← Beranda

Pembunuhan Sadis di Lampung, Sempat Ada Teriakan 'Kamu Kabur Sana'

Fersita Felicia FacetteRabu, 18 April 2018 | 14.05 WIB
Ilustrasi pembunuhan berdarah

JawaPos.com – Warga Jalan Soekarno Hatta, Bypass, Panjang, Bandar Lampung, dikejutkan aksi pengeroyokan yang berujung kematian, Selasa (17/4) sekitar pukul 15.30 WIB. Korban adalah seorang pria yang diketahui bernama Leo Adya Winata, 39.


Warga Pangkalan Kasau, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau ini mengalami lima luka tusuk. Masing-masing di bagian dada sebelah kiri, satu di perut samping kiri, dan di bagian kaki kanan. Jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Panjang, Bandar Lampung.


Menurut Kapolsek Panjang Kompol Sofingi, peristiwa berdarah itu bermula ketika dua pria yang diduga kakak beradik datang ke tempat korban bekerja di kos-kosan Bilqis. “Keduanya menanyakan nama korban, lalu ada yang menunjukkan rumah korban,” ujarnya seperti dikutip Radar Lampung (Jawa Pos Group), Rabu (18/4).


Setelah itu, lanjut Sofingi, kedua pelaku mendatangi rumah kontrakan korban. Sedangkan, adik kedua pelaku yang masih di bawah umur ditinggalkan di kosan Bilqis.


“Kedua pelaku ke rumah kontrakan korban dengan mengendarai sepeda motor. Di sana mereka sempat menggedor pintu. Ketika keluar, korban langsung dipukuli kedua pelaku,” jelasnya.


Dijelaskan, korban sebenarnya sempat lari ke arah belakang rumahnya. Namun, pelaku sempat mengejarnya. “Lalu salah seorang pelaku mengambil kayu balok dan menghantamkannya ke korban sehingga terjatuh. Kemudian pelaku lainnya menusuk korban menggunakan pisau,” terangnya.


Dari informasi yang dihimpun, kuat dugaan kedua pelaku adalah kakak beradik bernama Dedi Setiawan dan Alfi Setiawan, warga Jalan Baru, Gang Garuda, Pidada, Panjang, Bandar Lampung.


Keduanya diduga tidak terima dengan korban karena ibu kedua pelaku ada di rumah kontrakan korban. “Pelaku membunuh korban diduga karena tidak terima ibunya ada di dalam rumah korban,” tambahnya.


Dari kejadian itu, sambung Sofingi, pihaknya mengamankan kayu balok dan celana korban. “Untuk ibu pelaku masih dalam pemeriksaan,” tuturnya.


Diketahui, sejumlah saksi mata membeber sejumlah fakta sebelum aksi pembunuhan terhadap Leo terjadi. “Saya lihat dia (korban) berantem dulu di dalam rumah. Terus saya lihat lagi Om Leo diseret keluar rumah dan dipegangin, sedangkan satu orang lagi yang nujahin pakai pisau. Pelaku itu masih muda terus tatoan. Semuanya itu ada tiga orang,” ujar salah seorang saksi mata yang enggan ditulis namanya, di Puskesmas Panjang, kemarin.


Menurut dia, saat terjadi keributan banyak warga menonton. Sayangnya, tidak ada satu pun yang berani melerai perkelahian tersebut. “Sebelumnya sempat ada suara bantingan piring, terus saya lihat pelaku bawa pisau, dan Om Leo digebukin,” paparnya.


Menurut saksi itu, setelah korban bersimbah darah, para pelaku langsung melarikan diri. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Panjang.


“Mereka langsung lari, saya lihatnya dari kejauhan. Yang nujah itu pakai helm, mereka melarikan diri pakai motor, semua pelakunya laki-laki,” tandasnya.


Di bagian lain, Wahyu, 53, tetangga korban sekaligus saksi mata mengaku melihat kedua pelaku mendatangi rumah korban sambil membawa pisau. “Dua orang dewasa bawa pisau, kayaknya sudah direncanakan,” ujarnya di lokasi, Selasa (17/4).


Waktu mereka datang, lanjut Wahyu, tiba-tiba terdengar suara perempuan berteriak-teriak. “Perempuan itu bilang kamu lari-lari sana, waktu di dalam rumah korban itu,” jelasnya.


Dirinya pun tidak berani menduga-duga motif korban dibunuh oleh kedua pelaku. “Kalau masalah perselingkuhan saya belum tahu. Saya nggak suudzon tapi pantas diduga,” kata dia.


Tini, saksi mata lainnya mengaku, melihat salah satu pelaku lari sambil mengendarai sepeda motor ke arah Lampung Selatan. Dia menceritakan, korban belum lama mengontrak rumah di lokasi tersebut. Korban pernah cerita tinggal di sini bersama istrinya yang baru dinikahi yang telah mempunyai dua orang anak, tapi yang satu tinggal bersamanya.


“Kalau malam dia (korban) kerja jaga malam di kosan Bilqis. Sedangkan siang hari jual baju di tempat kerjanya itu. Terus tadi sempat bilang istrinya baru pulang kerja, tiba-tiba ada orang dua nggak dikenal datang. Nggak lama kejadian seperti ini,” ungkapnya.

EDITOR: Fersita Felicia Facette