← Beranda
Rezeki Mengalir Seperti Air, 7 Weton Ini Disebut Punya Watak Pembawa Keberuntungan
Irfan FerdiansyahKamis, 10 September 2026 | 05.45 WIB
seseorang yang derajatnya terangkat cepat./Freepik/Frolopiaton Palm

JawaPos.com - Dalam tradisi Jawa, weton merupakan perhitungan hari kelahiran yang kerap digunakan untuk membaca karakter dan berbagai aspek kehidupan seseorang. Primbon Jawa pun menjadi salah satu rujukan budaya yang masih menarik perhatian hingga sekarang.

Salah satu kepercayaan yang berkembang di masyarakat adalah anggapan bahwa karakter seseorang memiliki kaitan dengan kelancaran rezekinya. Orang yang ringan tangan, tulus membantu, dan tidak membeda-bedakan orang yang ditolong dipercaya memiliki jalan kehidupan yang lebih lapang.

Dilansir dari kanal YouTube Ngaos Jawa, terdapat tujuh weton yang dalam ramalan primbon disebut memiliki peluang besar untuk mengalami peningkatan derajat dan kelancaran rezeki. Berikut daftarnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Hoki, 6 Weton Ini Konon Memiliki Tanda Kemakmuran Sejak Lahir

1. Senin Pahing

Senin Pahing digambarkan sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap orang di sekitarnya. Mereka disebut tidak keberatan membantu ketika melihat seseorang sedang mengalami kesulitan.

Dalam kepercayaan primbon, sifat dermawan tersebut dipercaya menjadi salah satu faktor yang membuka jalan keberuntungan. Rezeki pemilik weton ini konon tidak hanya berasal dari pekerjaan, tetapi juga dapat muncul melalui peluang yang datang secara tidak terduga.

2. Rabu Wage

Pemilik weton Rabu Wage dikenal memiliki jiwa sosial dan rasa empati yang kuat. Ketika melihat orang lain membutuhkan bantuan, mereka disebut cenderung tergerak untuk memberikan pertolongan.

Menurut ramalan yang beredar, kebiasaan tersebut dipercaya membawa energi positif dalam kehidupan mereka. Peluang finansial pun konon dapat hadir melalui berbagai jalur, baik pekerjaan, usaha, maupun hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.

3. Jumat Kliwon

Jumat Kliwon kerap dikaitkan dengan karakter yang lembut, pemaaf, dan gemar berbagi. Tidak harus dalam bentuk besar, perhatian maupun bantuan kecil kepada orang lain juga dianggap sebagai bagian dari kebaikan mereka.

Dalam primbon, weton ini dipercaya memiliki daya tarik rezeki yang kuat. Keberuntungan bahkan disebut dapat datang dari sumber yang sebelumnya tidak pernah diperhitungkan, seperti kesempatan kerja, usaha, atau relasi baru.

4. Kamis Pon

Kamis Pon disebut sebagai weton yang mempunyai sifat ringan tangan dan mudah bergaul. Mereka dipercaya tidak melihat latar belakang seseorang ketika memberikan bantuan.

Sikap tersebut dalam kepercayaan Jawa dianggap mampu mendatangkan banyak relasi positif. Dari hubungan yang terjalin dengan baik, berbagai kesempatan pun diyakini dapat terbuka sehingga kehidupan pemilik weton ini berpotensi mengalami peningkatan.

5. Sabtu Legi

Sabtu Legi dalam sejumlah tafsir primbon dikaitkan dengan istilah banyu mili, sebuah gambaran mengenai rezeki yang mengalir seperti air.

Pemilik weton ini disebut memiliki kebiasaan membantu orang lain tanpa terlalu banyak memperhitungkan balasan. Ketika menghadapi kesulitan, mereka pun dipercaya sering menemukan jalan keluar melalui bantuan maupun peluang yang datang dari lingkungan sekitar.

6. Selasa Pon

Selasa Pon digambarkan sebagai pribadi yang memiliki wibawa, tetapi tetap sederhana dalam menjalani kehidupan. Mereka juga disebut memiliki kepedulian terhadap orang yang sedang mengalami kesusahan.

Dalam ramalan primbon, sifat tersebut dikaitkan dengan datangnya keberuntungan secara berkelanjutan. Rezeki konon dapat muncul dari berbagai aktivitas, termasuk pekerjaan, usaha, maupun jaringan pertemanan yang telah dibangun sebelumnya.

7. Minggu Wage

Minggu Wage disebut memiliki karakter yang suka membantu tanpa banyak mencari perhatian. Ketulusan menjadi salah satu sifat yang sering dilekatkan pada pemilik weton ini.

Menurut kepercayaan yang berkembang, kebaikan tersebut dapat membawa balasan positif dalam kehidupan mereka. Salah satunya berupa peluang dari relasi lama, kesempatan baru, maupun peningkatan kondisi ekonomi yang datang secara tidak terduga.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho