← Beranda
8 Hari Sangar yang Harus Dihindari Selama Tahun Dal 2025 Menurut Perhitungan Primbon Jawa
Niko SulpriyonoRabu, 25 Juni 2025 | 21.36 WIB
Ilustrasi hari yang harus dihindari (freepik)

JawaPos.com - Dalam kearifan lokal Jawa, pemilihan hari untuk memulai sesuatu bukanlah hal sepele.

Setiap tindakan besar seperti membuka usaha, menggelar hajatan, hingga menikah, kerap diperhitungkan berdasarkan petungan hari baik dan hari sangar.

Terutama dalam tahun Dal 2025 ini, terdapat beberapa hari yang diyakini membawa energi kurang selaras sehingga perlu dihindari untuk segala keperluan penting.

Pemilihan hari yang tidak tepat dipercaya dapat menimbulkan rintangan, kesialan, atau kegagalan.

Oleh karena itu, bagi Anda yang masih melestarikan tradisi dan petungan Jawa, artikel ini menyajikan 8 hari sangar yang sebaiknya dihindari menurut dua sistem perhitungan utama dalam primbon, yaitu Asapon dan Aboge.

Simak daftarnya agar Anda dapat mengambil keputusan penting dengan lebih bijak yang dihimpun dari kanal YouTube Fitka Channel pada Rabu (25/06).

1. Jumat Kliwon (Asapon dan Aboge)

Jumat Kliwon dalam petungan Asapon merupakan galengan tahun atau pembuka tahun Dal.

Hari ini diyakini memiliki energi yang belum stabil, karena menjadi awal transisi waktu yang sangat penting dalam siklus tahun Jawa.

Menggunakan hari ini untuk memulai sesuatu dianggap tidak bijak karena atmosfer spiritualnya belum sepenuhnya matang.

Sementara dalam sistem Aboge, Jumat Kliwon juga tergolong sebagai hari sangar ing tahun.

Artinya, kekuatan metafisik pada hari ini terlalu berat untuk dilalui oleh kegiatan penting seperti pernikahan, memulai usaha, atau perjalanan jauh.

Baca Juga: 4 Weton dengan Energi Pemikat Luar Biasa: Daya Tarik Alami yang Membuat Anda Diperhatikan

Energi galengan tahun ini cenderung bersifat membatasi dan bisa memunculkan hambatan yang tidak terduga.

Dengan demikian, menghindari Jumat Kliwon dalam kedua sistem petungan adalah langkah preventif yang sangat disarankan.

Apapun tujuan besar yang Anda rencanakan, sebaiknya dijadwalkan ulang agar tidak berbenturan dengan kekuatan tak kasat mata yang dipercaya mendominasi hari tersebut.

2. Minggu Pahing (Asapon)

Minggu Pahing atau Ahad Pahing dikenal sebagai hari "tali wangkeng" menurut petungan Asapon.

Hari ini jatuh tiga hari setelah awal Sura dan disebut sebagai waktu yang masih belum lepas dari pengaruh transisi energi spiritual dari tahun sebelumnya.

Menggelar acara penting pada hari Minggu Pahing dapat berisiko membawa pengaruh buruk atau berujung pada hasil yang kurang memuaskan.

Banyak masyarakat Jawa meyakini bahwa energi tali wangkeng bisa mengikat laju rezeki dan membatasi keberhasilan.

Oleh karena itu, hari ini sebaiknya dihindari untuk semua niat besar.

Apabila Anda ingin melakukan prosesi seperti pindah rumah, memulai kerja baru, atau melakukan akad nikah, carilah hari alternatif yang lebih netral.

Menghindari hari sangar bukanlah bentuk ketakutan, melainkan bagian dari ikhtiar spiritual agar hidup berjalan lebih selaras dengan alam semesta.

3. Kamis Wage (Asapon)

Hari Kamis Wage dikenal sebagai sangar ing tahun dalam perhitungan Asapon.

Posisi hari ini berada di penghujung tahun atau menjelang malam Sura berikutnya, sehingga atmosfernya sarat dengan energi pamit dan perpisahan.

Hal ini membuat hari tersebut kurang ideal untuk memulai hal-hal besar.

Melaksanakan hajatan atau merintis usaha baru pada hari Kamis Wage dipercaya berisiko tidak berlangsung lama atau cepat menghadapi kendala.

Pasalnya, hari ini lebih cocok untuk menutup sesuatu daripada memulai.

Banyak dukun atau ahli spiritual Jawa menyarankan untuk menghindari hari ini demi keberlangsungan tujuan Anda.

Secara simbolik, Kamis Wage mengandung unsur energi yang memudar.

Oleh karena itu, keputusan yang diambil pada hari ini dikhawatirkan tidak memiliki daya dukung spiritual yang cukup kuat.

