JawaPos.com - InJourney bersama Sarinah memperkuat komitmen mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui program InJourney UMKM by Sarinah PANDU. Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga membuka akses kurasi, pameran, uji pasar, hingga peluang bagi UMKM untuk masuk ke ekosistem pariwisata Indonesia.
Sebanyak 81 UMKM mengikuti rangkaian pembinaan yang mencakup peningkatan kapabilitas usaha, kurasi, dan kesempatan memperkenalkan produk secara langsung kepada konsumen. Dari jumlah tersebut, 30 UMKM terpilih mengikuti Expo InJourney UMKM by Sarinah PANDU, sementara sembilan UMKM terbaik kembali mendapat kesempatan tampil dalam Festiloka by BRImo pada 16–17 Agustus 2026.
Program tersebut merupakan pengembangan dari pengalaman Sarinah melalui Sarinah PANDU, yang selama ini telah memberikan pembinaan kepada lebih dari 1.100 UMKM. Kolaborasi dengan InJourney memperluas cakupan pembinaan dengan memanfaatkan ekosistem yang dimiliki, mulai dari retail, bandara, destinasi wisata, hingga hotel.
Komisaris Utama InJourney Iwan Setyawan mengatakan, UMKM memiliki posisi penting dalam memperkuat rantai nilai pariwisata nasional. Menurutnya, potensi tersebut perlu diiringi peningkatan kualitas produk, kemampuan bisnis, serta akses terhadap pasar.
Baca Juga: Cerita Pengacara Ruben Onsu Diserang Sarwendah di Sidang Mediasi
“UMKM bukan hanya bagian dari perekonomian, tetapi juga bagian penting dari ekosistem pariwisata Indonesia. Karena itu, kita perlu memastikan UMKM memiliki kemampuan dan akses yang dibutuhkan agar dapat tumbuh, berdaya saing, dan menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata,” ujar Iwan dalam keterangan tertulis diterima JawaPos.com.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini, pihaknya ingin membuka ruang yang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk berkembang dengan memanfaatkan jaringan bisnis dalam ekosistem InJourney.
Hal senada disampaikan Direktur SDM dan Digital InJourney Herdy Harman. Ia menilai penguatan UMKM tidak cukup dilakukan melalui pelatihan sesaat, tetapi membutuhkan proses pembinaan yang berkelanjutan agar pelaku usaha mampu memahami kebutuhan pasar sekaligus membangun jejaring bisnis.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi sekaligus bagian dari masa depan bangsa. Karena itu, yang kita bangun bukan hanya program pelatihan, tetapi sebuah proses pembinaan yang berkelanjutan,” kata Herdy.
Rangkaian InJourney UMKM by Sarinah PANDU dimulai melalui proses kurasi pada 8–9 Juli 2026. Selanjutnya, Sarinah menggelar Training of Trainers (ToT) pada 13–17 Juli 2026 yang diikuti 25 talent pool trainer.
Dalam program tersebut, Sarinah juga mengembangkan 10 modul pembelajaran. Materi disusun dengan mengacu pada kerangka pembelajaran Sarinah, kebutuhan peningkatan kapabilitas UMKM, serta perkembangan dan kebutuhan pasar.
Tahap berikutnya berlangsung pada 8–11 Agustus 2026 melalui kegiatan capacity building di Sarinah Thamrin, Jakarta. Para peserta memperoleh pembekalan yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan usaha sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi pasar yang semakin kompetitif.
Kesempatan menguji kemampuan tersebut kemudian berlanjut melalui Expo InJourney UMKM by Sarinah PANDU yang digelar pada 12–14 Agustus 2026 di Area Pusaka, Sarinah. Sebanyak 30 UMKM terpilih menampilkan produk secara langsung, berinteraksi dengan konsumen, sekaligus membangun jejaring bisnis.
Dari rangkaian tersebut, sembilan UMKM terbaik kembali mendapatkan kesempatan memperluas jangkauan pasar dengan tampil di Festiloka by BRImo pada 16–17 Agustus 2026. Momentum ini menjadi bagian penting karena pelaku usaha dapat berhadapan langsung dengan pasar yang lebih luas dan mendapatkan pengalaman dalam memasarkan produknya.
Direktur Utama Sarinah Raisha Syarfuan mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi langkah untuk memperluas pengalaman Sarinah dalam membina UMKM melalui Sarinah PANDU.
“Melalui Sarinah PANDU, kami telah membangun pengalaman dalam pembinaan UMKM, termasuk melalui pengembangan silabus, modul, dan trainer. Kami bangga pengalaman tersebut kini dapat dikembangkan bersama InJourney dalam skala yang lebih luas,” ujar Raisha.
Menurut dia, pembinaan UMKM tidak semestinya berhenti ketika pelatihan selesai. Akses terhadap pasar dan kesempatan membangun jejaring menjadi bagian penting agar peningkatan kapasitas yang diperoleh pelaku usaha dapat diterapkan secara nyata.
Bagi Sarinah, penguatan UMKM sejalan dengan perannya sebagai retail-based cultural experience center. Melalui ekosistem tersebut, produk-produk UMKM memiliki peluang untuk mendapatkan ruang lebih luas, terutama ketika terhubung dengan sektor pariwisata yang memiliki rantai pasar dari hulu hingga hilir.
Kolaborasi InJourney dan Sarinah juga diarahkan untuk memperkuat sistem pembinaan yang lebih terstruktur. Silabus, modul, dan trainer yang dikembangkan menjadi bagian dari InJourney Retail Academy, sehingga kapabilitas pembinaan UMKM dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Bongkar Diserang Sarwendah, Pengacara Ruben Onsu Keberatan Dianggap Membesar-besarkan Persoalan
Program InJourney UMKM by Sarinah PANDU pada akhirnya tidak hanya menempatkan UMKM sebagai peserta pelatihan. Melalui kurasi dan uji pasar, pelaku usaha didorong memahami kebutuhan konsumen, memperbaiki kualitas produk, memperluas jejaring, serta memanfaatkan peluang pasar yang tersedia.