← Beranda
Garuda Siapkan 170.845 Tiket Gratis Penerbangan Domestik untuk Wisman
Nanda PrayogaRabu, 12 Agustus 2026 | 20.36 WIB
Pergerakan pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (14/05/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Garuda Indonesia menyiapkan 170.845 kursi penerbangan domestik gratis, bagi wisatawan mancanegara (wisman) pemegang tiket perjalanan pulang-pergi internasional Garuda Indonesia.

Program tersebut menjadi upaya mendorong wisman agar tidak hanya berkunjung ke Bali dan Jakarta, tetapi melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi lain di Indonesia.

Program Free Domestic Flight ini berlangsung mulai Agustus hingga akhir November 2026.

Selain memperluas persebaran wisatawan, langkah tersebut diharapkan dapat memperpanjang masa tinggal sekaligus meningkatkan belanja wisman di daerah tujuan wisata.

Baca Juga: Garuda Indonesia Buka Lagi Rute Bandung–Bali Mulai 14 Agustus 2026

Marketing Group Head Garuda Indonesia Prina Eka Putri mengatakan program tersebut dirancang untuk mengubah pola perjalanan wisatawan dari sekadar datang ke Indonesia menjadi menjelajahi lebih banyak destinasi.

“Program ini ingin mengubah pola perjalanan yang sekadar arrive, tetapi juga discover more Indonesia,” ujar Prina dalam acara kolaborasi Garuda Indonesia dan InJourney untuk peningkatan inbound connectivity di Jakarta, Selasa (11/8).

Prina menjelaskan, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendorong kinerja penerbangan internasional Garuda Indonesia.

Mobilitas wisman ke berbagai daerah diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, mulai dari sektor perhotelan, UMKM, pusat perbelanjaan hingga transportasi.

“Impact yang kami harapkan memang tidak hanya untuk Garuda, tetapi juga untuk keseluruhan Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Imbas Karhutla Meluas, TNBTS Tutup Seluruh Jalur Masuk Wisata Gunung Bromo

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kementerian Pariwisata Dedi Ahmad Kurnia mengatakan, konektivitas udara menjadi faktor penting dalam wisata.

Itu karena sekitar 70 persen wisman yang datang ke Indonesia menggunakan jalur penerbangan.

Bali masih menjadi pintu masuk terbesar dengan kontribusi sekitar 40 persen, sedangkan Jakarta berada di kisaran 17 persen.

Kondisi tersebut membuat penguatan penerbangan domestik dinilai penting untuk mengarahkan wisatawan menuju destinasi lain.

“Tidak hanya datang ke Jakarta atau Bali, tetapi bagaimana ini bisa membuat kita discover more Indonesia ke destinasi lain di Indonesia,” ujar Dedi.

Baca Juga: Majukan Wisata Bahari, Jasaraharja Putera Beri Perlindungan Bagi Pelaku Usaha dan Wisatawan

Menurut dia, penyebaran perjalanan wisatawan juga berkaitan dengan upaya meningkatkan kualitas pariwisata.

Wisman tidak hanya diharapkan bertambah dari sisi jumlah, tetapi juga tinggal lebih lama dan mengunjungi lebih banyak destinasi.

“Selain menambah jumlah, juga akan menambah kualitas dari wisatawan,” katanya.

Senior Vice President Corporate Secretary PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Yudhistira Setiawan mengatakan, ukuran keberhasilan pariwisata tidak berhenti pada jumlah wisman yang masuk ke Indonesia.

Lama tinggal, jumlah destinasi yang dikunjungi, serta pengeluaran wisatawan juga menjadi indikator penting.

Baca Juga: Agen Wisata Traventour Tegaskan Operasional Tetap Berjalan, Bantah Tuduhan Penipuan

Berdasarkan data yang disampaikannya, rata-rata pengeluaran wisman pada kuartal II 2026 mencapai sekitar USD1.285, dengan rata-rata lama tinggal sekitar 10 malam.

Dengan demikian, semakin panjang perjalanan wisatawan dan semakin banyak destinasi yang dikunjungi, semakin besar pula potensi nilai ekonomi yang dihasilkan.

“Quality tourism itu tidak tentang bagaimana satu kedatangan wisatawan dapat menciptakan value yang lebih besar, tetapi lebih bagaimana manfaat yang lebih luas bagi Indonesia,” ujarnya.

Dalam program tersebut, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Lombok menjadi sejumlah kawasan yang mendapat perhatian dalam penguatan konektivitas.

InJourney menilai wilayah tersebut memiliki potensi destinasi dan aktivitas wisata yang dapat memperpanjang perjalanan wisman di Indonesia.

Baca Juga: Kemenhut Perkuat Pemadaman Kebakaran di TNBTS, Akses Wisata Ditutup Sementara

Untuk Lombok, salah satu daya tarik utamanya adalah kawasan Mandalika yang menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP.

InJourney juga mendorong peningkatan konektivitas menuju kawasan tersebut menjelang MotoGP 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober.

Yudhistira menyebut penyelenggaraan MotoGP pada 2025 memberikan economic impact sekitar Rp 4,9 triliun terhadap perekonomian nasional dan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja.

Ia menilai pengembangan destinasi tidak hanya menghasilkan kunjungan wisatawan, tetapi juga dapat menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal.

“Ini membuktikan bahwa destinasi itu tidak hanya menciptakan jumlah wisatawan yang hadir, tetapi menciptakan economic impact dan social impact yang manfaatnya dirasakan jauh lebih luas,” kata Yudhistira.

Baca Juga: Karhutla Bromo Bikin Jip Wisata Malang Harus Memutar Lewat Pasuruan

Untuk mendukung mobilitas wisatawan selama penyelenggaraan MotoGP, InJourney juga telah meminta Garuda Indonesia menambah kapasitas penerbangan menuju kawasan tersebut.

Sementara itu, Southeast Asia Branch Manager Garuda Indonesia Agny Gallus Pratama mengatakan, program 170.845 kursi domestik gratis juga menjadi bagian dari strategi Garuda mengoptimalkan load factor penerbangan internasional pada semester II 2026.

Namun, ia menegaskan program tersebut tidak hanya berorientasi pada kepentingan maskapai.

Garuda ingin memperkuat perannya sebagai national flag carrier dengan membawa wisatawan mengenal lebih banyak wilayah Indonesia.

“Bukan hanya Jakarta dan Bali, tetapi beyond daripada itu di seluruh Indonesia. Inilah misi besar dari program ini,” ujar Agny.

Baca Juga: Wisata di Manila: Menyusuri Kota Tua, Mencicipi Halo-Halo, hingga Perjalanan Pulang yang Berkesan

EDITOR: Bayu Putra