← Beranda
Rezeki Meluas dan Hartanya Ada di Mana-Mana, Inilah 5 Weton yang Diramal Jadi Wong Sugih
Aulia RahmiRabu, 9 September 2026 | 13.14 WIB
Ilustrasi Weton Jadi Wong Sugih (magnific)

 

 

JawaPos.com - Dalam budaya Jawa, weton kelahiran kerap dikaitkan dengan karakter, kecenderungan sifat, hingga perjalanan kehidupan seseorang.

Salah satu sumber penafsiran yang masih dikenal hingga sekarang adalah primbon Jawa.

Meskipun tidak dapat dijadikan patokan pasti mengenai masa depan, pembahasan mengenai weton tetap menarik karena mengandung berbagai nilai budaya dan refleksi tentang karakter manusia.

Ada istilah menarik yang sering muncul dalam pembahasan primbon Jawa, yakni “hartanya ada di mana-mana.”

Ungkapan tersebut tidak harus dimaknai secara harfiah sebagai seseorang yang mempunyai uang dalam jumlah tidak terbatas.

Dalam konteks pembahasan ini, istilah tersebut dapat menggambarkan seseorang yang dipercaya memiliki beberapa sumber penghasilan, aset, usaha, tabungan, keterampilan, atau bentuk kemapanan lainnya.

Menariknya, kekayaan dalam kehidupan nyata tidak semata-mata ditentukan oleh keberuntungan.

Kerja keras, ketekunan, keberanian mengambil peluang, kemampuan mengelola keuangan, serta kecermatan dalam mengambil keputusan juga mempunyai peran besar.

Karakter-karakter tersebut menjadi alasan mengapa beberapa weton dalam penafsiran tradisional kerap dikaitkan dengan peluang menuju kehidupan yang lebih berkecukupan.

Lantas, weton apa saja yang dipercaya mempunyai karakter demikian?

Berikut 5 weton yang dalam penafsiran primbon Jawa dipercaya memiliki potensi menuju kemapanan dan kekayaan dirangkum dari YouTube Bara raja cirebon.

1. Kamis Kliwon

Kamis Kliwon menjadi weton pertama yang dipercaya mempunyai karakter yang mendukung perjalanan menuju kehidupan mapan.

Dalam penafsiran tradisional, pemilik weton ini sering dikaitkan dengan sifat bertanggung jawab, bijaksana, teliti, serta mempunyai pertimbangan yang cukup matang sebelum mengambil keputusan.

Ketika sudah menetapkan tujuan, Kamis Kliwon dipercaya mampu berusaha menyelesaikan tanggung jawab yang dimilikinya.

Karakter tersebut dapat menjadi modal penting dalam pekerjaan maupun usaha.

Kemampuan mempertimbangkan risiko dan mengelola sesuatu secara teratur dapat membantu seseorang menjaga hasil yang telah diperoleh.

Jika penghasilan tidak langsung dihabiskan, sebagian dapat dialihkan menjadi tabungan, modal usaha, barang produktif, atau aset yang mempunyai manfaat dalam jangka panjang.

Dalam pengertian inilah kekayaan dapat berkembang secara bertahap. Namun, sifat terlalu banyak berpikir juga perlu dikendalikan.

Pertimbangan yang matang memang diperlukan, tetapi terlalu lama mengambil keputusan dapat membuat kesempatan berlalu.

Karena itu, Kamis Kliwon dipercaya akan lebih berkembang apabila mampu menyeimbangkan kecermatan dengan keberanian bertindak.

Tidak mengherankan jika weton ini kerap dikaitkan dengan pekerjaan yang membutuhkan tanggung jawab, seperti manajemen, administrasi, perdagangan, pendidikan, perencanaan, dan usaha mandiri.

Dalam penafsiran primbon Jawa, Kamis Kliwon pun dipercaya berpotensi mempunyai kekayaan dalam berbagai bentuk sehingga muncul ungkapan hartanya ada di mana-mana.

2. Senin Legi

Weton berikutnya adalah Senin Legi. Dalam penafsiran tradisional, Senin Legi dipercaya mempunyai kelebihan dalam membangun hubungan dengan orang lain.

Sifat ramah, mudah bergaul, perhatian, dan kemampuan berkomunikasi menjadi karakter yang sering dilekatkan pada weton ini.

Kemampuan tersebut dapat menjadi modal penting, terutama ketika seseorang menjalankan pekerjaan yang banyak berhubungan dengan orang lain.

Dalam dunia usaha, hubungan dan kepercayaan dapat membuka berbagai peluang.

Seorang pelanggan yang merasa puas dapat kembali menggunakan jasa atau membeli produk yang ditawarkan.

Bahkan, hubungan yang terjaga dengan baik dapat membuka kesempatan kerja sama baru.

Karena itu, Senin Legi dipercaya mempunyai peluang mengembangkan penghasilan melalui jaringan sosial yang dibangun secara konsisten.

Meski demikian, Senin Legi juga perlu berhati-hati agar sifat terlalu mudah percaya tidak dimanfaatkan oleh orang lain.

Kemampuan mengatakan tidak, bersikap selektif dalam bekerja sama, dan mengelola keuangan secara bijaksana menjadi hal yang penting.

Jika kemampuan membangun hubungan dipadukan dengan keterampilan dan kerja keras, satu peluang dapat berkembang menjadi peluang berikutnya.

