← Beranda
6 Weton Diguyur Uang Menurut Primbon Jawa: Dipercaya Berpotensi Panen Rezeki Besar
Aulia RahmiRabu, 9 September 2026 | 12.58 WIB
Ilustrasi Weton Diguyur Uang (magnific)

 

 

JawaPos.com - Berbagai usaha sudah dilakukan, tetapi hasil yang diperoleh belum selalu sesuai dengan harapan.

Dalam kehidupan masyarakat Jawa, kondisi tersebut kerap dikaitkan dengan berbagai perhitungan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun, salah satunya melalui primbon Jawa.

Primbon Jawa tidak hanya membahas karakter seseorang berdasarkan weton kelahiran, tetapi juga memuat berbagai tafsir mengenai perjalanan kehidupan, termasuk pekerjaan, hubungan sosial, hingga rezeki.

Weton sendiri merupakan perpaduan antara hari dan pasaran ketika seseorang dilahirkan, seperti Minggu Kliwon, Senin Pahing, atau Rabu Kliwon.

Dalam sejumlah tafsir primbon Jawa, terdapat weton tertentu yang dipercaya mempunyai karakter kuat, daya juang tinggi, kemampuan melihat peluang, serta kecenderungan untuk mempertahankan hasil yang telah diperoleh.

Karakter tersebut kemudian sering dikaitkan dengan potensi kehidupan ekonomi yang lebih baik apabila diiringi usaha dan ketekunan.

Ada 6 weton yang dalam pembahasan ini dipercaya berpotensi panen rezeki besar dan diguyur uang dihimpun dari YouTube Bara raja cirebon pada Selasa (08/09).

Istilah tersebut merupakan ungkapan kiasan untuk menggambarkan peluang peningkatan rezeki atau kondisi ekonomi, bukan berarti uang akan datang dengan sendirinya.

Lantas, weton apa saja yang termasuk di dalamnya?

1. Minggu Kliwon

Minggu Kliwon menjadi weton pertama yang dipercaya mempunyai potensi memperoleh kelancaran rezeki.

Dalam perhitungan neptu, Minggu mempunyai nilai 5, sedangkan Kliwon bernilai 8. Dengan demikian, jumlah neptu Minggu Kliwon adalah 13.

Dalam sebagian tafsir primbon Jawa, pemilik weton ini digambarkan sebagai pribadi yang mempunyai pendirian cukup kuat dan tidak mudah mengubah keputusan ketika sudah mempertimbangkan sesuatu dengan matang.

Karakter tersebut membuat Minggu Kliwon sering dikaitkan dengan kemampuan menjaga sesuatu yang telah dimiliki.

Mereka dipercaya mempunyai rasa tanggung jawab dan daya tahan ketika menghadapi keadaan yang tidak mudah.

Dalam salah satu pembahasan Pancasuda, Minggu Kliwon juga dikaitkan dengan istilah Lebu Katiup Angin, yang secara simbolis menggambarkan kehidupan yang dapat mengalami perubahan sehingga seseorang perlu berhati-hati dalam menentukan langkah.

Dalam konteks rezeki, istilah panen rezeki besar dan diguyur uang sebaiknya dipahami sebagai simbol terbukanya peluang ekonomi.

Menurut tafsir primbon Jawa, Minggu Kliwon dipercaya mempunyai potensi mengalami peningkatan rezeki ketika mampu membaca kesempatan, bekerja secara konsisten, dan tidak mudah menyerah.

Dengan kata lain, peluang tersebut tidak datang hanya karena weton, tetapi perlu dijemput melalui usaha, kemampuan, dan keputusan yang tepat.

2. Senin Pahing

Weton kedua adalah Senin Pahing. Hari Senin mempunyai nilai neptu 4, sedangkan Pahing bernilai 9 sehingga total neptu Senin Pahing mencapai 13.

