JawaPos.com - PT Sari Melati Kencana pemilik merek dagang Pizza Hut akan berencana mencatatkan sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam waktu dekat.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat membeberkan, pihak perusahaan juga membahas dan menyampaikan keinginannya kepada pihak BEI. Samsul menyebut, perusahaan Pizza Hut rencananya akan melantai di pasar modal pada Mei 2018 mendatang.
"Kalau dilihat dari sejarah mereka (perusahaannya) sudah cukup lama di Indonesia sejak 20 tahun yang lalu. Insya Allah katanya Mei kalau OJK sudah pasti mengeluarkan efektifnya sesuai dengan rencana mereka mau mencatatkannya pas bulan puasa," ujar Samsul saat ditemui di Gedung BEI, Sudirman, Jakarta, Selasa (3/4).
Dalam aksi korporasinya tersebut, kata Samsul, perusahaan menggunakan laporan keuangan Desember 2017. Hingga Desember perusahaan memiliki aset sebesar Rp 1,4 triliun dan utang sebesar Rp 1,1 triliun.
Samsul mengatakan, nantinya dana yang didapatkan dari IPO ini 40 persen untuk memperbaiki struktur modal perusahaan menjadi lebih baik lagi. Saat ini, perusahaan memiliki aset yang sama besar dengan utang perusahaan. Sisanya, akan digunakan untuk belanja modal.
Dia menegaskan, perusahaan berencana akan melepas sebanyak 20 persen saham. Jumlah saham tersebut mengalami penurunan dari target awal sekitar 30 persen.
"Aku tahunya 20 persen saja, kan nggak tahu itu sumbernya dari saham baru atau dari pemegang saham lama. Nanti kita jelaskan karena skemanya masih bisa berubah-ubah," jelasnya.
Untuk melancarkan aksi korporasinya ini, perusahaan juga telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT CIMB Sekuritas Indonesia, dan PT CLSA Sekuritas Indonesia selaku penjamin pelaksana emisi.