← Beranda

UMKM Sektor Kuliner Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Estu SuryowatiKamis, 24 Maret 2022 | 23.45 WIB
Makanan kekinian di salah satu booth di arena PergiKuliner Festival Kekinian di Supermal Karawaci, Tangerang, Banten, Senin (22/11/2021). Festival kuliner tersebut dibuka untuk umum dan berlangsung mulai 22 - 28 November 2021. Dalam acara ini pengunjung d
JawaPos.com - Salah satu penyedia software sistem operasional bisnis kuliner, PT Esensi Solusi Buana (ESB) mendukung pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan perkembangan gaya hidup yang serba digital. Sebab, ini memberikan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan agar UMKM berkembang.

CEO dari ESB Restaurant Technology Gunawan Woen mengatakan, sepanjang 2021 terdapat sekitar 64 juta pelaku UMKM di Indonesia. Sayangnya, hanya sekitar 15 juta yang telah memasuki ranah digital.

Dia akan menawarkan solusi bagi para pelaku UMKM khususnya yang bergerak di sektor F&B. "Berdasarkan data pertumbuhan bisnis para mitra kami, dapat terlihat bahwa teknologi yang ESB hadirkan telah sedikit banyak berkontribusi pada realisasi investasi sektor F&B di Indonesia. Kami yakin hadirnya teknologi dari ESB akan turut mendongkrak ekonomi para pelaku UMKM sektor kuliner," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (24/3).

Gunawan mengaku, pihaknya juga tengah menjalankan program pemerintah. Salah satunya yaitu, mendorong perkembangan bisnis UMKM di sektor kuliner dan membuka lapangan pekerjaan.

Sementara, VP of Business Development ESB, Bobby Hadiwijaya menyampaikan, hingga kuartal pertama tahun ini, lebih dari 4.000 merchant telah menggunakan teknologi ESB. Melalui testimoni, teknologi ESB membantu menaikkan penjualan mereka lebih dari 45 persen dan meningkatkan jumlah pemesanan di atas 15 persen.

"Karena pengeluaran jadi terkontrol, pemasukan jadi lebih besar. Sampai saat ini ESB mencatat total transaksi lebih dari Rp 5 triliun," tutur dia.

Merchants ini tidak hanya berasal dari Jabodetabek. Mereka juga dari sejumlah kota besar lainnya seperti Surabaya, Semarang, Jogjakarta, dan Bali.

"Teknologi kami terbukti bisa digunakan tidak hanya oleh merchant-merchant besar, namun juga oleh pelaku UMKM sektor kuliner di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Melihat pertumbuhan bisnis dari para mitra, pihaknya juga akan menjalankan rencana ekspansi bisnis dengan menyasar sektor UMKM. Hal ini sejalan dengan rencana jangka panjang untuk membantu lebih banyak pengusaha kuliner, tidak hanya di Indonesia namun juga hingga pasar Asia.

"Hal ini tentunya untuk memberikan solusi teknologi bagi generasi mendatang yang berorientasi pada kebutuhan sektor kuliner di Indonesia," pungkasnya.
EDITOR: Estu Suryowati