Lebih baik menunggu waktu yang lebih netral untuk memastikan hasil maksimal.

4. Senin Legi (Asapon)

Senin Legi menandai awal tahun dalam siklus petungan J (huruf tahun Jawa), dan dikenal dengan sebutan "Jatarang".

Dalam pandangan primbon, Senin Legi masih menyimpan jejak energi dari tahun sebelumnya yang belum sepenuhnya bersih.

Mengibaratkan tempat duduk yang baru saja ditinggal orang lain, Senin Legi masih “hangat” dan belum netral secara spiritual.

Hari ini belum siap digunakan untuk menampung energi baru yang bersifat konstruktif seperti memulai usaha, melamar pekerjaan, atau melangsungkan akad nikah.

Oleh karena itu, para pinisepuh Jawa menyarankan agar Anda menunggu hingga energi hari-hari setelahnya benar-benar bersih dan siap digunakan.

Ketelatenan dalam menunggu waktu yang tepat adalah bagian dari kearifan lokal yang mengajarkan keharmonisan dengan waktu dan semesta.

5. Sabtu Legi (Aboge)

Sabtu Legi menjadi galengan tahun dalam perhitungan Aboge.

Sebagaimana Jumat Kliwon dalam Asapon, hari ini adalah permulaan tahun Dal menurut sistem Aboge dan mengandung aura transisi besar yang belum stabil.

Energi galengan tahun dipercaya belum siap digunakan untuk hal-hal yang membutuhkan kelanggengan.

Oleh sebab itu, berbagai bentuk kegiatan penting seperti peresmian usaha atau pelaksanaan pernikahan sebaiknya dihindarkan dari hari ini.

Sabtu Legi sering kali dianggap "terlalu berat" untuk mengawali langkah penting dalam hidup.

Bagi Anda yang ingin menjaga harmonisasi dengan alam dan tradisi leluhur, menunda sejenak kegiatan besar hingga lewat hari ini adalah bentuk kearifan dalam meniti keberhasilan.

6. Senin Pon (Aboge)

Senin Pon disebut sebagai tali wangkeng dalam petungan Aboge.

Hari ini mirip fungsinya dengan Minggu Pahing dalam sistem Asapon, yaitu menyimpan pengaruh kuat dari awal tahun yang belum stabil secara energi.

Melakukan kegiatan penting pada Senin Pon dipercaya bisa terikat oleh energi masa lalu yang masih belum tuntas.

Akibatnya, apa yang Anda lakukan berisiko terhambat atau bahkan gagal sebelum mencapai puncaknya.

Karena itu, hindarilah hari ini jika Anda hendak menempuh langkah besar dalam kehidupan.

Tradisi Jawa mengajarkan bahwa sebaik apapun niat seseorang, jika tidak memperhatikan keharmonisan waktu, hasilnya bisa tidak optimal.

7. Selasa Pahing (Aboge)

Hari Selasa Pahing dikenal dengan istilah Jati Ngarang dalam perhitungan Aboge.

Posisi hari ini berada di awal tahun J, dan oleh para ahli primbon dianggap belum siap menampung energi baru karena masih terikat pada jejak spiritual masa lalu.

Menggunakan Selasa Pahing untuk melaksanakan acara penting dapat mengakibatkan hasil yang tidak maksimal, bahkan bisa berujung pada kerugian.

Ini adalah hari yang masih dalam proses pembentukan spiritualitas tahun baru, sehingga tidak stabil untuk digunakan.

Apabila Anda merencanakan sesuatu yang berkaitan dengan masa depan, sebaiknya pilih hari yang lebih netral dan tidak tergolong sangar.

Menyesuaikan langkah dengan perhitungan waktu adalah bagian dari ikhtiar untuk meraih keselarasan hidup.

8. Jumat Kliwon (Aboge)

Meskipun sudah disebut dalam perhitungan Asapon, Jumat Kliwon juga tercatat sebagai hari sangar dalam sistem Aboge.

Hal ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh spiritual hari ini, bahkan diakui oleh dua sistem sekaligus.

Dalam Aboge, Jumat Kliwon tetap dilihat sebagai momen di mana kekuatan kosmis belum harmonis.

Energi yang muncul di hari ini cenderung bertabrakan dengan niat baik manusia jika digunakan untuk memulai sesuatu yang baru.

Dengan demikian, tidak ada salahnya jika Anda memberi perhatian khusus pada hari ini dan menghindarinya dalam kalender pribadi Anda.

Terlebih jika Anda ingin memulai langkah besar, menunda satu hari bukanlah kerugian, melainkan bentuk kehati-hatian yang bijaksana.

EDITOR: Hanny Suwindari