JawaPos.com - Kementerian Perindustrian memuji keberadaan teknologi-teknologi canggih yang ada di Indonesia. Sayangnya, dia menyayangkan Indonesia masih belum bisa memproduksi alat canggih tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, I Gusti Putu Wiryawan di depan para alumni ITB dalam acara Indonesianisme Summits 2017 di Grand Sahid, Jakarta, Sabtu (9/12).
"Kita udah maju teknologi. Tapi apa kita punya kemampuan untuk memproduksi peralatan itu ?," tuturnya.
Menurutnya, hal itu terjadi lantaran insinyur-insinyur di Indonesia kerap lupa bahwa teknologi mudah ditemukan namun belum tentu bisa diterima masyarakat.
Dia mencontohkan, mobil listrik adalah salah satu teknologi yang berhasil diproduksi oleh para insinyur. Sayangnya, hingga saat ini produk tersebut masih belum bisa diterima sepenuhnya oleh masyarakat.
Untuk itu, pihaknya berharap agar para insinyur bisa bekerjasama dengan pihak terkait agar teknologi mereka dapat diterima masyarakat.
"Kenapa ini semua terjadi? Karena kita sebagai insinyur lupa bahwa ada suatu riset yang ga bisa ujug-ujug masuk ke pasar. Kayak mobil listrik, itu bisa dibikin tapi belum tentu laku di jual, diterima atau lebih parahnya lagi laku di pasaran," pungkasnya.