JawaPos.com – Rosita mengenang bagaimana motornya telah berbulan-bulan dibiarkan tanpa perawatan karena penghasilan yang tak menentu. Meski bekerja siang malam mengejar orderan, pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
“Motor saya sudah lama nggak diservis, karena penghasilan naik-turun," keluh pengemudi ojek online itu.
Ia mengaku, perawatan motor harus dinomorduakan, meski kendaraan itu adalah tulang punggung penghasilannya. Namun pada Selasa (18/11) siang itu, wajahnya berubah cerah melihat motor kesayangannya akhirnya disentuh mekanik.
Senyum Rosita adalah bagian dari 6.000 motoris di 44 kota seluruh Indonesia yang menikmati layanan ganti oli gratis Pertamina Berbagi dalam rangka HUT ke-68 Pertamina. Motor mereka mendapatkan perawatan ringan dan penggantian oli Enduro gratis, sebuah layanan sederhana namun sangat berarti.
Di Jakarta, lapangan Kantor Pusat Pertamina dipadati sekitar 680 komunitas ojek online, ojek pangkalan, petugas Damkar, pasukan oranye PPSU, hingga komunitas motoris disabilitas. Suasana riuh, penuh tawa, dan saling sapa, menunjukkan antusiasme warga yang menanti giliran servis.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, hadir membuka kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa kebahagiaan masyarakat adalah alasan utama Pertamina menjalankan program ini.
“Melihat senyum bapak dan ibu hari ini adalah alasan kenapa Pertamina ada. Pertamina Berbagi merupakan komitmen Pertamina dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Dimulai dari hal-hal sederhana seperti ini, kami berkomitmen untuk terus melayani masyarakat sepenuh hati," ujar Simon saat membuka acara tersebut.
Keistimewaan acara ini tak hanya terletak pada pelayanan gratisnya, tetapi juga pada siapa yang memberikan layanan itu. Para motoris dirawat oleh mekanik-mekanik muda dari SMA, SMK, hingga sekolah luar biasa (SLB), yang tergabung dalam Pertamina Enduro Entrepreneurship Program (EEP).
Mereka mendapatkan pelatihan mekanik dan bantuan peralatan bengkel agar siap berwirausaha setelah lulus. Salah satunya adalah Bintang Viqi Firdaus, siswa SLBN 4 Jakarta, yang tampak sigap memeriksa mesin motor peserta.
Ia bercerita bagaimana pelatihan dari Pertamina membuka jalan baginya menjadi mekanik profesional. Mulai dari pelatihan teknis otomotif dan juga kewirausahaan.
“Saya sangat diperhatikan oleh Pertamina. Sampai saya bisa menjadi mekanik profesional. Selain itu kami di SLB N 4 Jakarta juga diberikan bantuan peralatan bengkel, jadi kami bisa langsung berwirausaha mempraktikkan pelajaran di kelas dan pelatihan. Kami juga membuka usaha cuci motor,” ungkap Bintang Viqi.
Di 44 kota lainnya, kegiatan ganti oli gratis ini juga melibatkan mekanik dari komunitas disabilitas, warga binaan lapas, bengkel nelayan, dan mekanik santri. Mereka bekerja bersama menyalurkan lebih dari 11.600 botol oli Enduro kepada para motoris yang membutuhkan.
Sementara itu, Rosita sendiri merasakan perubahan signifikan setelah motornya diservis. "Begitu selesai servis, tarikan motor langsung enteng. Rasanya kayak dikasih semangat baru buat kerja lagi,” ujarnya sambil tersenyum puas.
Di sela kegiatan, Komisaris PT Pertamina (Persero) Nanik Sudaryati Deyang tampak berbincang dengan para motoris disabilitas mengenai kendala akses di SPBU. Ia menegaskan bahwa masukan tersebut akan segera ditindaklanjuti.
“Tadi kami diberi masukan oleh pengendara disabilitas. Mereka kesulitan isi bensin di SPBU karena ukuran motor roda tiganya tidak muat di jalur motor. Sehingga saya sampaikan, Pertamina akan memberikan akses prioritas untuk motoris disabilitas. Kita juga memastikan toilet bersih dan gratis, serta tempat ibadah yang nyaman. Sehingga SPBU menjadi rumah kedua bagi pengendara motor dan mobil," Nanik.
Tak berhenti sampai di situ, Pertamina juga menyalurkan bantuan pendidikan kepada 200 siswa SD hingga SMA yang orang tuanya merupakan penyintas kanker. Bantuan berupa beasiswa, biaya hidup, dan laptop senilai total Rp 1,9 miliar disalurkan melalui Rosa Foundation sebagai dukungan bagi para siswa agar tetap semangat belajar.
Salah satu orang tua penerima bantuan, Neny Widiyanti, tak kuasa menahan haru saat menerima paket pendidikan untuk putranya. Ia merasa bantuan itu datang di saat yang sangat dibutuhkan keluarga.
“Saya tidak pernah menyangka anak saya bisa dapat bantuan laptop. Kami sering bingung kalau harus mengerjakan tugas sekolah yang butuh akses digital. Hari ini saya merasa kami nggak sendirian. Ada yang peduli sama perjuangan kami,” ujarnya penuh rasa syukur.
Pertamina menegaskan bahwa seluruh kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan target Net Zero Emission 2060. Prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) terus diterapkan di seluruh lini operasional sebagai fondasi menuju transisi energi yang inklusif.