← Beranda
11 Makanan Khas Surabaya yang Wajib Dicoba, Kuliner Legendaris Kota Pahlawan
Mohammad Maulana Iqbal• Selasa, 22 September 2026 | 17.49 WIB
Kuliner makanan khas Surabaya. (Magnific)

 

 

JawaPos.com – Kuliner Surabaya menyimpan kekayaan cita rasa yang sangat beragam dan tidak akan habis untuk dieksplorasi dalam satu kunjungan.

Makanan khas Surabaya hadir dalam berbagai sajian unik yang mencerminkan identitas budaya Jawa Timur yang sangat kental.

Dari hidangan berkuah pekat hingga sajian berbumbu petis yang menggugah selera, kuliner Kota Pahlawan ini selalu berhasil menarik perhatian para pencinta makanan.

Dilansir dari laman Traveloka dan Mysantika pada Selasa (22/9), berikut sebelas daftar makanan khas Surabaya yang wajib dicoba saat berkunjung ke kota terbesar kedua di Indonesia ini.

1. Rawon

Rawon adalah hidangan ikonik dengan kuah hitam pekat yang berasal dari bumbu kluwek sebagai ciri utamanya.

Isian berupa daging sapi empuk dimasak bersama rempah-rempah pilihan sehingga menghasilkan kaldu yang sangat gurih dan kaya rasa.

Hidangan ini biasanya disajikan bersama nasi hangat, tauge pendek, telur asin rebus, sambal rawit, dan kecambah yang menambah kenikmatan setiap suapannya.

Daging sapi yang digunakan bisa berasal dari bagian sengkel, sandung lamur, atau tetelan yang dimasak hingga teksturnya benar-benar lembut dan mudah dikunyah.

2. Rujak Cingur

Rujak cingur adalah sajian khas yang memadukan sayuran seperti lontong, tauge, kangkung, tahu, dan tempe dengan cingur atau moncong sapi rebus yang diiris tipis.

Cingur memiliki tekstur yang kenyal dan unik, lalu disiram bumbu petis kaya rasa yang terbuat dari kacang tanah, cabai, dan gula jawa.

Tersedia juga versi rujak cingur yang dilengkapi buah-buahan seperti nanas, mangga muda, bengkuang, dan mentimun untuk sensasi rasa yang lebih segar dan kompleks.

Bumbu petis yang digunakan menjadi pembeda utama dari jenis rujak lainnya dan menghadirkan cita rasa yang sangat khas Surabaya.

3. Lontong Balap

Lontong balap terdiri dari lontong, tauge, tahu goreng, lento yang terbuat dari singkong atau kacang tolo, serta daging sapi yang disiram kuah kecokelatan berbumbu petis.

Hidangan ini tidak menggunakan santan sehingga rasanya tergolong ringan dan tidak membuat eneg meski disantap dalam porsi yang cukup besar.

Kuah yang mengandung rempah dan bumbu petis memberikan cita rasa gurih yang sangat khas dan berbeda dari hidangan lontong lainnya.

Nama "balap" konon berasal dari kebiasaan para pedagang zaman dahulu yang berlomba-lomba mencari lokasi berjualan menggunakan sepeda.

4. Tahu Tek

Tahu tek adalah sajian yang memadukan tahu goreng, telur dadar, lontong, dan kentang yang semuanya disiram saus petis kental berbahan petis udang dan kacang tanah.

Saus yang digunakan juga mengandung bawang putih dan cabai yang dihaluskan sehingga menghasilkan rasa gurih dan pedas yang sangat seimbang.

Hidangan ini dilengkapi kerupuk, irisan timun, dan bawang goreng yang menambah tekstur renyah sekaligus cita rasa yang lebih segar.

Nama "tek" konon berasal dari bunyi gunting yang digunakan pedagang untuk memotong tahu, yaitu berbunyi "tek, tek, tek" saat proses penyajian.

5. Sate Klopo

Sate klopo menggunakan daging sapi yang dilumuri bumbu dan parutan kelapa sebelum dibakar di atas arang yang panas.

Perpaduan aroma asap arang dengan bumbu kelapa yang meresap menghasilkan cita rasa yang sangat khas dan berbeda dari jenis sate lainnya.

Sate klopo yang sudah matang disajikan bersama bumbu kacang, kecap manis, irisan bawang merah, dan cabai rawit sebagai pelengkap.

