JawaPos.com - Tingginya volume sampah di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang dibuang masyarakat tidak sebanding sarana prasarana yang dimiliki pemerintah. Salah satunya terkait armada sampah yang minim.
Kepala UPT Kebersihan pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Pemkab Bandung Barat Apit Akhmad Hanifah menyebutkan, saat ini, pihaknya memiliki 63 unit armada kebersihan. Selain armada, petugas kebersihan juga dinilai masing kurang.
Masing-masing dari 38 unit truk sampah, satu unit truk sedot tinja, tiga unit APSL (armada penyisir sampah liar), satu alat berat (wheel loader), 20 unit motor roda tiga pengangkut sampah dan 30 bak kontainer sampah sebagai pendukung.
”Jumlah itu sudah berikut bantuan dari gubernur tahun ini. Tentu kalau armadanya lebih dari itu, pengangkutan sampah bisa jauh lebih maksimal,” ujarnya kepada Bandung Ekspres (Jawa Pos Group).
Dengan adanya tambahan armada baru tersebut, Apit berharap, lembaga yang dipimpinnya bisa lebih mengembangkan pelayanan pengangkutan sampah yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Pasalnya, dari jumlah armada, petugas dan sarana pendukung kebersihan yang dimiliki saat ini tidak mampu mengkaver banyaknya sampah yang timbul di wilayah Kabupaten Bandung Barat. ”Dari 16 kecamatan yang ada di Bandung Barat, kami baru bisa melayani 10 kecamatan, itu pun hanya di beberapa titik saja,” ujarnya. (drx/fik/hsn/JPG)