JawaPos.com - Badan Koordinasi Penaman Modal (BKPM) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menandatangi nota kesepahaman (MoU). Kerjasama dilakukan untuk mengintegrasikan investasi riil dan portofolio di pasar modal.
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan bahwa hal ini lah yang dibutuhkan untuk meningkatkan realisasi investasi Indonesia. Sebab, sebagaimana diketahui bahwa saat ini virus korona tengah merebak di sejumlah negara dan membuat para investor menunda investasi.
"Ini yang kami butuhkan di mana virus korona yang negatif, ini adalah suatu hal positif yang perlu kita dukung, berangkat dari kesamaaan visi dan misi untuk meningkatkan perekonomian Indonesia, nota kesepemahaman ini di tandatangani antara BKPM dan BEI untuk mencipatkan iklim investasi yang kondusif dan stabilitas ekonomi Indonesia," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (28/1).
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa melalui sinergi ini, diharapkan perusahaan yang sudah tercatat memiliki rencana pengembangan, serta perluasan usaha, dapat difasilitasi secara maksimal oleh BKPM, baik dari sisi perizinan berusaha maupun fasilitas investasi.
“Dengan adanya kerja sama antara BKPM dengan BEI, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang terdorong untuk mengembangkan dan memperluas usahanya dengan memanfaatkan alternatif pendanaan melalui pasar modal, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja yang cukup luas dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," tuturnya.
Di sisi lain, BEI juga akan memberikan bimbingan bagi perusahaan yang terdaftar di BKPM untuk dapat segera melaksanakan Initial Public Offering (IPO) serta kerjasama dalam menyampaikan data serta informasi perusahaan yang telah melakukan outbound investment kepada BKPM.
Ia pun mengharapkan MoU ini dapat menjadi bantuan untuk menarik perusahaan asing yang berjumlah 26 ribu untuk melantai di bursa. "Kita targetkan minimal 1 sampai 2 persen dari 26 ribu untuk PMA untuk listing di Indonesia," tutup Bahlil.