← Beranda

Ikan Dugong Terdampar Dalam Keadaan Tewas di Karimun

Budi WarsitoSelasa, 29 Januari 2019 | 01.20 WIB
Bangkai Ikan Dugong jadi tontonan warga di Kabupaten Karimun.

JawaPos.com - Seekor ikan dugong ditemukan terdampar di pesisir Pantai Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri). Saat ditemukan ikan tersebut dalam keadaan mati.


Anggota Tim Pengelola Ruang Laut Tanjungpinang, Ince Muhammad Rizqan mengatakan, hewan yang termasuk mamalia langka ini ditemukan warga pada Minggu (27/01). Saat ini, telah dilakukan pemeriksan dan melaksanakan pengecekan apa penyebab kematian mamalia tersebut.


Dalam pemeriksaan tersebut, Tim Pengelola Ruang Laut Tanjungpinang menggandeng pihak Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) wilayah kerja Tanjungpinang. “Kita sudah mengidentifikasi bangkai yang ditemukan dengan pemeriksaan kondisi fisik ikan tersebut,” kata Ince saat dihubungi, Senin (28/1).


Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Karimun, Rufindi Alamsyah mengatakan, dari hasil pengamatan dan pemeriksaan, ikan dugong tersebut telah mengalami pembusukan tingkat lanjut. Dengan tanda tanda tubuh sudah membusuk, dan perut pecah. Hewan ini juga diketahui berjenis kelamin betina.


Dari pemetiksaan lanjutan, diketahui ikan tersebut memiliki panjang 340 Cm; lingkar badan selebar 187 Cm; lebar ekor 115 Cm; dan lebar sirip 23 cm. Estimasi beratnya diperkirakan lebih dari 400 kg.
Setelah pemeriksaan, tindakan selanjutnya, ikan ini akan dikubur di sekitar lokasi terdampar yakni Keluarahan Teluk Uma. Namun untuk itu, masih menunggu bantuan eskavator untuk mengangkat bangkai mamalia laut langka tersebut.


"Ikan dugong atau ikan duyung ini merupakan hewan mamalia laut yang dilindungi. Untuk di Perairan Kepulauan Riau sendiri, Ikan Dugong ini kebanyakan ditemukan habitatnya di Perairan Bintan dan Natuna,"kata Rufindi menjelaskan.


Sementara itu, dari keterangan nelayan setempat, ikan dugong diketahui terdampar dipesisir pantai sekitar pukul 18.00 WIB. Terdamparnya hewan yang masuk dalam mitologi ini, diduga karena musim Utara. Dimana gelombang cukup tinggi terjadi di perairan kepri. Temuan ikan langka ini, menjadi tontonan tersendiri bagi masyarakat di kawasan tersebut.

EDITOR: Budi Warsito