← Beranda

Ini Jumlah Turnamen yang Ideal dalam Setahun Versi Butet

Banu AdikaraSenin, 26 Februari 2018 | 03.12 WIB
Liliyana Natsir

Jawapos.com - Para atlet bulu tangkis top dunia tengah merisaukan salah satu aturan baru Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) tentang kewajiban mengikuti minimal 12 turnamen di sepanjang kalender turnamen BWF dalam setahun. Liliyana Natsir termasuk jajaran pemain elit yang keberatan. 


Bagi Butet, sapaan Liliyana, pemain sekelasnya tidak lagi berpikir soal keikutsertaan, tapi lebih kepada hasil yang bisa dicapai dari semua turnamen yang ia ikuti. 


"Kalau bicara hasil, jelas 12 turnamen dalam setahun itu berat buat pemain seusia saya. Jangankan 12, 10 pun masih capek. Karena kalau sudah masuk ke lapangan, saya maunya main sampai minimal masuk final, bukan cuma asal ikut dan asal main saja. Saya juga sudah mulai mengatur performa saya supaya bisa tampil maksimal di turnamen-turnamen penting," ujar Butet, Minggu (25/2).


Untuk pemain sekaliber dirinya, Butet punya tolok ukur sendiri.


"Kalau menurut saya paling tidak enam sampai delapan turnamen lah yang ideal. Tahun-tahun sebelumnya saja cuma diwajibkan lima turnamen. Ini kan naik hampir tiga kali lipat," katanya.


Aturan ini makin terasa berat karena Butet dan partnernya, Tontowi Ahmad tengah fokus mempersiapkan diri meraih gelar di Asian Games 2018. Butet tak mau fisiknya terlampau lelah dan gagal memberikan yang terbaik di perhelatan olahraga terbesar di Asia itu.


"Memang ini harus dibicarakan dengan pelatih, enaknya bagaimana. Karena berat sekali kalau harus main 12 turnamen dalam setahun," ujarnya.


Untuk diketahui, sejumlah nama besar di dunia bulu tangkis juga mengeluhkan hal yang sama dengan Butet.


Superstar bulu tangkis Malaysia Lee Chong Wei menyebut bahwa agenda turnamen BWF tahun ini sangat mengerikan, sementara pebulu tangkis nomor 1 dunia asal Denmark Viktor Axelsen terang-terangan mengatakan bahwa aturan ini sangatlah konyol dan tidak memikirkan kondisi atlet. (ISA)

EDITOR: Banu Adikara