JawaPos.com – Realisasi usulan penambahan dua rute baru untuk bus Trans Jatim di Kabupaten Mojokerto menghadapi kendala tahun ini.
Hal ini disebabkan perlunya pertimbangan kelayakan rute berdasarkan hasil uji kelayakan yang sedang berlangsung oleh Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim).
Kedua rute yang dimaksud mencakup perjalanan dari Mojokerto ke Lamongan melalui Kemlagi dan Mantup, serta dari Mojokerto ke Porong, Sidoarjo.
Meskipun kedua rute yang sudah beroperasi sebelumnya mendapat respon positif dari masyarakat, namun belum dapat dijadikan dasar untuk mengoperasikan rute baru Trans Jatim.
Proses tersebut melibatkan studi kelayakan dan analisis mendalam terhadap dua rute baru sebelum penerbitan rekomendasi trayek baru.
Dikutip dari Jawa Pos Radar Mojokerto pada Sabtu (18/11), Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto, Rakhmat Suharyono, menyatakan perlunya melakukan feasibility study dan uji kelayakan sebelum memutuskan penerbitan rekomendasi trayek baru.
Ia mengakui bahwa berdasarkan koordinasi dengan Dishub Jatim, penambahan trayek baru saat ini lebih difokuskan pada jalur Gresik-Lamongan, karena telah memiliki studi kelayakan yang telah diselesaikan.
Sebelumnya, Rute Trans Jatim koridor III yang menghubungkan Mojokerto dan Gresik yang telah beroperasi sejak bulan Oktober juga telah melalui dua minggu periode evaluasi.
Hingga tanggal 31 Oktober, jumlah penumpang yang memanfaatkan transportasi umum Trans Jatim Koridor III mencapai lebih dari 69 ribu orang.
Selain dianggap nyaman dan aman, tarif Trans Jatim juga terjangkau, yaitu Rp 5 ribu untuk masyarakat umum dan Rp 2.500 untuk pelajar atau santri.
Dengan adanya rencana penambahan rute, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, memberikan dukungan penuh.
Ia berharap rute tambahan bisa melintasi Kecamatan Kemlagi dan Mantup yang memiliki banyak fasilitas kesehatan, pendidikan, dan pariwisata.
Pada evaluasi bersama antara DPRD Jatim dan Dishub Jatim di Pemkab Mojokerto pada Jumat (3/11), perluasan rute Trans Jatim pada Koridor III menjadi pertimbangan.
Hal ini mengingat penambahan rute juga harus mempertimbangkan lokasi-halte di sepanjang jalur.
Dengan perluasan rute ini, diharapkan akan memberikan dampak positif pada peningkatan ekonomi kreatif masyarakat.
Pemkab Mojokerto juga tengah membangun ruang terbuka hijau di Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi, di titik nol jalan provinsi.
Pemkab masih menunggu koordinasi lebih lanjut untuk mengetahui kapan studi kelayakan untuk dua jalur yang diusulkan akan resmi dilaksanakan.