← Beranda

Korban Banjir Kota Padang, Warga: Seumur Hidup Baru Kali Ini Rumah Saya Terendam

Ilham SafutraJumat, 14 Juli 2023 | 21.27 WIB
EVAKUASI WARGA: Petugas gabungan TNI, Polri, dan Tim SAR mengevakuasi warga yang terjebak banjir di rumah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (14/7).

JawaPos.com - Sejak Kamis malam (13/7), Dasrul, 56; dan keluarga sudah mulai berjaga. Mereka khawatir hujan lebat dari malam tidak kunjung reda. Bahkan volume air di saluran depan rumahnya dengan lebar dua meter mulai penuh.

Tak ayal, kekhawatiran itu terjadi pada Jumat pagi (14/7). Subuh hari dia bersama anak dan menantunya berusaha memindahkan barang-barang di rumah ke tempat lebih tinggi. Bahkan rumah orang tuanya yang bersebelahan pun tergenang. Padahal rumah itu lebih tinggi 40 sentimeter dari halaman.

"Rumah orang tua saya kosong. Tapi barang-barang banyak di dalamnya. Saya terpaksa angkat yang rawan rusak. Air sudah masuk ke dalam rumah," ungkap ayah empat orang anak itu kepada JawaPos.com, Jumat (14/7).

Bagi Dasrul, banjir yang merendam rumahnya adalah yang pertama kali, meski pun sebelumnya ada hujan deras dan sempat memicu genangan. Selama ini air genangan hanya sampai di halaman. Tidak pernah masuk ke dalam rumah. "Seumur hidup baru kali ini rumah saya dan rumah orang tua terendam banjir," ujar warga Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Kota Padang itu.

Kondisi panik juga dialami Yulia Sari, 38, warga Air Tawar, Kecamatan Padang Utara. Dia dan anak-anaknya berusaha mengevakuasi barang-barang yang bisa diselamatkan dari banjir. "Tingginya lumayan. Hujan lebat tidak henti-henti," ungkapnya.

Sekolah Diliburkan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Yopi Krislova mengatakan, akibat luasnya dampak banjir sekolah dipersilakan meliburkan siswa. Pasalnya, banjir yang merendam badan jalan membuat akses menuju sekolah terputus.

“Jika sekolah terkena banjir atau rumah guru dan siswa terdampak banjir yang mengakibatkan tidak memungkinkannya untuk mengikuti proses belajar mengajar, kita persilakan untuk tidak melaksanakan proses belajar mengajar,” katanya Jumat (14/7).

EDITOR: Ilham Safutra