JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan telah menunjukan perbaikan. Purbaya sebelumnya sempat mengancam akan membekukan sementara Bea Cukai dan merumahkan seluruh pegawai.
Purbaya menilai, peluncuran alat pemindai peti kemas dan layanan digital berbasis Artificial Intelligence (AI) menjadi komitmen perbaikan Bea Cukai. Dia pun mengaku senang dengan progres perbaikan tersebut.
"Itu komitmen Bea Cukai dan Kementerian Keuangan. Karena ada ancaman juga, kalau belum bisa beres, awas. Tapi mereka sedang melakukan perbaikan dengan signifikan," kata Purbaya.
Dia menilai ada kepiawaian Bea Cukai untuk menciptakan sistem dalam waktu singkat. Dia meyakini layanan tersebut akan memudahkan masyarakat.
"Ini 2 minggu pengembangan AI seperti ini, saya bilang amat canggih. Saya tadinya hampir gak percaya, saya pikir dia boleh. Mereka pikir sendiri, jadi orang kita cukup pintar," tegas Purbaya.
Melalui sistem baru ini, layanan kepabeanan akan adaptif berbasis data, dan siap hadapi modus kejahatan perdagangan internasional. Dengan begitu, sistem keamana bisa lebih tinggi melindungi masyarakat.
"Dengan pemindai baru, dengan SSR Mobile, dengan Trade AI, pengawasan kepabeanan kita menjadi naik kelas," imbuhnya.
Perbaikan ini, lanjut Purbaya diharapkan terus dilakukan sehingga DJBC dapat memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
"Saya harapkan nanti Maret tahun depan gambaran Bea Cukai akan jauh berbeda dengan yang kemarin-kemarin," pungkasnya.