Usai bernyanyi, Neno melanjutkan dengan orasi. Dalam orasinya, Neno menceritakan sebuah kisah mengenai Raja Namrud, seorang raja yang memimpin rakyatnya dengan zalim. "Raja Namrud belakangan mulai kehilangan pesonanya, kapalnya mulai oleng, dan sebentar lagi tenggelam," ucapnya di hadapan para peserta kampanye akbar.
Neno melanjutkan, bahwa kezaliman tidak akan bertahan lagi. Siapa yang memerintah dengan zalim pasti akan tumbang. "Allahu Akbar!" teriaknya disambut teriakan takbir oleh para peserta.
Neno mengajak kepada seluruh pendukung paslon 02 agar berpegang pada janji Allah. Bahwa kemenangan itu harus diperjuangkan dengan hati yang bersih dengan hati yang tulus. "Tidak perlu bayaran, betul? Hati yang jernih siap mengabdi. Apakah kita siap begadang untuk menjaga TPS (tempat pemungutan suara)? Apakah engkau siap untuk menjaga TPS di setiap kecamatan?" ucapnya disambut teriakan "siap!" dari para peserta.
Selain Neno Warisman, sosok perempuan yang juga hadir dan melakukan orasi di antaranya Titiek Soeharto dan Rahmawati Soekarnoputri. Putri mantan Presiden Soeharto itu menyampaikan bahwa pasangan Prabowo-Sandi akan memenangkan pilpres ini.
Titiek juga mengapresiasi tingginya antusiasme para pendukung Prabowo di mana pun berada. "Hampir di setiap daerah Pak Prabowo datang saya merasa selalu senang. Karena semua antusiasme menyambut Pak Prabowo. Bahkan mereka tidak perlu bersalaman tapi cukup melambaikan tangan dari kejauhan saja sudah puas," tuturnya.