Dalam sebagian penafsiran primbon Jawa, pemilik weton ini dikenal mempunyai kemauan yang kuat dan kecenderungan untuk mengejar tujuan secara sungguh-sungguh.

Kegagalan tidak selalu membuat mereka berhenti, terutama ketika masih melihat adanya peluang untuk memperbaiki keadaan.

Senin Pahing juga kerap digambarkan mempunyai intuisi yang cukup kuat dan kemampuan untuk memikirkan sesuatu secara mendalam.

Dalam salah satu perhitungan Pancasuda, weton ini berada di bawah naungan Wasesa Segara.

Secara simbolis, Wasesa Segara dapat dimaknai seperti luasnya lautan, yang menggambarkan keluasan hati, kewibawaan, serta ruang yang luas untuk berkembang.

Dari sisi rezeki, karakter tersebut menjadi alasan Senin Pahing dipercaya mempunyai potensi mengalami perkembangan ekonomi.

Dalam tafsir primbon Jawa, kesempatan rezeki dapat terbuka lebih luas ketika kemampuan, pengalaman, ketekunan, dan kebijaksanaan digunakan secara bersamaan.

Ungkapan diguyur uang dalam hal ini bukan berarti memperoleh uang secara tiba-tiba, melainkan menggambarkan peluang mendapatkan hasil yang lebih baik dari usaha yang dilakukan secara konsisten.

3. Kamis Legi

Kamis Legi menempati urutan ketiga dalam daftar weton yang dipercaya berpotensi memperoleh peningkatan rezeki.

Kamis mempunyai nilai neptu 8, sedangkan Legi bernilai 5 sehingga jumlah neptu Kamis Legi adalah 13.

Dalam sebagian tafsir primbon Jawa, pemilik weton ini digambarkan sebagai sosok yang mandiri, mempunyai semangat bekerja, loyal kepada orang yang dipercaya, serta mempunyai keinginan untuk membangun kehidupannya melalui kemampuan sendiri.

Dalam pembahasan karakter, Kamis Legi juga dikaitkan dengan Lakuning Lintang, yang secara simbolis menggambarkan seseorang seperti bintang yang dapat menjadi penerang dan mempunyai daya tarik tersendiri.

Selain itu, dalam sejumlah rujukan primbon, Kamis Legi dikaitkan dengan istilah Tunggak Semi, yang sering dimaknai sebagai sesuatu yang terus tumbuh dan kembali berkembang selama dirawat dengan baik.

Karena itu, Kamis Legi dipercaya mempunyai potensi memperoleh rezeki yang terus berkembang apabila ketekunan dan kemandirian dapat dipertahankan.

Istilah panen rezeki besar dapat dimaknai sebagai hasil dari proses panjang ketika usaha mulai memberikan buah.

Sementara itu, ungkapan diguyur uang menggambarkan kemungkinan meningkatnya kondisi ekonomi melalui pekerjaan, usaha, maupun peluang baru yang dimanfaatkan secara tepat.

4. Selasa Wage

Selasa Wage menjadi weton keempat dalam pembahasan ini. Selasa mempunyai nilai neptu 3, sedangkan Wage bernilai 4 sehingga jumlah neptunya adalah 7.

Meskipun jumlah neptu tersebut relatif kecil dibandingkan sejumlah weton lainnya, hal itu tidak dapat dijadikan ukuran bahwa kehidupan pemiliknya akan kekurangan.

Dalam primbon Jawa, perhitungan weton memiliki berbagai unsur dan metode penafsiran.

Dalam sebagian tafsir, Selasa Wage digambarkan sebagai pribadi yang sederhana, mudah bergaul, mempunyai keteguhan hati, dan mampu bertahan ketika menghadapi keadaan sulit.

Weton ini juga kerap dikaitkan dengan karakter Lakuning Bumi, yang secara simbolis menggambarkan sifat pemurah, sabar, suka mengalah, serta mampu menjadi tempat berlindung.

Beberapa tafsir lainnya mempunyai penyebutan dan perhitungan yang berbeda karena primbon Jawa memiliki beragam sumber dan metode.

Dalam hal rezeki, Selasa Wage dipercaya berpotensi memperoleh peningkatan kehidupan finansial melalui ketekunan dan kerja yang konsisten.

Semangat untuk bertahan ketika menghadapi kesulitan menjadi salah satu karakter yang dapat mendukung perjalanan ekonominya.

Oleh sebab itu, istilah diguyur uang lebih tepat dimaknai sebagai simbol terbukanya kesempatan dan meningkatnya hasil usaha, bukan sebagai jaminan kekayaan tanpa proses.

5. Jumat Pon

Jumat Pon merupakan weton kelima yang dipercaya mempunyai potensi panen rezeki.

Hari Jumat mempunyai nilai neptu 6, sedangkan Pon bernilai 7 sehingga total neptu Jumat Pon adalah 13.

Dalam sebagian tafsir primbon Jawa, pemilik weton ini digambarkan mempunyai karakter kuat, berprinsip, serta mampu bekerja dengan sungguh-sungguh ketika sudah mempunyai tujuan yang ingin dicapai.

Dalam salah satu susunan perhitungan karakter, Jumat Pon dikaitkan dengan Lakuning Lintang, yaitu gambaran seseorang seperti bintang yang dapat menjadi penerang dan mempunyai daya tarik.

Weton ini juga dikaitkan dengan Lebu Katiup Angin, yang secara simbolis mengingatkan bahwa kehidupan tidak selalu bergerak dalam keadaan yang sama.

Ada masa ketika keadaan terasa mudah, tetapi ada pula masa yang menuntut seseorang kembali berjuang.

Dari sudut pandang rezeki, Jumat Pon dipercaya mempunyai peluang untuk memanen hasil dari perjuangan yang dilakukan secara sabar dan terarah.

Ketika pengalaman, kemampuan, dan kesempatan bertemu pada waktu yang tepat, kondisi ekonomi dapat berkembang.

Maka, istilah diguyur uang dapat dipahami sebagai gambaran terbukanya lebih banyak peluang finansial, terutama apabila pemilik weton tetap bekerja keras dan mampu mengelola kesempatan dengan bijaksana.

6. Rabu Kliwon

Rabu Kliwon menjadi weton terakhir dalam daftar ini. Hari Rabu mempunyai nilai neptu 7, sedangkan Kliwon mempunyai nilai 8 sehingga jumlah neptu Rabu Kliwon adalah 15.

Dengan jumlah neptu tersebut, Rabu Kliwon menjadi salah satu weton yang cukup menarik dalam berbagai pembahasan primbon Jawa, khususnya mengenai karakter dan kecenderungan seseorang dalam menjalani kehidupan.

Dalam sebagian tafsir primbon Jawa, Rabu Kliwon digambarkan mempunyai pemikiran kuat, kemampuan mengatur sesuatu, serta dapat menjadi sosok yang disegani.

Weton ini juga dikaitkan dengan Lakuning Srengenge, yang secara simbolis menggambarkan energi seperti matahari, mampu memberikan pengaruh, serta dapat menjadi pusat perhatian.

Karakter tersebut kemudian dipercaya dapat mendukung seseorang dalam mengelola pekerjaan maupun kesempatan yang datang.

Dalam tafsir mengenai rezeki, Rabu Kliwon dipercaya mempunyai potensi mengalami peningkatan ekonomi apabila keberanian mengambil peluang diimbangi dengan perencanaan yang matang.

Ketika kesempatan datang dan dimanfaatkan secara tepat, hasil yang diperoleh dapat menjadi lebih besar.

Oleh karena itu, ungkapan diguyur uang pada Rabu Kliwon bukanlah kepastian mendapatkan kekayaan, melainkan simbol peluang rezeki yang dipercaya dapat berkembang melalui usaha, kecakapan, dan pengelolaan keuangan yang baik.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti