← Beranda
Liburan Sekolah Bergeser ke Wisata Edukatif, Konservasi Laut Jadi Daya Tarik Baru
Banu AdikaraSabtu, 4 Juli 2026 | 14.26 WIB
Ilustrasi: Mengunjungi konservasi fauna laut bisa menjadi opsi untuk mengajak anak di masa libur sekolah. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Musim liburan sekolah tak lagi identik hanya dengan taman bermain atau pusat perbelanjaan. Dalam beberapa tahun terakhir, wisata berbasis edukasi dan konservasi semakin diminati keluarga karena menawarkan pengalaman belajar di luar ruang kelas sekaligus mempererat interaksi orang tua dan anak.

Tren tersebut juga sejalan dengan semakin besarnya perhatian terhadap pendidikan lingkungan.

Baca Juga: Libur Sekolah Dorong Tren Kelas Memasak Keluarga, Kompetisi Jadi Ruang Asah Kreativitas Anak

UNESCO melalui program Sustaining Our Oceans menilai pengalaman belajar langsung di kawasan konservasi mampu meningkatkan ocean literacy atau pemahaman masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut sejak usia dini. Program tersebut bahkan mulai diintegrasikan ke berbagai sekolah di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, berbagai penelitian menunjukkan bahwa wisata konservasi yang melibatkan interaksi langsung dengan satwa dapat meningkatkan kepedulian pengunjung terhadap perlindungan lingkungan dibanding sekadar melihat pameran secara pasif.

Studi mengenai pariwisata bahari di Bali juga menyebut aktivitas edukatif menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kesadaran konservasi wisatawan.

Baca Juga: 15 Tempat Wisata yang Lagi Viral di Jawa Timur 2026: Destinasi Instagramable yang Wajib Masuk Bucket List Liburan Kamu

Melihat tren tersebut, Marine Safari Bali menghadirkan program liburan sekolah yang memadukan rekreasi dengan edukasi konservasi laut. Berlokasi di kawasan Taman Safari Bali, Gianyar, destinasi ini menjadi rumah bagi lebih dari 10.000 satwa laut dan darat dari sekitar 300 spesies yang tersebar di enam zona ekosistem, mulai dari hutan hujan tropis, sungai, muara, pesisir hingga lautan lepas.

General Manager Marine Safari Bali, Laetitia Delvart, mengatakan pengalaman belajar akan lebih bermakna ketika anak-anak dapat berinteraksi langsung dengan satwa dan memahami bagaimana proses konservasi dilakukan.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Outdoor Seru di Bogor untuk Libur Sekolah 2026, Ada Trekking, Edukasi Budaya hingga Wahana Air Viral

"Liburan sekolah merupakan momen yang berharga bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama sekaligus memperkenalkan anak-anak pada pengalaman belajar di luar ruang kelas," katanya. 

"Dengan menghadirkan kesempatan bagi pengunjung untuk berinteraksi lebih dekat dengan satwa laut serta tim yang merawatnya, kami berharap dapat menumbuhkan apresiasi yang lebih besar terhadap ekosistem laut Indonesia sekaligus menginspirasi generasi mendatang untuk berperan aktif dalam upaya konservasi laut," lanjutnya.

Tidak hanya menghadirkan pengalaman rekreasi, Marine Safari Bali juga menjalankan fungsi konservasi melalui klinik veteriner, laboratorium patologi klinis, program penangkaran satwa, serta kolaborasi dengan berbagai lembaga konservasi seperti Conservation Planning Specialist Group (CPSG) dan Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI).

"Pengunjung juga dapat mengikuti Behind-the-Scenes Education Centre Tour untuk melihat langsung proses perawatan satwa, pengelolaan nutrisi, hingga upaya konservasi yang dilakukan di balik layar," kata Laetitia.

Pengalaman edukasi tersebut dilengkapi pertunjukan Pachamaya yang mengangkat biodiversitas hutan hujan tropis, Samudraya yang memperkenalkan perilaku lumba-lumba hidung botol sekaligus pentingnya menjaga ekosistem laut, hingga Varuna, pertunjukan teater bawah air dengan konsep underwater theatrical dining pertama di Indonesia.

EDITOR: Banu Adikara