Inilah yang membuat Senin Legi dalam penafsiran primbon Jawa dipercaya berpotensi memiliki banyak sumber kemapanan dan hartanya ada di mana-mana.

3. Jumat Pahing

Jumat Pahing dipercaya memiliki karakter yang penuh semangat dan mempunyai dorongan kuat untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Weton ini sering dikaitkan dengan sifat berani, pekerja keras, pantang menyerah, serta mempunyai kemauan yang kuat.

Ketika melihat suatu peluang yang dianggap sesuai, pemilik weton Jumat Pahing dipercaya mampu mengerahkan tenaga dan pikirannya untuk mengejar tujuan tersebut.

Keberanian melihat peluang dapat menjadi kekuatan dalam dunia kerja dan usaha.

Seseorang yang berani mencoba dapat menemukan kesempatan yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain.

Namun, keberanian tetap perlu disertai perhitungan. Keputusan yang terlalu terburu-buru, terutama berkaitan dengan penggunaan uang atau modal, justru dapat menimbulkan kerugian.

Karena itu, Jumat Pahing dipercaya perlu mengimbangi keberanian dengan perencanaan dan kemampuan mengendalikan emosi.

Apabila karakter pekerja keras dan keberanian tersebut digunakan secara tepat, Jumat Pahing dipercaya mempunyai peluang membangun beberapa sumber penghasilan.

Misalnya, seseorang mempunyai pekerjaan utama, kemudian mengembangkan usaha sampingan dan mengalokasikan sebagian keuntungan untuk membeli aset produktif.

Dari satu sumber penghasilan dapat berkembang menjadi beberapa sumber kemapanan.

Gambaran tersebut menjadi alasan Jumat Pahing dalam penafsiran primbon Jawa dipercaya berpotensi kaya raya dan mempunyai harta yang tersebar dalam berbagai bentuk.

4. Rabu Pon

Rabu Pon dipercaya mempunyai karakter yang kuat dalam hal ketekunan dan kesungguhan.

Pemilik weton ini dalam penafsiran tradisional sering dikaitkan dengan sifat tekun, bertanggung jawab, mempunyai kemauan kuat, dan mampu bertahan ketika menghadapi kesulitan.

Keunggulan tersebut sangat berkaitan dengan proses membangun kemapanan karena tidak semua hasil dapat diperoleh dalam waktu singkat.

Ketekunan membuat seseorang tetap mampu bekerja meskipun hasil belum langsung terlihat. Dalam usaha, misalnya, keuntungan pada tahap awal mungkin belum besar.

Namun, apabila dikelola secara konsisten, keuntungan tersebut dapat digunakan kembali sebagai modal.

Modal berkembang menjadi usaha yang lebih besar, kemudian hasilnya dapat dialihkan menjadi aset.

Proses bertahap seperti inilah yang dapat menjadi gambaran kekayaan yang dibangun dalam jangka panjang.

Rabu Pon juga perlu menjaga keseimbangan antara keteguhan dan keterbukaan terhadap perubahan.

Terlalu mempertahankan pendapat dapat membuat seseorang sulit menyesuaikan diri dengan keadaan.

Jika ketekunan disertai kemauan belajar dan kemampuan beradaptasi, karakter tersebut dapat menjadi kekuatan dalam bidang perdagangan, produksi, pertanian, pekerjaan teknis, dan pengelolaan usaha.

Dalam penafsiran primbon Jawa, Rabu Pon dipercaya berpotensi kaya raya melalui sesuatu yang dibangun secara perlahan sehingga kekayaannya dapat hadir dalam berbagai bentuk.

5. Selasa Wage

Selasa Wage menjadi weton terakhir dalam daftar ini. Dalam penafsiran tradisional, Selasa Wage dipercaya mempunyai karakter teliti, mandiri, serius, dan bertanggung jawab.

Sifat teliti tersebut dapat memberikan keuntungan ketika seseorang mengerjakan sesuatu yang membutuhkan ketepatan dan keteraturan.

Dalam urusan pekerjaan maupun keuangan, kecermatan dapat membantu seseorang mengurangi kesalahan yang sebenarnya dapat menimbulkan kerugian.

Selasa Wage juga dipercaya cocok dengan bidang yang membutuhkan ketelitian, seperti administrasi, keuangan, perdagangan, perencanaan, pekerjaan teknis, kerajinan, atau usaha mandiri.

Salah satu hal yang penting adalah kemampuan mengendalikan pemasukan dan pengeluaran.

Kekayaan tidak selalu dibangun dengan memperoleh uang sebanyak-banyaknya, tetapi juga dengan kemampuan mempertahankan dan mengembangkan hasil yang sudah diperoleh.

Sifat terlalu berhati-hati menjadi hal yang perlu diperhatikan. Berhati-hati memang penting, tetapi terlalu takut mengambil risiko dapat membuat peluang terlewat.

Risiko yang sudah diperhitungkan justru dapat menjadi bagian dari proses pengembangan usaha dan aset.

Oleh sebab itu, Selasa Wage dalam penafsiran primbon Jawa dipercaya berpotensi memiliki kekayaan dalam berbagai bentuk, mulai dari tabungan, modal usaha, barang produktif, aset, hingga sumber penghasilan lainnya.

Inilah salah satu gambaran dari ungkapan hartanya ada di mana-mana.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti