JawaPos.com - Berniat mengumpulkan uang untuk lebaran, pelaku perampokan sopir taksi online FO, 20, terpaksa harus merayakan hari kemenangan umat muslim dibalik jeruji besi.
Kanit Reskrim Polsek Palmerah, AKP Afrizal menerangkan, berdasarkan pengakuan FO, dirinya nekat merampok untuk digunakan saat lebaran nanti. Hasil uang haram itu rencananya akan dikirimkan kepada kedua orang tuanya di kampung.
“Uangnya untuk di tabung pas lebaran nanti,” kata AKP Afrizal saat dikonfirmasi, Rabu (30/5).
Namun sayangnya, niat baik tersebut dilakukan dengan cara yang salah. FO tak berkutik saat diciduk polisi ketika hendak menjual barang curian di kawasan Jakarta Barat. Sementara rekan FO, masih dalam pengejaran polisi.
"Ia tak berkutik ketika kami meringkusnya. Hanya seorang diri dia menjual barang curian, temannya masih kami buru ya,” ungkapnya.
Sementara Kapolsek Palmerah, Kompol Aryono mengatakan, FO dan rekannya JK merampok seorang sopir taksi online Reja Indra di kawasan Kota Bambu, Palmerah, Jakarta Barat pada Sabtu (26/5) kemarin.
"Mereka sudah siapkan golok yang disembunyi oleb keduanya. Kemudian, dia naik dari Tomang ke kawasan Jakarta Selatan. Tapi dipertengahan jalan kedua pelaku minta diantarkan ke Kota Bambu, Palmerah, karena ingin pamit ke orangtuanya kalau ia mau pergi jauh," kata Kompol Aryono.
Namun dipertengahan jalan yang sepi dari keramaian, kedua pelaku langsung mengeluarkan golok dan menepelkan ke leher korban. Karena takut, sopir taksi itu langsung menuruti perintah keduanya dengan menyerahkan barang berharga mulai dari uang, Hp sampai ATM korban.
“Korban kemudian langsung melapor, hari itu juga kami buru kedua pelaku,” pungkasnya.