tanda Saldo Segera Masuk

Tanda awal bantuan akan segera cair bisa dilihat dari status rekening penerima di aplikasi SIKS-NG. Jika sudah muncul periode penyaluran (Oktober–Desember 2025) dan statusnya “berhasil cek rekening”, maka pencairan tinggal menunggu tahapan berikutnya.

“Kalau keterangannya adalah berhasil cek rekening, nanti akan masuk ke tahapan berikutnya yaitu proses SPM, kemudian penerbitan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana), dan terakhir SI (Standing Instruction)," jelasnya.

Sementara itu, status “proses cek rekening” berarti rekening penerima masih diverifikasi oleh bank penyalur.

Kenapa Ada yang Gagal Cek Rekening?

Sebagian data penerima mengalami kendala gagal cek rekening karena ketidaksesuaian data antara Dukcapil dan data bank. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memadankan data Dukcapil di SIKS-NG.

Bila sudah diperbarui namun statusnya masih “exclude gagal cek rekening”, maka penerima perlu mengusulkan ulang melalui desa atau kelurahan agar bisa kembali menerima bansos di tahap berikutnya.

BNI Sudah Salurkan Rp600 Ribu: PKH atau BPNT?

Sejak 9 November 2025, banyak KPM melaporkan saldo Rp600.000 sudah masuk ke kartu KKS Bank BNI.
Banyak yang bertanya apakah itu bantuan BPNT atau PKH tahap keempat.

Namun umumnya, dana tersebut bersumber dari Direktur Jaminan Sosial Keluarga (JSK) Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos. Artinya, uang yang masuk merupakan bantuan PKH.

Namun, tidak menutup kemungkinan sebagian saldo tersebut juga merupakan pencairan BPNT tahap keempat, karena beberapa penerima di Bandung Barat dan Jakarta Selatan mengonfirmasi dana serupa masuk ke rekening mereka.

Mandiri dan BSI Belum Tampil “Hilal” Pencairan

Berbeda dengan BNI, sejumlah penerima dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank Mandiri dan BSI mengaku belum melihat tanda-tanda pencairan di aplikasi perbankan masing-masing.

Disarankan KPM yang belum menerima dana segera memeriksa statusnya melalui pendamping sosial PKH atau operator SIKS-NG di desa.
Jika ditemukan status “exclude” atau “gagal cek rekening”, maka bantuan kemungkinan besar belum bisa dicairkan di tahap keempat ini.

Masih Ada Harapan, Pencairan Hingga Akhir Tahun

Kemensos memastikan bahwa proses pencairan bansos masih berlangsung dan batas akhir penyaluran ditetapkan hingga Desember 2025.
KPM yang belum cair diminta untuk bersabar dan terus memantau perkembangan melalui aplikasi atau pendamping sosial.

EDITOR: Kuswandi