JawaPos.com – Beberapa waktu lalu tepatnya pada bulan April 2024, Lisa ‘Blackpink’ memposting boneka Labubu di akun Instagram pribadinya. Postingan tersebut mampu mendongrak popularitas dari boneka tersebut hingga menjadi buruan masyarakat internasional.
Kepala Kemitraan Strategis Pop Art Internasional, Kevin Zhang, mengonfirmasi bahwa memang Lisa Blackpink-lah yang mempopulerkan Labubu,
“Labubu naik terutama karena disebabkan postingan organik Lisa Blackpink awal tahun ini. Tren ini kemudian meluas ke wilayah Asia Tenggara, lalu jauh ke Cina hingga pasar internasional lainnya,” jelas Kevin Zhang yang dilansir dari Tatler Asia.
Apa itu Labubu?
Dilansir dari Tatler Asia, Labubu adalah karakter peri bulu yang diciptakan oleh Seniman Hong Kong, Kasing Lung pada 2015. Labubu dideskripsikan sebagai karakter peri dengan telinga runcing, senyum nakal, dan giginya yang tajam.
Labubu merupakan bagian dari kelompok karakter ‘The Monters’ yang dibuat oleh Lung. Diketahui, Lung menciptakan karakter tersebut setelah mendapatkan inspirasi dari dongeng Nordik yang populer di kalangan anak-anak.
Masih dari Tatler Asia, pada tahun 2019 Lung menandatangani perjanjian lisensi secara ekslusif dengan perusahaan Tiongkok Pop Mart sehingga ‘The Monsters’ yang semula adalah karakter buku cerita anak menjadi mainan. Sejak saat itu, Labubu diproduksi dalam berbagai warna, bentuk dan ukuran.
Dilansir dari Lifestyle Asia, karakter ‘The Monsters’ tidak hanya terbatas pada Labubu saja, tetapi terdapat beberapa karakter lainnya seperti, Zimomo, Tycoco, Spooky, dan Pato. Namun, di antara ke-5 karakter yang ada Labubu memang yang paling populer.
Sejak diposting oleh Lisa April lalu, Labubu terus mendapatkan penggemarnya. Mulai dari kalangan artis, influencer, hingga keluarga kerajaan Thailand.
Bahkan, pemerintah Thailand secara sengaja bekerja sama dengan Pop Mart untuk mempromosikan wisata melalui Labubu. Hal ini menunjukkan popularitas dari boneka itu memang tidak terbantahkan
Selain karena bentuknya yang menggemaskan, Labubu memiliki daya tarik tersendiri karena dijual dalam bentuk blind box. Dengan begitu, pembeli tidak akan tahu versi mana yang akan mereka dapatkan.
Di sisi lain, Labubu juga bisa dijadikan gantungan untuk menghias tas, seperti yang dilakukan Lisa Blackpink pada tas Kaithe Elena dan Birkin miliknya.
Dikutip dari website resmi pop mart, untuk mendapatkan boneka Labubu kamu harus merogoh kocek mulai dari 20 hingga 100 USD atau sekitar 300 ribu hingga 1,5 juta rupiah. Harga tersebut tentu belum termasuk pajak dan biaya tambahan jika kita menggunakan jasa titip.
Demam Labubu di Indonesia
Dalam salah satu video unggahan saluran youtube ‘Bund Lifetainment’, Nagita Slavina dan Ayu Dewi terlihat membicarakan obsesi mereka terhadap Labubu.
“Kalau belanja paling suka belanja apa?” tanya Nagita kepada Ayu Dewi
“Paling suka? Aku lagi suka belanja boneka?” ujar Ayu Dewi
“Itu, boneka tuyul-tuyullan itu, Labubu?” tanya Nagita
“Iya boneka monster-monsteran,” tambah Ayu Dewi
“Oh, aku juga lagi beli si Labubu itu, lucu deh, aku lagi pengen beli buat ponakan-ponakan aku,” ungkap wanita yang akrab disapa Mama Gigi itu
Istri dari Rafi Ahmad itu, memang terlihat menggunakan gantungan boneka Labubu di tasnya dalam beberapa kesempatan.
Sementara itu, Ayu Dewi juga berbagi ceritanya rebutan Labubu dengan anaknya.
“Aku kasih yang figure-figurenya aja”, jelas Ayu Dewi
“Oh, berarti kamu ga beliin yang bonekanya itu?” tanya Nagita balik
“Karena eyke tahu anak-anak eyke tuh kalau ga rusak, ilang,” ucap Ayu Dewi
“Oh oke, nanti kita play date ya si boneka Labubunya,” tambah Nagita Slavina
Labubu juga populer di kalangan artis dan influencer Indonesia yang lain, beberapa di antaranya seperti Rachel Vennya dan Ria Ricis.
Video unboxing ‘blind box’ Labubu dapat kalian temukan dengan mudah di TikTok. Para influencer berlomba-lomba membeli dan mengoleksi Labubu.
Salah satu unggahan yang menarik datang dari influencer Agnes Jennifer yang menghias Labubu miliknya dengan berlian seharga 20 M.
Antrean Ricuh Pembeli Labubu di Gandaria City
Pada (6/9) lalu Pop Mart Indonesia umumkan peluncuran ‘The Monsters’ edisi spesial pada 13 hingga 14 Maret 2024 di Instagram resmi @popmartid. Postingan tersebut langsung mendapat antusias dari warganet.
Pop Mart Indonesia menerapkan beberapa aturan pembelian koleksi ‘The Monsters’ di store Mall Gandaria City. Beberapa di antaranya seperti sistem pendaftaran menggunakan kartu mulai pukul 07.00 WIB, dan pembelian maksimal 3 item. Namun, peraturan tersebut ternyata tidak dapat mencegah kericuhan terjadi pada hari pertama event tersebut.
Dilansir dari akun Instagram milik Pop Mart Indonesia, (13/9) sebagian besar Netizen membagikan pengalaman buruknya mengantre untuk membeli Labubu. Diduga karena koordinasi pihak Pop Mart Indonesia dan Gandaria City yang buruk
Kekacauan dimulai ketika beberapa pembeli sengaja datang sejak pukul 2 dini hari dan membuat aturan antrean sendiri, sebagian besar dari mereka mengantre di parkiran.
Pihak Pop Mart Indonesia sendiri sudah membagikan lokasi antrean adalah di depan Dewata yang dibuka mulai pukul 07.00 WIB. Namun, security mall mengarahkan para pembeli untuk mengantre di parkiran sehingga terdapat antrean ganda hingga menimbulkan kericuhan.
Beberapa netizen juga menjelaskan adanya pihak atau oknum yang membuat aturan dan list antrean sendiri sejak kedatangan mereka pukul 2 dini hari. Dilansir dari unggahan story Instagram akun official Pop Mart Indonesia, koleksi Labubu pada 13 September 2024 diumumkan sudah habis pada pukul 13.00 WIB
Sebagai bahan evaluasi, pihak Pop Mart Indonesia menerapkan aturan pendaftaran antrean secara online. Diharapkan peraturan tersebut dapat mencegah terjadinya antrean yang semerawut dan ricuh.
Dilansir dari must share news, peristiwa serupa juga sempat terjadi pada antrean Pop Mart Singapore pada 23 Agustus lalu hingga polisi setempat turun tangan.
***