← Beranda

Kredit dan Pembiayaan BTN Tembus Rp 352,06 Triliun

Agas Putra HartantoSabtu, 27 Juli 2024 | 16.46 WIB
Ilustrasi layanan teller Bank BTN terhadap nasabahnya

JawaPos.com–Kredit pemilikan rumah (KPR) masih menjadi kontribusi terbesar kinerja intermediasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Khususnya ditopang KPR subsidi yang masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

BTN mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp 352,06 triliun sepanjang semester I 2024. Tumbuh 14,4 persen secara tahunan. Penyaluran ke sektor perumahan masih mendominasi total kredit mencapai Rp 299,24 triliun.

KPR subsidi masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp 171,01 triliun. Tumbuh sebanyak 12,4 persen YoY. Begitu pula KPR non subsidi meningkat 12 persen menjadi Rp 101,76 triliun.

”Di tengah kondisi ekonomi global yang sangat menantang, BTN dapat penyaluran kredit dan pembiayaan BTN berhasil tumbuh signifikan. Kami memacu kredit dengan sangat memperhatikan prinsip kehati-hatian,” ujar Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu.

Tecermin dari rasio NPL gross di level 3,1 persen. Hingga akhir tahun ini, BTN menargetkan mampu menurunkan rasio NPL di bawah 3 persen. Likuiditas BTN masih ample tecermin dari DPK sebanyak Rp 365,4 triliun atau naik 16,6 persen YoY. Perolehan dana murah alias CASA mencapai Rp 189,21 triliun naik 11,16 persen YoY. Alhasil, bank spesialis perumahan itu mampu membukukan laba bersih senilai Rp 1,502 triliun.

Di sisi lain, laba bersih Unit Usaha Syariah BTN (BTN Syariah) juga melonjak 31,7 persen YoY menjadi Rp 370 miliar. Pembiayaan syariah meningkat 22 persen YoY menjadi Rp 41 triliun.

”Dengan capaian tersebut, aset BTN Syariah berhasil tumbuh 20 persen YoY menjadi Rp 56 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 46 triliun,” beber Nixon.

Sementara itu, analisis uang beredar Bank Indonesia (BI) menunjukkan pertumbuhan kredit konsumsi Juni masih didorong KPR yang juga naik double digit. Yakni sebesar 13,1 persen YoY senilai menjadi Rp 750,4 triliun. Peningkatan itu turut mendongkrak kredit sektor properti tumbuh 8,8 persen YoY. Dengan nilai yang disalurkan mencapai Rp 1.380,5 triliun.

”Untuk kredit real estate juga tumbuh 11,8 persen YoY dengan nilai Rp 228,9 triliun. Lebih tinggi dari bulan sebelumnya dengan kenaikan 10,1 persen YoY senilai Rp 223,2 triliun,” beber Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah