JawaPos.com- Persoalan pengungsi Rohingya di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah terungkap bahwa sejumlah orang Rohingya telah tinggal di rumah susun (rusun) di Sidoarjo, Jawa Timur selama beberapa tahun.
Baru-baru ini beredar kembali di media sosial mengenai seorang pengungsi Rohingya bernama Muhammad yang diwawancarai oleh awak media terkait kehidupannya di rusun tersebut.
Menurut informasi yang dilansir dari akun TikTok @anditok__ pada Jumat (8/12), kondisi rumah susun di Sidoarjo yang ditempati oleh pengungsi Rohingya terbilang layak huni.
Dalam kunjungan tersebut, terlihat fasilitas yang memadai seperti tempat tidur kasur dengan sprei yang rapi, ruang tamu yang cukup luas, dan televisi.
Namun, Muhammad, salah seorang penghuni rusun, menyampaikan bahwa uang tunjangan sebesar Rp1,25 juta per bulan yang diterimanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, jumlah tersebut harus mencakup semua kebutuhan, termasuk pakaian, makanan, dan minuman.
Baca Juga: Dini Hari, Musala di Aceh Kedatangan 220 Orang Pengungsi Rohingnya
"Pengungsi ini memang mendapat uang saku dari organisasi International Organization for Migration (IOM) sebesar jutaan rupiah.”
“Namun, uangnya Rp1,25 juta nggak cukup karena itu kalau ini kan semua Rp1,25 juta itu semua pakaian, makanan, minuman ya semua dalam itu," ujar Muhammad.
Pernyataan Muhammad ini kemudian memantik reaksi emosional dari sejumlah netizen di media sosial.
Beberapa netizen menyatakan bahwa pengungsi seharusnya bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
Pasalnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang rumahnya tidak layak huni dan mengalami kesulitan ekonomi.
“Saya orang Indonesia ga pernah dikasi uang bg kalau mau cukup ya kerja bang,” ucap akun @sarjonosar3.
“Saya asli org Indonesia aja penah dapat bantuan kalau tidak kerja di luar negeri, susah sendiri di kampung,” ucap komentar lain dari akun @ohhsgshshsjelly.
Ada juga yang mengungkapkan keprihatinan terkait peningkatan jumlah pengungsi Rohingya dan menyuarakan kebutuhan akan solusi yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga: Kabur dari Penampungan, 12 Imigran Rohingnya Ditangkap Aparat Keamanan
Belakangan ini, rumor beredar bahwa Ketua UNHCR Indonesia, Thomas Vargas, meminta pemerintah dan masyarakat untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi pengungsi Rohingya.
Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah pengungsi yang dianggap memerlukan tempat tinggal yang lebih baik di tanah air.
Polemik seputar kehidupan pengungsi Rohingya di Indonesia nampaknya akan terus menjadi perhatian publik.
Baca Juga: Sekelompok Orang Bersenjata dan Bertopeng Tembak Mati 2 Pria Rohingnya
Sementara itu, pemerintah dan lembaga terkait diharapkan dapat mencari solusi yang memadai untuk mengatasi persoalan ini.