JawaPos.com - Terdapat total 107 kios di Pasar Baru Grosir Ngronggo Kota Kediri sudah siap untuk ditempati oleh para pedagang.
Tetapi, masih banyak pedagang yang diketahui belum memanfaatkan kios-kios tersebut.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Djauhari Luthfi yang menerangkan bahwa ratusan kios di Pasar Grosir Ngronggo tersebut sudah bisa difungsikan oleh pedagang.
Nantinya, paguyuban pedagang pasar harus menyetorkan sejumlah labanya untuk Pemerintah Kota Kediri.
Sedangkan untuk target pendapatan pasar yakni mencapai 2,5 miliar per tahun. Di mana target tersebut hanya untuk pedagang kios baru.
"Itu flat selama sepuluh tahun ke depan" kata Djauhari Luthfi seperti dikutip dari Radar Kediri (Jawa Pos Group) pada Rabu (13/3).
Luthfi, sapaan akrabnya, menyebut bahwa laba Perumda Pasar Joyoboyo tahun lalu mencapai Rp 2,1 miliar.
Kemudian, sebanyak 55 persen dari nilai tersebut disetorkan ke Pemerintah Kota Kediri sebagai pendapatan asli daerah (PAD). Hal ini sesuai dengan peraturan daerah (perda) yang ada.
"Yang lainnya masuk untuk sarana, prasarana, dan lain-lain," ucap Luthfi.
Luthfi juga optimistis bahwa target tersebut dapat terpenuhi karena Pasar Grosir Ngronggo memiliki laba yang selalu meningkat setiap tahunnya.
Selain itu, Pasar Grosir Ngronggo juga memiliki kontribusi dalam menjadi yang tertinggi untuk pendapatan Perumda.
Luthfi menegaskan bahwa saat ini ratusan kios tersebut sudah 100 persen bisa ditempati, bahkan sudah ada pemiliknya.
Baca Juga: Pemasangan Ekskalator Pasar Baru Kertosono Alami Kemunduran, Kepala PUPR Nganjuk Beri Penjelasan
Namun, kepemilikan kios tersebut hanya berlaku selama sepuluh tahun. Selanjutnya, aset kios tersebut akan menjadi milik Pemerintah Kota Kediri.
"Jadi ini sewa. Harganya berbeda-beda," ucap Luthfi.
Berdasarkan data yang diperoleh, harga dari kios tersebut dipantok mulai dari Rp 90 hingga Rp 125 juta.