JawaPos.com - Akhir-akhir ini telah dihebohkan oleh kasus pengeroyokan bos rental mobil di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kasus tersebut menyeruak dan menyebabkan nama daerah tersebut tercoreng di mata masyarakat.
Sebelumnya, telah terjadi pengeroyokan massa kepada bos rental mobil dengan inisial BH (52) asal Jakarta saat ia hendak mengambil mobil yang telah disewakan.
BH dan tiga rekannya datang ke Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, menggunakan lokasi Global Positioning System (GPS) mobil. Saat hendak mengambil mobilnya tersebut, BH dan tiga rekannya diteriaki maling.
Baca Juga: Ambil Contoh Positif Kasus Sukolilo Pati, Ini Pentingnya Menggunakan GPS Tracker di Mobil Kesayangan
Tak lama setelah itu para korban dipukuli oleh massa dan mobil Sigra yang ditumpangi para korban juga dibakar. Akibat pengeroyokan tersebut satu korban yaitu BH meninggal di tempat dan tiga orang lainnya mengalami luka parah.
Setelah kasus tersebut viral, banyak masyarakat yang geram dan juga tidak sedikit menceritakan pengalaman serupa yang terjadi di daerah yang sama sehingga mencoreng nama Sukolilo dan juga Kabupaten Pati.
Warganet ramai-ramai menuding bahwa wilayah tersebut merupakan sarang penyamun dan penadah motor dan mobil curian.
Kasus pembunuhan tersebut juga membuat perubahan nama daerah yang tak lazim di Google Maps. Sejumlah titik di wilayah Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati ditandai sebagai 'Kampung Maling' hingga 'Desa Penadah'.
Tak sampai di situ, mengutip pada sosial media X Info Jateng pada Jumat (14/6), diketahui di sejumlah titik daerah Sukolilo mengalami penutupan jalan jika dilihat pada Google Maps.
Belum diketahui apa penyebab informasi banyaknya titik jalan yang tertutup pada peta di daerah tersebut. Namun warganet menduga hal tersebut adalah ulah netizen yang geram atas kasus pengeroyokan hingga sampai menelan korban jiwa.
“Ini kenapa jadi tertutup semua kampungnya di Sukolilo. Ada apa ini sebenarnya?” caption yang tertera pada akun X Info Jateng.
“Dikerjain netizen,” @Janker***.
“Jadi daerah hitam, daerah bandit, takut digrebeg aparat,” @masmad***.
“Semoga berbenah tempat ini,” @kurangrind***.
Diketahui saat ini polisi telah memeriksa saksi-saksi dan mengamankan beberapa provokator terkait insiden ini.
Selain itu polisi juga telah mengamankan 33 unit sepeda motor dan 6 mobil tanpa surat-surat lengkap serta melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait Sukolilo sebagai sarang penadah.