← Beranda
Sedang Berada di Puncak Hoki, 7 Weton Ini Diprediksi Makin Makmur
Mohammad Maulana IqbalRabu, 19 Agustus 2026 | 00.40 WIB
weton yang saat ini di fase paling makmur full keberuntungan dan kekayaan./Freepik.

JawaPos.com - Dalam tradisi Primbon Jawa, weton kerap digunakan sebagai salah satu cara untuk membaca karakter serta perjalanan kehidupan seseorang. Salah satu hal yang sering menjadi perhatian adalah persoalan rezeki dan keberuntungan.

Ada kepercayaan bahwa setiap weton memiliki masa tertentu ketika peluang dan keberuntungan terasa lebih terbuka. Pada fase tersebut, seseorang dipercaya lebih mudah menemukan kesempatan baru, mengembangkan pekerjaan, maupun memperbaiki kondisi finansial.

Dikutip dari akun YouTube Kunil primbon jowo, terdapat sejumlah weton yang diyakini sedang berada dalam periode penuh peluang dan kemakmuran. Berikut pembahasannya.

Baca Juga: Punya Magnet Keberuntungan, 3 Weton Ini Disebut Berlimpah Rezeki

1. Minggu Wage – Pintar Membaca Peluang

Minggu Wage memiliki jumlah neptu 12, berasal dari nilai hari Minggu sebesar 5 dan pasaran Wage sebesar 7.

Dalam kepercayaan Primbon Jawa, kombinasi tersebut menggambarkan pribadi yang memiliki semangat kuat serta kemampuan melihat kesempatan di sekelilingnya. Mereka dikenal tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan.

Sejak usia relatif muda, pemilik weton ini dipercaya memiliki kecenderungan untuk mencoba berbagai kegiatan yang dapat menghasilkan uang, termasuk berdagang atau membantu usaha keluarga.

Kepercayaan diri yang tinggi juga membuat mereka berani mengambil keputusan ketika melihat peluang yang dianggap menjanjikan. Ditambah dengan relasi sosial yang luas, kesempatan bekerja sama dengan orang lain pun diyakini lebih mudah datang.

Jika mengalami kegagalan, mereka cenderung tidak berlama-lama terpuruk. Kemampuan untuk bangkit dan mencari alternatif baru menjadi salah satu kekuatan yang membuat perjalanan rezekinya dipercaya tetap bergerak.

2. Sabtu Wage – Tekun dan Pandai Mengatur Keuangan

Sabtu Wage mempunyai neptu 16, yang berasal dari Sabtu bernilai 9 dan Wage bernilai 7.

Karakter weton ini kerap digambarkan sebagai pribadi sederhana yang tidak terlalu mengejar kemewahan. Mereka lebih menyukai kehidupan yang stabil dan nyaman daripada memaksakan diri mengikuti gaya hidup orang lain.

Salah satu keunggulan yang sering dikaitkan dengan Sabtu Wage adalah kehati-hatian dalam mengelola uang. Mereka cenderung mempertimbangkan kebutuhan sebelum mengeluarkan penghasilan.

Sikap tersebut membuat mereka relatif tidak mudah terjebak dalam kebiasaan konsumtif. Kerja keras yang dibarengi pengelolaan keuangan secara disiplin dipercaya dapat membantu mereka membangun kestabilan ekonomi.

Peluang finansial pun bisa muncul dari berbagai sumber, termasuk pekerjaan, relasi lama, maupun kesempatan yang sebelumnya tidak diperhitungkan.

3. Selasa Pahing – Pekerja Keras dan Tahan Banting

Selasa Pahing memiliki neptu 12, terdiri dari nilai Selasa 3 dan Pahing 9.

Weton ini sering digambarkan sebagai sosok yang berani menghadapi tantangan. Ketika menemui kegagalan, mereka cenderung berusaha mencari cara lain daripada langsung menyerah.

Salah satu kelebihan yang sering dilekatkan pada Selasa Pahing adalah kemampuan melihat potensi dari sesuatu yang tampaknya sederhana. Hal kecil yang bagi orang lain mungkin tidak bernilai dapat mereka kembangkan menjadi peluang yang menghasilkan.

Kegigihan tersebut membuat mereka dipercaya memiliki peluang untuk memperoleh hasil besar dari proses yang tidak selalu mudah.

Selain mengejar keberhasilan pribadi, mereka juga sering digambarkan sebagai sosok yang mampu memberikan pengaruh positif kepada orang-orang di sekitarnya.

4. Jumat Kliwon – Punya Daya Tarik dan Intuisi Kuat

Jumat Kliwon memiliki neptu 14, yaitu Jumat bernilai 6 dan Kliwon bernilai 8.

Pemilik weton ini kerap digambarkan memiliki pembawaan tenang serta mampu membuat orang lain merasa nyaman ketika berinteraksi dengannya.

Mereka tidak selalu menjadi sosok yang paling banyak bicara. Namun, ketika menyampaikan pendapat, perkataannya sering dianggap memiliki bobot dan mudah mendapat perhatian.

Karakter tersebut dipercaya membantu mereka membangun jaringan yang kuat. Berbagai kesempatan bisa datang melalui orang-orang yang telah mengenal dan mempercayai kemampuan mereka.

Dalam urusan finansial, intuisi juga sering disebut sebagai salah satu kelebihan Jumat Kliwon. Meski demikian, keputusan keuangan tetap sebaiknya didasarkan pada pertimbangan yang matang, bukan semata-mata ramalan atau firasat.

5. Rabu Pahing – Cerdas Melihat Kesempatan

Rabu Pahing disebut memiliki neptu 16, dari Rabu bernilai 7 dan Pahing bernilai 9.

Dalam gambaran Primbon Jawa, pemilik weton ini mempunyai kemampuan berpikir dan berkomunikasi yang cukup menonjol. Mereka dipercaya mampu memahami situasi dengan cepat dan mencari solusi ketika menghadapi persoalan.

Kemampuan tersebut membuat Rabu Pahing dianggap cocok dengan pekerjaan yang membutuhkan perencanaan, komunikasi, strategi, maupun kemampuan menganalisis masalah.

Mereka juga tidak selalu menunggu peluang datang. Sebaliknya, mereka dipercaya mampu menciptakan kesempatan melalui ide dan kreativitas yang dimiliki.

Selain kemampuan mencari penghasilan, pengaturan keuangan menjadi faktor penting. Kebiasaan membelanjakan uang secara seimbang dipercaya dapat membantu menjaga kondisi finansial tetap stabil.

6. Jumat Pon – Dipercaya Mudah Mendapat Kepercayaan

Jumat Pon memiliki neptu 11, berasal dari Jumat bernilai 6 dan Pon bernilai 5.

Weton ini sering digambarkan memiliki pembawaan hangat dan mudah membuat orang lain merasa nyaman. Sikap tulus serta dapat dipercaya menjadi salah satu karakter yang banyak dikaitkan dengan mereka.

Karena mudah memperoleh kepercayaan, pemilik Jumat Pon dipercaya berpeluang mendapatkan tanggung jawab besar dalam pekerjaan maupun lingkungan organisasi.

Kemampuan memimpin dan memotivasi orang lain juga menjadi salah satu kelebihan yang sering disebut. Rezeki mereka bahkan dipercaya dapat datang melalui hubungan sosial yang sudah dibangun dalam waktu lama.

Bagi Jumat Pon, keberhasilan tidak selalu diukur berdasarkan jumlah harta. Pengaruh positif, hubungan baik, serta kontribusi terhadap lingkungan juga dianggap sebagai bagian dari kemakmuran.

 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho