← Beranda
Rezekinya Seperti Naik Tangga, 7 Weton Ini Disebut Makin Makmur di Usia Matang
Irfan FerdiansyahMinggu, 30 Agustus 2026 | 00.51 WIB
seseorang yang berpijak pada tangga kekayaan./Freepik.

JawaPos.com - Dalam filosofi Jawa, perjalanan hidup kerap diibaratkan seperti menaiki anak tangga. Seseorang menjalani setiap tahap kehidupan sedikit demi sedikit hingga akhirnya mencapai tingkat yang lebih tinggi.

Hal serupa juga dikaitkan dengan urusan rezeki. Dalam kepercayaan Primbon Jawa, weton atau hari kelahiran seseorang dipercaya dapat memberikan gambaran mengenai karakter serta perjalanan kehidupannya, termasuk soal keberuntungan.

Ada weton yang disebut memiliki peruntungan baik sejak usia muda. Namun, ada pula yang dipercaya baru merasakan perkembangan rezeki secara signifikan ketika memasuki usia matang.

Baca Juga: Bak Anak Sultan, 5 Weton Ini Konon Dibekali Aura Ningrat Menurut Primbon Jawa

Kelompok terakhir ini digambarkan seperti menabung sedikit demi sedikit. Hasilnya mungkin belum terlihat pada awal perjalanan, tetapi dapat berkembang seiring pengalaman, kemampuan, dan relasi yang semakin luas.

Dilansir dari kanal YouTube Bara Raja Cirebon, terdapat tujuh weton yang menurut Primbon Jawa disebut memiliki potensi kekayaan yang terus bertumbuh seiring bertambahnya usia.

1. Jumat Legi – Pandai Menyusun Rencana

Pemilik weton Jumat Legi digambarkan sebagai pribadi yang teliti dan tidak gegabah dalam mengambil langkah. Mereka disebut lebih suka mempersiapkan sesuatu secara matang daripada mengejar hasil secara instan.

Karakter tersebut dipercaya membuat perkembangan finansial mereka berlangsung secara bertahap. Hasil dari usaha yang dibangun sejak usia muda disebut baru semakin terlihat ketika memasuki masa yang lebih matang.

Dalam kehidupan nyata, prinsip yang dapat diambil adalah pentingnya menyiapkan rencana keuangan sejak dini. Pertumbuhan yang kecil tetapi dilakukan secara konsisten dapat memberikan hasil yang lebih besar dalam jangka panjang.

2. Selasa Kliwon – Mudah Menemukan Peluang

Selasa Kliwon disebut memiliki kemampuan sosial yang cukup kuat. Mereka dipercaya mudah membuat orang lain merasa nyaman sehingga memiliki peluang membangun relasi yang luas.

Dalam ramalan, keberuntungan weton ini sering dikaitkan dengan kesempatan yang datang melalui lingkungan pertemanan atau hubungan profesional.

Meski perjalanan finansialnya disebut tidak selalu mulus sejak awal, kondisi tersebut dipercaya dapat menjadi semakin stabil ketika usia bertambah.

Relasi yang terjaga dengan baik dapat menjadi modal penting karena kesempatan kerja sama terkadang datang dari orang-orang yang sudah mengenal kemampuan dan karakter seseorang.

3. Rabu Pahing – Ulet Menghadapi Tantangan

Rabu Pahing digambarkan sebagai weton yang memiliki daya juang tinggi. Mereka disebut mampu bertahan ketika menghadapi kesulitan dan tidak mudah meninggalkan tujuan yang sudah ditetapkan.

Sifat tahan banting tersebut dipercaya menjadi salah satu alasan mengapa kondisi finansial mereka dapat berkembang secara perlahan.

Semakin bertambah usia, pengalaman yang dimiliki juga membuat mereka dianggap lebih berhati-hati dalam menentukan langkah. Dengan demikian, keputusan finansial tidak lagi hanya mengandalkan keberanian, tetapi juga pertimbangan yang lebih matang.

Pelajaran yang bisa diambil adalah menjaga konsistensi dan tidak tergoda mencari hasil instan yang justru berisiko merusak fondasi yang telah dibangun.

4. Sabtu Wage – Jeli Melihat Kesempatan

Pemilik weton Sabtu Wage dikenal dalam ramalan sebagai sosok yang memiliki naluri kuat dalam melihat peluang. Mereka disebut mampu membaca perubahan dan berani mengambil kesempatan ketika orang lain masih mempertimbangkannya.

Namun, keberanian tersebut dinilai akan semakin optimal setelah mereka memiliki pengalaman dan sumber daya yang cukup.

Karena itu, pertambahan usia dianggap membawa keuntungan tersendiri bagi Sabtu Wage. Pengalaman dari berbagai situasi dapat membantu mereka mengubah intuisi menjadi keputusan yang lebih terukur.

Selain mengandalkan naluri, penting pula untuk mempertimbangkan data dan risiko sebelum mengambil keputusan terkait keuangan.

5. Minggu Pon – Membangun Kepercayaan Lewat Kebaikan

Minggu Pon dipercaya memiliki karakter dermawan dan senang membantu orang lain. Kebaikan tersebut disebut dapat membuat mereka memiliki reputasi positif di lingkungan sosial maupun profesional.

Dalam ramalan, hubungan baik yang dibangun sejak lama dipercaya dapat membuka kesempatan ketika orang lain membutuhkan sosok yang dapat dipercaya untuk menjalankan sebuah pekerjaan atau proyek.

Dengan kata lain, kebaikan tidak hanya dipandang sebagai sikap positif, tetapi juga sebagai modal sosial yang dapat memberikan manfaat di kemudian hari.

Meski demikian, membantu orang lain tentu tidak selalu harus dilakukan dengan harapan memperoleh keuntungan. Ketulusan tetap menjadi hal yang utama.

6. Kamis Kliwon – Berpikir Jauh ke Depan

Kamis Kliwon disebut memiliki karakter visioner. Mereka dipercaya mampu mempertimbangkan dampak jangka panjang sebelum menentukan langkah.

Kemampuan untuk mengetahui kapan harus bergerak dan kapan sebaiknya menahan diri dianggap menjadi salah satu kekuatan mereka.

Dalam ramalan tersebut, perkembangan rezeki Kamis Kliwon disebut lebih terlihat ketika memasuki usia matang. Pengalaman yang bertambah membuat mereka dinilai semakin mampu mengelola sumber daya dan memilih peluang yang sesuai.

Memiliki tujuan jangka panjang juga dapat membantu seseorang tetap tenang ketika menghadapi perubahan kondisi ekonomi.

7. Senin Legi – Perlahan tetapi Konsisten

Pemilik weton Senin Legi digambarkan sebagai pribadi yang sabar dan tekun. Mereka disebut bukan tipe yang selalu mendapatkan hasil besar dalam waktu singkat.

Sebaliknya, perkembangan yang dialami cenderung berlangsung sedikit demi sedikit. Seiring waktu, hasil dari berbagai usaha tersebut dipercaya dapat terkumpul menjadi sesuatu yang lebih besar.

Dalam ramalan, pertambahan usia justru disebut menjadi fase ketika hasil kerja keras Senin Legi mulai semakin terlihat.

Pesan yang dapat dipetik adalah jangan meremehkan kemajuan kecil. Jika dilakukan secara konsisten dan disertai pengelolaan yang baik, perkembangan kecil dapat menjadi fondasi untuk mencapai tujuan finansial yang lebih besar.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho