JawaPos.com - Pembangunan terminal LNG (liquefied natural gas) di Surabaya terus berjalan. Terminal LNG tersebut berada di area Terminal Teluk Lamong. Sekilas, di area teminal LNG sudah tampak bangunan-bangunan vaporizer menjulang. Bangunan itu berguna untuk mengubah gas alam menjadi cairan. Selanjutnya, gas didistribusikan kepada pelanggan.
Kepala Humas Terminal Teluk Lamong Reka Yusmara menjelaskan, terminal LNG tersebut dibangun untuk menambah pasokan industri maupun rumahan. ’’Jadi, fokusnya untuk kawasan se-Jatim ya,’’ katanya. Pasokan PGN sudah mencapai 141 mmscfd untuk Jawa Timur (Jatim).
Ada dua metode yang dipakai untuk mendistribusikan pasokan gas nanti. Yaitu, berbasis pipa dan nonpipa. Selain penyusunan sistem pipa, pembangunan terminal LNG skala kecil untuk basis nonpipa juga digenjot.
Terminal skala kecil itu digunakan untuk lokasi pengisian LNG trucking atau distribusi melalui truk. Upaya tersebut dilakukan untuk menjangkau area yang belum tersentuh pembangunan pipa.
Reka menyebutkan, pembangunannya dibagi menjadi tiga fase. Dari fase pertama dan kedua, mereka masih menggarap insulation joint. Nanti fasilitas itu dimanfaatkan untuk menjaga suhu pipa optimal. Pemrosesan LNG memang membutuhkan suhu dingin yang stabil. Fase pertama dan kedua juga meliputi pembangunan fasilitas regasifikasi unit (ORU) di lepas pantai dan pembangunan terminal pengisian LNG skala kecil.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=iCkMl90cjDI