JawaPos.com — Tren pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intellegence (AI) dalam bisnis semakin meluas. Para pelaku UMKM dinilai harus segera beradaptasi agar tidak tertinggal.
“Kami memang di bidang teknologi, kebutuhan tentang AI ini memang sudah terlihat trennya bahkan dari dua tahun yang lalu Dan kita lihat dari penggunanya pun sudah makin kreatif menggunakan AI ini,” ujar Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan saat konferensi pers Marketing Fest di Jakarta, Kamis (11/12).
Marketing Fest tahun ini mengangkat tema besar terkait kolaborasi Human+ AI. Indra menegaskan bahwa ajang tersebut dirancang untuk membuka wawasan UMKM agar meningkatkan strategi pemasaran berbasis teknologi.
“Kita melihat AI itu bukan sesuatu yang tabu lagi goal-nya kita ingin membuka wawasan para UMKM, mereka harus adaptif dengan teknologi baru. Jadi mereka tidak akan tertinggal,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa AI bisa membuat eksekusi menjadi lebih cepat, murah, dan berkualitas—tiga hal yang dulu sulit dicapai secara bersamaan. Namun tantangan terbesar UMKM tahun depan justru ada pada proses adaptasinya sendiri.
“Kalau di tahun ini hanya beberapa yang adopsi, tahun depan semuanya akan onboarding. Jadi tantangannya balik lagi, mereka harus mengutamakan sisi kreativitas supaya tidak tertinggal,” ujarnya.
Sementara itu, Founder DailySEO ID, Ilman Akbar, menegaskan bahwa tantangan terbesar UMKM 2026 adalah bagaimana bisnis mereka bisa muncul di hasil pencarian AI, bukan hanya mesin pencari konvensional.
“Gimana caranya bisnis ini bisa muncul saat dicari di AI? Satu, butuh website. Nomor dua, website-nya diisi dengan konten yang menunjukkan expertise. Nomor tiga, mereka harus giat mempromosikan bisnisnya,” jelasnya.
Menurut Ilman, AI kini mengambil data dari website, media sosial, hingga publikasi di internet. Karena itu, UMKM harus membangun jejak digital yang kuat. "Jadi tahun depan tantangannya itu, ngebikin bisnisnya muncul di hasil pencarian AI dengan cara," ujarnya.
Dari sisi pelaku usaha, SVP Marketing Doku, Ayu Sawitri Hapsari, menilai AI membantu mempercepat pengembangan strategi digital secara end-to-end. Selain itu, membantu juag dari analisa keyword, audit, sampai mengetahui cara efektif untuk distribusi konten di AI platform.
Ia menekankan bahwa meski AI mendukung proses pemasaran, fondasi utama tetaplah pemahaman terhadap brand itu sendiri. “We need to understand our brand first and then we can make a strategy which is enhanced by AI,” pungkasnya.