JawaPos.com PIDIE JAYA - Kendati bantuan logistik terus berdatangan dan posko pengungisan untuk korban gempa di Pidie Jaya dan daerah lainnya telah disiapkan.
Namun ada saja warga yang luput dari perhatian aparat pemerintah maupun relawan. Hingga hari kedua setelah kejadian mereka yang belum tersentuh bantuan.
Menurut informasi yang diperoleh Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), sekira 4-10 KM dari Jalan Lintas Pidie Jaya (Simpang Paru), masih terdapat sekitar 10 Gampong (Kampung) yang belum mendapat penanganan secara serius, yaitu Mukim Cubo dan Mukim Jalarata.
Kedua permukiman ini juga merupakan kawasan dengan tingkat kerusakan tinggi dan hingga saat ini masih belum terjangkau oleh bantuan logistik, kesehatan, maupun trauma healing.
Saat ini Fauna Flora Internasional (FFI) telah mendirikan posko tanggap darurat berlokasi di Gampong Kayee Jatoe dan Gampong Blang Sukon, Mukim Cubo (4 KM dari simpang paru).
Kondisi ketersediaan logistik di kedua mukim ini masih sangat terbatas. Bahkan masih banyak Gampong yang belum memiliki posko/dapur umum.
Sementara tim tanggap bencana masih tersentralisasi di pusat kota Meureudu.
Warga setempat berharap agar mendapatkan logistik, kesehatan, maupun trauma healing bagi anak-anak di kawasan ini. (RA/iil/JPG)