JawaPos.com - Proyek jalan tol Trans Papua sepanjang 4.330 kilometer (km) dari Provinsi Papua Barat hingga Provinsi Papua sedang gencar dibangun. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan tol ini akan selesai dibangun pada akhir 2019.
"Pembangunan Jalan Trans Papua terus dilanjutkan dan ditargetkan tahun 2019 bisa tersambung seluruhnya," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Rabu (24/1).
Basuki menjelaskan, pada akhir 2017 Jalan Trans Papua yang belum tembus sepanjang 353,7 km, nantinya pada 2018, PUPR akan melanjutkan pembangunan proyek ini dengan melakukan pengerjaan sepanjang 197,91 km. Sementara sisanya, 155,79 km, akan diselesaikan pada 2019.
Dalam menyelesaikan proyek jalan ini, salah satu ruas jalan di pegunungan yang berusaha ditembus yakni ruas Enarotali-Sugapa yang sepanjang 110 km. Ruas jalan ini menghubungkan Kabupaten Paniai dengan Kabupaten Intan Jaya dan merupakan bagian dari Trans Papua Segmen III Enarotali-Sugapa-Ilaga-Mulia-Wamena. Hingga akhir 2017, PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Papua, sudah berhasil membuka jalan sepanjang 85,33 km.
BBPJN XVIII Papua, Osman Harianto Marbun mengatakan, pada 2018, pihaknya akan menangani ruas Jalan Enarotali-Sugapa yang sepanjang 15,51 km melalui 2 paket pekerjaan kontraktual, yakni paket Enarotali-Sugapa I sepanjang 7,78 km dengan biaya Rp 58,33 miliar. "Lalu ruas Enarotali-Sugapa II yang sepanjang 7,73 km dengan dana Rp 57,97 miliar dan sisanya, 9,16 km, akan ditangani pada 2019," katanya.
Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto menambahkan, pembangunan jalan di Papua sendiri cukup terkendala. Di samping kondisi cuaca dan alamnya yang masih berupa hutan, di segmen IX, yakni ruas Merauke-Tanah Merah-Waropko-Oksibil, kendalanya adalah ketiadaan batu-batuan. "Karena itu batu-batuan harus didatangkan dari Kota Palu atau menggunakan campuran tanah dan semen (soil cement)," jelas Arie.
Diketahui, pada segmen III Trans Papua ruas Enarotali-Ilaga-Mulia-Wamena, nantinya akan tersambung jalan di kawasan pegunungan Papua, yaitu ruas Wamena-Habema-Kenyam-Mumugu.
Lainnya, BBPJN XVIII sendiri pada 2017, telah menyelesaikan perbaikan di beberapa titik kerusakan pada ruas Oksibil hingga Merauke yang memiliki panjang jalan 688 km. Lalu untuk ruas Waropko-Mindiptana, Mindiptana-Tanah Merah, Tanah Merah-Getentiri, Getentiri-Batas Kab. Merauke/Boven Digul, Batas Kab. Merauke/Boven Digul-Muting, yang sebelumnya berupa tanah dan sulit dilintasi saat musim hujan, kini telah beraspal.