← Beranda

Pesan Terakhir Anak Bos Ryzzy Azzahra sebelum Kecelakaan Maut

Fersita Felicia FacetteRabu, 28 November 2018 | 03.07 WIB
M Raja Oktavian, 18, semasa hidup bersama motor kesayangannya.

JawaPos.com – Kecelakaan yang melibatkan dua motor merenggut nyawa M Raja Oktavian, 18, warga Kampung Selajambu, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Senin (26/11). Korban merupakan anak pemilik kolam renang Ryzzy Azzahra Sukabumi.


Peristiwa tragis tersebut menyisakan banyak cerita. Anak kelima dari enam bersaudara putra Haji Mumuh, pemilik wisata kolam renang di Sukabumi itu, memang dikenal sosok pribadi yang baik.


Tak heran, banyak teman dan keluarga merasa tak percaya atas kepergian pria yang diketahui sempat menimba ilmu agama di salah satu pondok pesantren terkenal di Jawa Timur (Jatim).


Seperti beberapa status dan chat sebelum M Raja meninggal, kembali diunggah salah satu teman dekat korban melalui Instagram-nya.


Dalam chat terakhir, Raja menulis kata-kata menyentuh. ‘Maaf yah kalo aku ga romantis kayak dia, ga humoris kaya dia, ga seru kayak dia, gk suka ngajak kamu jalan2, gk terngangenin kaya dia, gak yang sll ngajak kamu ke yang lebih baik’.


Sontak, chat itu dibalas teman dekat korban dengan rasa heran.


Selain itu, dalam status Instagram pada 20 November 2018, Raja juga menulis: “Mungkin kita bisa terus menerus kebingungan mencari alasan untuk hidup, tapi hanya karena kita jatuh cinta kemudian kita tahu alasan untuk hidup.”


Teman korban satu kampung, Fijar, 24, mengatakan, dirinya merasa tak percaya atas meninggalnya Raja akibat kecelakaan lalu lintas.


“Saya kaget benar saat mendengar almarhum Raja meninggal dunia dari teman-teman,” katanya kepada Radar Sukabumi (Jawa Pos Group).


Menurut Fijar, korban merupakan sosok remaja yang baik di mata masyarakat. Raja ini orang baik, pendiam, sopan, sangat ramah, dan rajin beribadah.


"Bahkan, jika ada kegiatan di kampung ia selalu hadir dan berpartisipasi. Semoga almarhum husnulkhatimah,” kenang Fijar.


Korban mengendarai sepeda motor jenis Kawasaki Ninja 650 cc bernomor polisi F 6348 JY. Tidak sedikit teman korban yang mengetahui peristiwa tersebut dan langsung mengunggahnya di akun Facebook.


Seperti di salah satu grup Smanti Sukabumi yang mengabarkan melalui status, Innalillahi wainaillaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah ananda Raja kelas X IPA 5 SMA Negeri 3 Sukabumi. Kami segenap keluarga besar SMAN 3 Sukabumi turut berduka cita yang sangat dalam dengan kepergian Raja. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan dalam keadaan husnulkhatimah aamiin…


Terpisah, Kanit Laka Lantas Polres Sukabumi Kota Ipda Agus Suherman mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi, peristiwa kecelakaan lalu lintas diduga kuat karena human error.


Raja saat itu hendak menyalip sepeda motor yang sama-sama mengarah dari Kota Sukabumi menuju Selabintana. Motor matic yang disalip dikendarai Ibu Santi. Namun tiba-tiba, Raja kehilangan kendali karena memacu motor berkapasitas 650 cc ini dengan kecepatan tinggi.


Akhirnya, korban terjatuh dari sepeda motornya hingga kepalanya membentur aspal. Setelah itu tiba dari dari arah berlawanan, Selabinta-Kota Sukabumi, melaju Honda Beat yang dikendarai Ema Maryati dan Anissa Arum Safitri. Mereka sempat bertabrakan setelah motor Kawasaki jatuh ke aspal. Ema dan Anissa pun terjatuh.


“Saat ini, perkaranya masih dalam tahap pemeriksaan sejumlah saksi,” jelas Ipda Agus.


Sementara untuk dua orang korban yang mengendarai sepeda motor Beat yang terlibat dalam kecelakaan tersebut kondisinya sudah berangsur membaik.


Korban atas nama Annisa Arum Safitri, 20, dan Ema Mulyati, 22, warga Kampung Panjalu, RT 1/17, Desa Selaawi, Kecamatan Sukabumi, kondisinya sudah pulih.


"Bahkan, sekarang mereka sudah pulang ke rumahnya setelah mendapatkan perawatan dari tim medis RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi,” bebernya.


Sementara untuk kedua motor korban, baik milik Almarhum Raja maupun milik Ema, tengah berada di Unit Laka Lantas Polres Sukabumi Kota untuk dijadikan barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut.

EDITOR: Fersita Felicia Facette