JawaPos.com - Super Air Jet menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyaman yang dirasakan seluruh penumpang penerbangan IU-643 rute Samarinda menuju Surabaya akibat keterlambatan keberangkatan penerbangan atau delay, pada Sabtu (1/4).
"Super Air Jet menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyaman yang terjadi kepada seluruh tamu super (penumpang)," kata Direktur Utama (Chief Executive Officer) Super Air Jet Ari Azhari dalam keterangan resmi yang diterima JawaPos.com, Minggu (2/4).
Ia menjelaskan, Super Air Jet mengoperasikan Airbus 320-200 registrasi PK-SAM yang memiliki jadwal lepas landas pukul 14.00 WITA. Namun, seluruh penumpang dialihkan ke pesawat pengganti dengan penerbangan nomor IU-643 yaitu registrasi PK-SGC yang didatangkan dari Balikpapan.
Selama delay, pihaknya mengklaim telah melayani secara baik dengan tetap menjalankan ketentuan sesuai manajemen keterlambatan yang berlaku. Menurutnya, seluruh tamu super mendapatkan perhatian secara tepat di ruang tunggu terminal keberangkatan. Selain itu, pihaknya juga senantiasa menyampaikan informasi berdasarkan perkembangan.
"Proses penggantian pesawat dan administrasi membutuhkan waktu signifikan. Pesawat membawa enam kru serta 168 tamu, lepas landas pukul 17.44 WITA dari Samarinda dan waktu kedatangan di Surabaya pukul 18.14 WIB," jelasnya.
Kronologi kejadian
Ari mengungkapkan, maskapainya selalu mengedepankan keselamatan dan keamanan penerbangan dalam setiap aspek operasionalnya. Seluruh prosedur keselamatan yang ketat dijalankan untuk memastikan bahwa setiap penerbangan berjalan dengan aman dan lancar.
Secara kronologi, penerbangan IU-643 dengan Airbus 320-200 registrasi PK-SAM mulanya bergerak di landas hubung (taxiway) dengan kecepatan mesin masih rendah bersiap untuk berbelok menuju landas pacu (runway).
Namun, pilot sesuai prosedur mengurangi kecepatan dan menghentikan pergerakan pesawat dikarenakan merasakan posisi pesawat tidak semestinya atau kurang sempurna. Kemudian, pilot berkoordinasi dengan petugas layanan darat dan teknisi untuk pengecekan.
"Dari hasil data dan pengecekan awal di lapangan, roda pesawat bagian kanan (nomor 4) indikasi mengalami tekanan angin yang tidak tepat, yang menyebabkan pecah ban secara tiba-tiba (tyre burst) sehingga terganggu keseimbangan pada pesawat," ungkapnya.
Pada kondisi tersebut, kata Ari, salah satu roda bagian kanan pesawat sebelah kanan keluar sedikit dari permukaan beton taxiway. "Dari hasil pemeriksaan awal, teridentifikasi bahwa roda paling kanan (nomor 4) telah bergerak di luar permukaan yang seharusnya sehingga mengakibatkan gangguan pada roda dimaksud," imbuhnya.
Akibat kondisi itu, seluruh tamu super, kata Ari, diinformasikan dengan baik dan diarahkan menuju ruang tunggu bandar udara. Insiden dimaksud tidak menyebabkan terganggunya operasional penerbangan lain.
Super Air Jet mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menangani insiden ini dengan cepat dan efektif. "Saat ini, pihak maskapai penerbangan dan otoritas penerbangan tengah melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dari insiden ini," tandasnya.