← Beranda

Cara Membuat Foto Profil Profesional dengan Bantuan AI Tanpa Terlihat Palsu dan Kaku

Arin SutrioriniKamis, 19 Juni 2025 | 11.35 WIB
Ilustrasi membuat foto profesional menggunakan AI. (Freepik)

JawaPos.com – Teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai merambah dunia fotografi, termasuk untuk membuat foto profesional beberapa tahun terakhir ini. 

Foto profil profesional menjadi sangat penting untuk membangun kesan pertama, terutama di dunia kerja dan jejaring sosial. 

AI menjadi solusi bagi mereka yang kesulitan mengakses jasa fotografer profesional atau ingin hasil cepat dan hemat biaya.

Namun, pernahkan Anda melihat hasil foto buatan AI yang kurang maksimal, dan terasa kurang original?

Berikut beberapa tips dari fotografer profesional tentang cara memanfaatkan AI dan teknik selfie untuk hasil maksimal yang mencerminkan versi terbaik diri Anda. 

Baca Juga: Keberuntungan Mengalir Deras, 6 Zodiak Ini Diprediksi akan Kebanjiran Rezeki di Akhir Juni

1. Pilih Foto Berkualitas Sebelum Diedit AI

Salah satu tantangan menggunakan AI adalah memilih foto awal yang akan diproses. 

Tidak semua foto cocok untuk diolah oleh generator AI, apalagi jika kualitas atau pencahayaannya kurang baik. 

Mengutip dari Entrepreneur,com, dalam pengujian berbagai alat AI, ada yang menolak beberapa foto karena tidak memenuhi standar input mereka. 

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun AI bisa “mengubah” foto, kualitas dasar dari foto asli tetap penting agar hasilnya memuaskan.

2. Kenali dan Tampilkan Sudut Terbaik Diri Sendiri

Aundre Larrow, fotografer potret asal Brooklyn yang karyanya pernah tampil di The New York Times, menyarankan untuk melatih diri mengenali ekspresi dan sudut wajah terbaik. 

Dikutip dari Wired, Ia menyarankan mengambil foto setiap hari selama 15 menit dalam kurun satu hingga dua minggu. 

Tujuannya adalah memahami gestur alami dan menemukan komposisi terbaik sebelum foto diedit menggunakan AI.

3. Gunakan Kamera dan Cahaya dengan Maksimal

Tips selanjutnya penting untuk menggunakan cahaya alami saat mengambil foto, hal ini disampaikan Luisa Dörr, fotografer asal Brasil yang dikenal lewat 12 sampul Time Magazine hasil jepretan iPhone,. 

Untuk mendapat hasil foto yang baik, disarankan memotret menghadap jendela, sekitar 3 kaki dari latar, agar cahaya membungkus wajah dengan lembut. 

Kamera belakang ponsel sebaiknya digunakan karena menghasilkan kualitas lebih baik dibanding kamera depan.

4. Gunakan AI untuk Penyempurnaan, Bukan Penggantian

Alih-alih membuat foto sepenuhnya dari AI, lebih baik memanfaatkan teknologi ini untuk mengedit dan memperbaiki foto asli. 

Misalnya, AI dapat digunakan untuk memperbaiki pencahayaan atau menghaluskan sedikit kulit. 

Ini membantu menjaga kealamian foto sekaligus meningkatkan kualitasnya tanpa mengubah identitas asli.

Membuat foto profesional kini tak lagi eksklusif dan mahal berkat teknologi AI dan smartphone. 

Namun, penting untuk tetap menjaga keaslian dan kesan alami dalam setiap potret yang dibuat.

Jangan terlalu mengandalkan AI secara penuh tanpa mempertimbangkan pesan dan karakter pribadi yang ingin disampaikan.

EDITOR: Hanny Suwindari