← Beranda

Elf Rombongan Mahasiswa Tulungagung dan Trenggalek Terguling di Jalan Cemorosewu-Sarangan, Satu Orang Terluka Parah dan Lainnya Luka Ringan

Elista Ita YustikaSenin, 11 Maret 2024 | 14.57 WIB
Kondisi elf yang ditumpangi mahasiswa Tulungagung-Trenggalek terguling di jalan raya Cemorosewu-Sarangan. (radarmadiun.jawapos.com)
 
JawaPos.com – Warga Jalan Cemorosewu-Sarangan, Magetan, dikagetkan dengan tergulingnya satu unit mobil Isuzu Elf di tikungan kawasan Lawu Green Forest atau LGF.
 
Dilansir Radar Tulungagung (JawaPos Grup) Senin (11/3), satu unit Isuzu Elf dengan nopol AG 7791 V Itu terguling pada hari Minggu (10/3) sekitar pukul 11.10 WIB.
 
Dari informasi yang didapat, mobil tersebut diketahui mengangkut mahasiswa IAIN Tulungagung. Totalnya, ada sembilan orang termasuk sopir.
 
Baca Juga: Tak Ada Korban dalam Kecelakaan Beruntun di Tol Jakarta-Tangerang, Ini Penyebabnya
 
Tak hanya berisi mahasiswa asal Tulungagung saja, ada juga beberapa mahasiswa dari Trenggalek yang berada dalam mobil bus itu.
 
Beruntungnya, dalam musibah kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa.
 
"Kecelakaan saat perjalanan pulang,’’ kata Irzaki, penumpang yang mengalami luka ringan dan dirawat di Puskesmas Plaosan.
 
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun Libatkan 6 Kendaraan di Tol Jakarta-Tangerang
 
Lebih lanjut Dia menceritakan, rombongan mahasiswa termasuk dirinya pada saat itu baru saja berwisata di Sarangan dan Tawangmangu.
 
Kemudian, sebelum terguling, Irzaki menyebut mobil yang ditumpanginya terlebih dulu menabrak pembatas jalan yang berada di lokasi kejadian.
 
Meski tak ada korban jiwa, menurutnya ada satu orang yang mengalami luka yang cukup parah hingga harus dilarikan ke RSUD dr Sayidiman.
 
Baca Juga: Awas Macet! Truk Pengangkut Semen Kecelakaan Tunggal di Flyover Pesing
 
Kasatlantas Polres Magetan AKP Sony Suhartanto mengatakan, kecelakaan kali ini diduga terjadi akibat kelalaian dari sopir Elf, Muhammad Fathu Roziq, 23, warga Tulungagung.
 
Ketika mendekati tikungan LGF, persneling mobil masih berada di gigi tiga. Sehingga, akhirnya tragedi tersebut pun tak bisa dihindarkan lagi.
 
‘’Kami harap ini menjadi perhatian siapapun. Topografi Magetan berada di kawasan pegunungan. Pasti ada jalur naik dan turun yang ekstrem,” jelasnya.
EDITOR: Nicolaus Ade