JawaPos.com - Thaksin Shinawatra, seorang miliarder dan mantan Perdana Menteri Thailand secara resmi telah diumumkan menjadi salah satu dewan penasihat lembaga baru pemerintah Indonesia, yakni Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara.
Hal ini sebagaimana telah diumumkan CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani, pada Senin (24/3).
Pengumuman Thaksin sebagai bagian dari Danantara Indonesia kemudian menjadi sorotan banyak pihak. Terlebih, ada banyak fakta penting yang kembali dikuak, salah satunya soal rekam jejak Thaksin selama menjabat sebagai PM Thailand.
Berikut ini 7 Fakta Penting Thaksin Shinawatra Sebelum Jadi Penasihat Danantara Indonesia:
1. Thaksin Dikudeta Militer Thailand
Thaksin dikudeta militer pada September 2006. Proses kudeta itu dilakukan militer Thailand saat Shinawatra berada di Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
2. Tersangka Korupsi Penyalahgunaan Wewenang
Pada bulan Oktober 2008, Mahkamah Agung Thailand memutuskan Thaksin Shinawatra, mantan perdana menteri, bersalah karena konflik kepentingan saat masih menjabat.
Thaksin dijatuhkan hukuman in absentia dua tahun penjara karena konflik kepentingan penjualan tanah seluas 5,3 hektar oleh sebuah lembaga pemerintah kepada istrinya dengan harga rendah.
3. Buron 15 Tahun karena Kabur ke Luar Negeri
Thaksin tercatat selama 15 tahun kabur ke luar negeri di tengah kasus korupsi yang menyeret namanya. Mulai dari kabur ke Dubai hingga kemudian di tengah penyelidikan Thaksin dan istrinya justru melarikan diri ke Inggris. Thaksin kemudian baru kembali ke Thailand pada Agustus 2023.
4. Anak Bungsunya Kini Jadi PM Thailand
Paetoongtarn Shinawatra, putri bungsu Thaksin Shinawatra terpilih sebagai Perdana Menteri Thailand pada Jumat, 16 Agustus 2024. Seperti dilansir Channel NewsAsia, PM termuda ini memiliki aset lebih dari USD 400 juta dan memiliki lebih dari 200 tas mewah dan 75 unit jam tangan mewah senilai USD 5 juta.
5. Dapat Diskon Hukuman Penjara
Namun, mantan pemilik dan ketua kehormatan Manchester City Football Club ini tidak dihukum sesuai vonis. Dia hanya dipenjara selama 1 tahun, namun baru menjalani 6 bulan penjara dia dibebaskan karena telah mendapat pengampunan dari Raja Thailand.
Mantan PM Thailand yang berusia 75 tahun ini akhirnya dinyatakan bebas pada Minggu, 18 Februari 2024. Tak hanya memperoleh diskon hukuman, selama ditahan ia dirawat di sebuah rumah sakit mewah.
6. Beli Klub Inggris Manchester City
Thaksin membeli klub Manchester City seharga USD 148 juta pada bulan Juli 2007. Kemudian, setelah digulingkan melalui kudeta militer, ia menjual klub sepak bola tersebut kepada Abu Dhabi United Group (ADUG).
Menurut nota kesepahaman yang ditandatangani dengan Thaksin, ADUG akan mengambil alih 90 persen saham dengan Thaksin menjadi ketua kehormatan klub dan mempertahankan 10 persen kepemilikan saham.
7. Miliki Kekayaan Capai USD 2,1 Miliar
Lahir dari keluarga terkemuka etnis Tionghoa pada bulan Juli 1949 di kota utara Chiang Mai, Thaksin memulai usaha dealer komputer kecil pada tahun 1987, dan mengembangkannya menjadi Shin Corporation, konglomerat telekomunikasi terbesar di Thailand.
Ia terjun ke dunia politik pada tahun 1990-an, dan pernah menjabat sebagai menteri luar negeri dan kemudian wakil perdana menteri. Mengutip Forbes, harta kekayaan Thaksin mencapai USD 2,1 miliar. Angka tersebut turun USD 1 juta atau 0,07 persen dan ia tercatat sebagai orang terkaya peringkat 1.635 di dunia.