Perpaduan rasa gurih dari kelapa dengan bumbu kacang yang pedas menjadikan sate klopo salah satu makanan yang paling diminati di Surabaya.

6. Lontong Kupang

Lontong kupang adalah hidangan khas pesisir yang menggunakan lontong dan kupang, yaitu sejenis kerang kecil yang banyak ditemukan di wilayah pesisir Jawa Timur.

Kupang dimasak dalam kuah kaldu ringan berbumbu petis yang menghasilkan rasa gurih dan segar yang sangat unik.

Hidangan ini biasanya disajikan hangat dengan tambahan sambal, perasan jeruk nipis, dan bawang goreng yang semakin menambah kesegaran cita rasanya.

Tekstur kupang yang lembut berpadu sempurna dengan lontong yang kenyal, menjadikan hidangan ini pengalaman rasa yang tidak mudah dilupakan.

7. Semanggi Suroboyo

Semanggi Suroboyo dibuat dari daun semanggi yang sudah direbus, kemudian disajikan di atas daun pisang bersama tauge dan daun ketela rebus.

Bumbu kacangnya sangat unik karena merupakan campuran kacang tanah dan ubi jalar yang menghasilkan rasa manis gurih yang sangat khas.

Cara menyantapnya pun sangat unik yaitu menggunakan kerupuk uli sebagai pengganti sendok karena penjual tidak menyediakan alat makan apapun.

Pengalaman menyantap semanggi dengan kerupuk uli ini menjadikan sajian ini salah satu yang paling berkesan secara budaya di Surabaya.

8. Tahu Campur

Tahu campur adalah hidangan berkuah berwarna kuning kemerahan yang berisi tahu goreng, kikil, mi kuning, tauge, selada, dan potongan daging sapi.

Kuahnya dibuat dari kaldu daging yang dicampur petis sehingga menghasilkan rasa gurih yang sangat kuat dan aroma yang sangat menggugah selera.

Perpaduan berbagai tekstur dari kenyalnya kikil, lembutnya tahu, hingga segarnya tauge membuat hidangan ini terasa sangat kaya dibanding kuliner berkuah lainnya.

Potongan lento atau perkedel dari singkong juga kerap ditambahkan untuk melengkapi cita rasa dan tekstur dalam semangkuk tahu campur.

9. Soto Ambengan

Soto Ambengan adalah hidangan berkuah bening gurih yang terbuat dari potongan daging sapi dan tauge dengan bumbu rempah yang sangat khas.

Yang membedakan soto Ambengan dari jenis soto lainnya adalah penyajiannya yang selalu disertai taburan koya dan sambal khusus di sisinya.

Koya yang terbuat dari campuran kerupuk udang dan bawang putih memberikan rasa gurih yang sangat khas saat larut dalam kuah soto.

Soto Ambengan sangat cocok disantap sebagai menu sarapan pagi hari karena kuahnya yang ringan namun sangat menghangatkan tubuh.

10. Pecel Semanggi

Pecel semanggi adalah sajian pecel khas Surabaya yang unik karena menggunakan daun semanggi rebus sebagai bahan utamanya.

Kombinasi sayuran segar yang direbus dengan bumbu kacang pedas manis gurih menghasilkan cita rasa yang sangat digemari oleh semua kalangan usia.

Bumbu kacang yang digunakan biasanya memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan pecel dari daerah lain, khas bumbu gaya Surabaya.

Hidangan ini sangat populer sebagai menu sarapan pagi di Surabaya dan mudah ditemukan di berbagai warung makan di seluruh penjuru kota.

11. Sego Sambel

Sego sambel atau nasi sambal adalah hidangan sederhana namun sangat kaya cita rasa yang terdiri dari nasi hangat dan sambal goreng gurih pedas.

Lauk pendampingnya sangat beragam mulai dari tahu, tempe, telur dadar, ikan pari asap atau iwak pe, hingga ayam goreng sesuai selera.

Perpaduan sambal buatan sendiri yang khas dengan nasi pulen hangat menjadikan sego sambel menu favorit warga lokal terutama untuk makan malam.

Makanan sederhana ini sangat mudah ditemukan di berbagai warung makan Surabaya dan selalu ramai dikunjungi terutama saat malam hari.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti